Program Kartu Prakerja Pada Masa Covid – 19

Jakarta, aspirasipublik.com – Jumat, 8 Mei 2020, dengan fasilitas media komunikasi online Organisasi Kemasyarakatan HIPWI FKPPI kembali mengadakan bincang – bincang online dengan tema, “Program Kartu Prakerja”, dengan Narasumber Utama : Dr. Ir. Mohammad Rudy Salahuddin, MEM. Deputy IV (Ekonomi kreatif, Kewirausahaan dan Daya Saing KUKM). Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI dan diikuti, kader HIPWI di Pusat dan Daerah  serta dimoderatori oleh wakil sekjen FKPPI Aminullah.

Ketua Umum Hipwi  Toro Sudarmadi bertindak sebagai Host  dan membuka acara Webinar ini dan menyampaikan bahwa pemilihan tofik  Program Kartu Prakerja dikarenakan rasa keingintahuan akan  keefektifan progam kartu prakerja serta dapat memberikan masukan kepada pihak yang berkepentingan dalam pelaksanannya.

Beberapa pihak berpendapat bahwa pogram  yang semenjak di luncurkan pada tanggal 11 April lalu  adalah program yang bernuansa politis meskipun hal ini  didesain oleh akademisi dan NGO, tapi Bincang online ini  kembali mengingatkan  bahwa program ini  benar ditujukan untuk dapat meningkatkan keterampilan dan produktifitas masyarakat yang berusia 18 tahun – 35 tahun  ke atas.

Disampaikan  juga bahwa Kartu Prakerja ditujukan bagi mereka yang tidak bekerja, dan sudah tidak sekolah,  kena PHK, serta yang tidak menerima bantuan apapun sebelumnya dari pemerintah. 

Skema yang disiapkan adalah kerjasama dengan Platform – Platform yang  sudah berkerja sama dengan  pemerintah dengan menyelenggarakan  pelatihan – pelatihan yang di butuhkan oleh masyarakat dalam rangka menghadapi era 4.0

Program kartu prakerja ini telah ditetapkan melalui Perpres No. 30/2020. Untuk membantu kelancaran operasional dibentuklah komite Cipta Kerja.

Adapun keuntungan mengikuti program pra kerja adalah mendapatkan sertifikat dan insentif  kurang lebih RP. 650.000,-  bilamana dapat menyelesaikan pelatihan baik online maupun offline dengan baik.

Kartu prakerja adalah Kartu yang  dipromosikan oleh Joko Widodo pada masa kampanye Pemilihan umum Presiden Indonesia 2019, bersama dengan KIP Kuliah dan Kartu sembako murah

Desain awal kegiatan Kartu Prakerja ada dua yaitu: (1) pelatihan yang fokusnya meningkatkan kemampuan (Skill),  juga mendorong untuk mampu berwirausaha, (2) pelatihan dan penempatan, pelatihan di sini lebih pada Re skiil  (lebih meningkatkan apa kemampuan yang sudah dimiliki peserta)

Anggaran setiap peserta adalah sebesar 5 juta, perkepala yang diberikan sebagai insentif tunai sebesar 650.000 (benar benar hanya sebagai pengganti transport) dan bantuan pelatihan, cara perekrutan dilakuan dengan jejaring web resmi.

Turut hadir Pontjo Sutowo selaku Ketua Umum KBFKPPI   yang juga berkesempatan memberikan tiga  kepada bapak Narasumber tentang  bagaimana FKPPI dapat berpartisipasi, keefektifan pelatihan berdasarkan geografis dan kebutuhan serta bagaimana kartu prakerja dapat  mendorong seseorang menjadi seorang entrepreneur.

Partisipasi yang FKKPI inilah yang sangat dibutuhkan, melalui pendidikan dan pelatihan FKPPI bisa bergabung dengan 8 platform yang sudah bermitra dengan pemerintah, atau bisa  memilih sesuai yang jadi program FKPPI dari 8 platform yang ada.

Sedangkan untuk pemilihan berdasarkan potensi wilayah dan kewirausahan masih agak sulit dari sisi assesment nya karena memasukkan unsur Psikologi peserta, jadi lebih kepada mengarahkan pada minat yang dipilih oleh peserta .

Lebih lanjut disampaikan bahwa pelatihan dibuka setiap Minggu dengan durasi pelatihan yg berbeda – beda ada yang 5  atau 8 jam, ada juga yang beberapa hari. Dengan modul yang berbeda.

Dalam kesempatan bincang bincang online hadir juga kang Yana ketua Pengurus Daerah KB FKPPI Jabar yang juga Wakil Walikota Bandung menyatakan  bahwa perlu meluruskan persepsi yang ada di masyarakat dan akan sangat baik bilamana   FKPPI dapat bekerjasama.

Sebelum menutup acara bincang bincang Online,  Bapak deputi menyampaikan saat ini provinsi Jawa Barat adalah  propinsi yang banyak  memanfaatkan kartu Prakerja  diikuti oleh  DKI Jakarta lalu Jatim, dan disusul oleh Jateng. Acara berjalan sangat efektif dengan durasi sekitar 60 menit. (Herawati, Mia & Poltak – Aspirasi Publik)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: