Dr. Ayler Beniah Ndraha, S. STP, M.Si. Doktor IPDN Termuda Usia 29 Tahun, Berhasil Meraih Gelar Doktor Ilmu Pemerintahan (IPDN) ke 101 dari Kabupaten Nias, Provinsi Sumatera Utara

Jakarta, aspirasipublik.com – Dr.Ayler Beniah Ndraha,S.STP, M.Si. adalah contoh pemuda yang patut ditauladani diusianya 29 tahun telah mencapai gelar Doktor Ilmu Pemerintahan IPDN,Ujian terbuka secara daring ini dilakukan pada hari rabu tanggal 13 mei 2020 di kampus IPDN Cilandak Jakarta selatan, dalam rangka penerapan sosial distancing dan phsyial distancing untuk memutus penyebaran covid-19 tanpa menghadirkan keluarga, sahabat, orang tua maupun tamu undangan.

Untuk promotor dan co promotor serta penguji yang berada di Jakarta boleh datang menguji di kampus IPDN Cilandak jakarta dan yang berada diluar kampus bisa melalui daring, Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, Tim Promotor yang terdiri dari: Prof.  Dr.  Drs. H. Khasan  effendi,M.Pd. (hadir langsung di kampus IPDN cilandak).Dr. Ella I. Wargadinata, M.A, M.Si.,(melalui daring dari kampus IPDN Jatinangor) dan Dr. Drs. Kusworo, M.Si (melalui daring dari kampus IPDN Jatinangor).

Adapun penguji terdiri atas: Dr. Hadi Prabowo, MM. Rektor IPDN (hadir langsung di kampus IPDN Cilandak) memimpin sidang ,Prof. H.M. Aries Djaenuri, MA. (Hadir langsung di kampus IPDN Cilandak), Prof. Dr. Ngadisah, MA. (hadir langsung di kampus IPDN Cilandak), Prof. Dr. Erliana Hasan, M.Si (melalui daring dari kampus IPDN Jatinangor), Prof. Dr. Nurliah Nurdin, MA. (melalui daring dari kampus STIA LAN Jakarta), Dr. Sampara Lukman, M.A. Direktur Pasca Sarjana (hadir langsung di kampus IPDN Cilandak Jakarta), Dr. Irwan Thahir, M.Si. (melalui daring dari kampus IPDN Jatinangor), Dr. Layla Kurniawati, M.Pd. (melalui daring dari kampus IPDN Jatinangor).

Riwayat singkat Dr. Ayler Beniah Ndraha, S.STP, M.Si dilahirkan di Gunung Sitoli pada tanggal 24 Juni 1990. Pernikahannya dengan Yenni Krisnawati Zebua, Am. Keb telah dikaruniai 1 orang anak, yakni Gavriel Kalfani Harazaki Ndraha. Jenjang pendidikan umum dimulai dari SD, SMP diselesaikan di Gunungsitoli dan SMA diselesaikan di Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah. Pada tahun 2012, menyelesaikan Pendidikan Sarjana di IPDN Jatinangor. Adapun Pascasarjana S2 Magister Administrasi Pemerintahan Daerah diselesaikan pada tahun 2014 di MAPD IPDN Cilandak Jakarta. Ia merupakan seorang Aparatur Sipil Negara atau ASN berpangkat/golongan Penata III/c yang saat ini menjabat sebagai seorang Staf pada Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Nias.

Disertasi Dr. Ayler Beniah Ndraha, S.STP, M.Si yang berjudul “Implementasi Kebijakan Pelimpahan Kewenangan Bupati Kepada Camat Dalam Pemberian Izin Usaha Mikro Dan Kecil Dalam Rangka Otonomi Daerah Di Kabupaten Nias Provinsi Sumatera Utara” secara konseptual berangkat dari kebijakan pendelegasian kewenangan bupati kepada camat di Kabupaten Nias yang belum sepenuhnya dijalankan berdampak terhadap keterlambatan pelayanan publik dan pemberdayaan masyarakat sehingga menjadi salah satu faktor penghambat dalam peningkatan ekonomi masyarakat di tingkat lokal. Sebagai seorang PNS di Kabupaten Nias, Dr. Ayler Beniah Ndraha,S.STP, M.Si  melihat dan mengamati bahwa pemerintahan daerah dalam hal ini Bupati dan perangkat daerah terkait dengan perizinan Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) tidak dijalankan secara konsisten baik dalam implementasi maupun pembinaan serta pengawasan dan evaluasi terhadap kebijakan pelimpahan kewenangan bupati kepada camat dalam pemberian izin usaha mikro dan kecil di Kabupaten Nias yang diatur dalam Peraturan Bupati Nias Nomor 29 Tahun 2015. Kebijakan ini harus diimplementasikan dengan konsisten, oleh karena itu perlu adanya Political Will dan dukungan dari Bupati dan perangkat daerah terkait untuk merumuskan langkah strategis dalam memastikan pelimpahan kewenangan dimaksud berjalan sesuai dengan tujuan yaitu memudahkan dan memastikan masyarakat sebagai pelaku usaha mikro dan kecil dengan mudah mendapatkan izin dan dengan mudah pula mendapatkan akses permodalan serta pengembahan usahanya ke depan yang lebih baik dan berhasil. Kami berpendapat, penelitian tentang Pelimpahan Kewenangan Bupati kepada Camat dalam Pemberian Izin Usaha Mikro dan Kecil sangatlah relevan dan aktual mengingat bahwa potensi Usaha Mikro dan Kecil di kabupaten Nias sangatlah besar dalam kemandirian masyarakat di Kabupaten Nias dan lebih dari pada itu mencapai pemberdayaan masyarakat di tingkat lokal. Penelitian ini memiliki perbedaan dengan penelitian-penelitian terdahulu, baik dari lokus maupun fokus, pemilihan informan, dan teknik analisis data. Dalam pembahasan “Model Implementasi Kebijakan Pelimpahan Kewenangan Bupati Kepada Camat Dalam Pemberian Izin Usaha Mikro Kecil Dalam Rangka Otonomi Daerah Di Kabupaten Nias Provinsi Sumatera Utara” peneliti menggunakan teori implementasi kebijakan Merilee S. Grindle. Temuan Promovendus dalam penelitian ini yang dijadikan sebagai dasar penyusunan konsep baru dalam implementasi kebijakan pelimpahan kewenangan bupati kepada camat dalam pemberian izin usaha mikro kecil dalam otonomi daerah. Diharapkan temuan Promovendus dapat mendorong pemerintah kab/kota secara khusus dan  secara nasional dalam kebijakan pelimpahan kewenangan dari kepala daerah kepada camat terutama dalam hal pemberian izin usaha mikro dan kecil dalam rangka otonomi daerah demi mewujudkan pelayanan publik dan kemandirian masyarakat, yang dimulai dengan pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif deskriptif sesuai dengan pandangan Creswell (2010), sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam, dokumentasi, dan pertanyaan kuesioner. Wawancara dilakukan secara bertatap muka kepada informan dengan mengajukan pertanyaan yang dapat memancing pandangan dan pendapat informan.

Temuan penelitian sebagai berikut: Implementasi Kebijakan Pelimpahan Kewenangan Bupati Kepada Camat dalam Pemberian Izin Usaha Mikro dan Kecil di Kabupaten Nias belum berjalan konsisten. Hal ini dibuktikan dengan kewenangan pemberian IUMK hanya berjalan setahun, walaupun belum pernah dievaluasi oleh Pemerintah Daerah. Hasil dari analisa model kebijakan Pelimpahan Kewenangan Bupati Kepada Camat dalam Pemberian Izin Usaha Mikro dan Kecil Dalam Rangka Otonomi Daerah di Kabupaten Nias  menggunakan model Grindel, peneliti menemukan beberapa elemen baru, antara lain: 1) Standar Penilaian Pelayanan (Standarization Serving), Standarisasi dirumuskan dalam bentuk Standar Operasional Prosedur; 2) Koordinasi (Coordination), perlu adanya koordinasi antara dinas terkait dengan kecamatan secara berkelanjutan; 3) Sosialisasi (Socialization), perlu selalu diadakan bentuk komunikasi aktif yang dilakukan Pemerintah Daerah Kabupaten Nias kepada para camat; 4) Sumber Daya Manusia (Human Resources), diperlukan pendidikan dan pelatihan bagi PNS di Kantor Kecamatan; 5) Dukungan (Support), Dukungan pemerintah daerah kepada pemerintah kecamatan; 6) Evaluasi dan Monitoring (Evaluation and Monitoring), evaluasi dan monitoring serta  pelaporan secara kedinasan perlu dilaksanakan secara periodik. Hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi bagi Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah dalam pelayanan perizinan izin usaha mikro dan kecil.

Dr.Ayler Beniah Ndraha,S.STP, M.Si , dengan prestasi studi ini dan dengan ilmu yang saudara dapatkan selama mengikuti perkuliahan di Program Studi Ilmu Pemerintahan, kini saudara dihadapkan pada tantangan yang lebih besar dan sekaligus tuntutan profesi yang lebih berat. Artinya, secara keilmuan, Saudara dituntut untuk secara berkelanjutan mendharmabaktikan ilmu pemerintahan tersebut bagi kepentingan masyarakat, bangsa, dan Negara. Kami berharap dan berpesan kepada saudara agar dapat membuktikan segenap kemampuan profesional saudara di berbagai bidang, serta berperan aktif dalam menyatukan ilmu pemerintahan dan ilmu sosial kemasyarakatan lainnya yang saudara telah miliki sebelumnya untuk pengembangan ilmu pemerintahan pada khususnya. Jauhkanlah rasa bangga yang berlebihan yang dapat berujung pada kesombongan, gunakanlah ilmu padi yang semakin berisi semakin merunduk, dan jadilah insan profesional yang bertaqwa dan berguna bagi masyarakat, bangsa, dan Negara. Pesan Rektor IPDN. (Joko Susilo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: