Ditengah Kesulitan Hadapi Pandemi Covid – 19, AKBP Dr. Gede Suyasa Bertali Kasih dengan Masyarakat

Singaraja – Bali, aspirasipublik.com – AKBP Dr. Gede Suyasa S.Si., S.H., M.H. Bareskrim mabes polri sebagai Kanit II Putra Buleleng asal Desa Kubutambahan yang selalu bertali kasih menyumbangkan 1000 masker  dan 120 paket sembako untuk masyarakat Kubutabahan Buleleng Singaraja Bali

Foto: AKBP Dr. Gede Suyasa bersama awak media Aspirasi Publik Reza Rasasto Watimena

AKBP Dr. Gede Suyasa adalah Doktor Ilmu Pemerintahan (IPDN) yang berdinas di Bareskrim mabes polri sebagai Kanit II Putra Buleleng asal Desa Kubutambahan yang selalu bertali kasih menyumbangkan 1000 masker untuk Satgas Covid-19 Desa Kubutambahan pada Jum’at (24/4) pukul 09.00 wita yang diterima langsung ketua satgas Gede Pariadyana selaku Kades Kubutambahan,Buleleng/Bali.

Penyerahan 1000 masker untuk masyarakat setempat, AKBP Gede Suyasa mengatakan, informasi dari teman dan keluarga di kampung, masyarakat belum banyak yang menggunakan masker, karena banyak yang tidak mampu untuk membeli dan sampai saat ini belum ada bantuan dari Pemda Buleleng.

Dengan kondisi tersebut ia selaku putra daerah yang bekerja diluar merasa terpanggil untuk membantu dan mencoba menggugah temen-temen yang memiliki kepedulian terhadap masyarakat terkait wabah covid 19.

“Atas kehendak  Hyang Whidi Tuhan Yang Maha Esa kami bisa mengumpulkan 1000 masker untuk didonasikan melalui satgas covid 19 di Desa Kubutambahan Kabupaten Buleleng/Bali.Saya juga mengucapkan banyak terimakasi terhadap kawan kawan yang sudah peduli covid 19, saudara dan teman saya di kampung yang sudah membantu dalam pendistribusian sumbangan tersebut yang bekerja tanpa lelah untuk selalu mengingatkan masyarakat dan memberikan bantuan,”ujar AKBP Dr. Gede Suyasa.

Gede Suyasa berharap seyogyanya sumbangan yang tidak banyak tersebut bisa menggugah masyarakat lainnya untuk bisa mendonasikan rezekinya kepada masyarakat yang tidak mampu dan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan dengan mematuhi anjuran pemerintah untuk melakukan hidup bersih, menghindari kerumunan, menjaga jarak.

Selalu menggunakan masker diluar rumah sehingga bisa memutus rantai penyebaran covid 19, dan diharapkan pemberlakuan PSBB tidak semakin meluas sehingga perekonomian bangsa cepat pulih kembali.

Disisi lain selaku pendistribusian masker dari pihak keluarga, Gede Suardana kakak dari AKBP Gede Suyasa mengatakan, sebelumnya Gede Suyasa sudah mendistribusikan sembako kepada ratusan masyarakat kurang mampu yang ada di Kubutambahan.

Dan kali ini 1000 masker disumbangkan kepada Satgas Covid-19 Desa Kubutambahan yang diterima langsung oleh Kades. Nanti akan disumbakan lagi masker lebih dari ini.

Gede Suardana mengajak para pejabat, saat ini masyarakat sedang dalam membutuhkan uluran tangan para pihak, “Tanggalkan semua Kepentingan.

Tanggalkan semua dendam dan emosi, bangkitkan spirit disaat wabah ini melanda Negeri. Hentikan nyinyir, uluran tangan dinanti Rakyat,” ingatnya.

Sementara Kades Kubutambahan Gede Pariadyana,S.H., dikonfirmasi awak media  mengemukakan, hal yang  sangat membanggakan,  karena warga yang ada di luar desa sudah ikut peduli dengan bahaya pencegahan Pandemi covid-19.

“Ini masalah kita bersama sehingga rasa ke gotong royongan sangat diharapkan dalam melawan virus ini. Terimakasih banyak kepada AKBP Dr. Gede Suyasa sebagai warga desa Kubutambahan semoga Tuhan selalu memberikan yang terbaik untuknya,” ucap Gede Priadnyana.

Setelah penyerahan dari perwakilan AKBP Dr.  Gede Suyasa, Kades Priadnyana langsung mendistribusikan masker tersebut kemasyarakat melalui Tim satgas, kepolisian Polsek Kubutambahan dan Bhabinsa .Selain masker pada Minggu (19/04/2020) Siang Waktu Indonesia bagian Tengah. AKBP Gede Suyasa juga menyumbangkan paket sembako dengan dana pribadinya karena merasa terpanggil dengan keadaan masyarakat tempat kelahiranya, Pendistribusian misi kemanusiaan, sebanyak 70 paket sembako yang berisi sekitar 5 Kg beras, Minyak Goreng, Mii Instan dan Telor. Yang dilaksanakan oleh I Wayan Suarsina perwakilan dari keluarga AKBP Gede Suyasa, I Wayan Suarsina memaparkan, bahwa kepedulian AKBP Gede Suyasa terhadap masyarakat dikampungnya.

“Kami sekeluarga menjalankan tali kasih yang di gelontorkan Gede Suyasa, 20 tahun merantau bukan sekarang saja menyentuh masyarakat tetapi. Sebelumnya juga setiap beliau pulang kampung menjalankan tali kasih,” tuturnya.

Tahap pertama, lanjut I Wayan Suarsina, pendistribusian pada hari Kamis (16/04/2020) kemarin sebanyak 50 paket. Pada hari Minggu (19/04/2020) sebanyak 70 paket.

“Sasaran warga lingkungan sekitar Banjar Dinas Kubuanyar dan Banjar Dinas Kajakangin, Semoga bantuan ini bisa mengurangi beban hidup penerima,” kata Suarsina.

Menurut Suarsina, pemerintah terkesan lambat dalam menyalurkan tali kasihnya sehingga memiliki inisiatif bersama keluarga mengacu pada kondisi ekonomi masyarakat saat ini sangat sedang terpuruk.

“Saya lihat masyarakat menjerit mohon bantuan. Baik yang disampaikan langsung atau lewat medsos. Satu sisi bantuan pemerintah belum ada sama sekali. Itulah yang menggerakkan hati kami untuk berbagi. Karena pemahaman kami ‘Jangan menunggu berlebih untuk berbagi, karena jika demikian hal itu tidak akan pernah terjadi.” jelas Suarsina kepala SMAN 1 Kubutambahan.

Warga Dusun Kaje Kangin Desa Kubutambahan menyampaikan ucapan dan apresiasi kepada keluarga AKBP Dr. Gede  Suyasa atas Aksi “Tali Kasih”.

“Semakin banyaknya penyebaran Covid-19 dan secara langsung membuat kehidupan masyarakat semakin sulit, terutama masyarakat yang bekerja di jalur informal yang tidak memiliki pendapatan rutin setiap bulan,” tutur AKBP Dr Gede Suyasa ,

kondisi seperti ini terjadi hampir merata di seluruh Indonesia termasuk di kampung kelahirannya.

“Pemerintah pusat sudah membuat berbagai kebijakan dalam penanggulangan dampak Pandemi Covid-19, tetapi tentu saja kebijakan tersebut tidak akan optimal tanpa adanya keterlibatan dari seluruh Pemda dan masyarakat Indonesia,” beber AKBP Suyasa.

Hingga saat ini, menurutnya, pemerintah daerah Bali khususnya Kabupaten Buleleng belum membuat kebijakan atau gerakan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak.

“Dalam kondisi saat ini sangat diperlukan gerakan Gotong Royong dan saling bahu membahu antara pemerintah dan masyarakat, sehingga wabah ini bisa kita lalui dengan semangat kebersamaan dan gotong royong,” sambung Gede Suyasa.

Dirinya berharap, dengan semangat aksi “Tali Kasih” tersebut, semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan jalan yang terbaik sehingga wabah ini cepat berlalu.

“Sehingga Kehidupan Berbangsa dan Bernegara bisa kembali normal untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur,” jelas AKBP Dr. Gede Suyasa.

Seperti diketahui, warga Nelayan di Pantai Kubutambahan bernama Gede Merta Yasa alias Gede Tangkas berterimakasih atas sentuhan yang di terimanya dari AKBP Dr. Gede Suyasa.

”Saya juga sangat berterimakasih kepada AKBP Gede Suyasa yang telah memberikan bantuan sembako kepada keluarga besarnya dan tetangga di kampung di Bali, sebagai bentuk tali kasih yang bisa sedikit mengurangi beban hidup warga,”ujar Tangkas. (Reza Rasasto Watimena)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: