Pasar Tumpah Ruah Di Jalan Utama Perumahan Dukuh Zamrud, Dikhawatirkan Jadi Ajang Penyebaran Covid-19

Foto: Keramaian di jalan utama Perumahan Dukuh Zamrud, Padurenan, Mustikajaya, tampak kepadatan kenderaan dan pedagang yang menggelar lapak di dua sisi jalan. Sabtu (23/5/2020) pukul 16:00

Kota Bekasi, aspirasipublik.com – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid III di Kota Bekasi dua hari terakhir Lebaran Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah sepertinya tidak berlaku di Mustikajaya. Hal ini terlihat dari suasana ramai tanpa mematuhi aturan PSBB dan anjuran menjaga kesehatan wabah Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Ramainya dua sisi kiri kanan jalan utama di Perumahan Dukuh Zamrud, Kelurahan Padurenan, Kecamatan Mustikajaya, oleh pedagang menggelar dagangan itu sejak Jumat (22/5/2020) malam tidak lagi memberlakukan penutupan jalan. Sebelumnya, penutupan jalan utama tersebut ditutup pada pukul 20:00 sejak 10 Mei 2020 kini tidak lagi berlaku.

Keramaian terlihat sejak pukul 16:00 hingga pukul 23:00 maaih banyak warga yang berbelanja khususnya kebutuhan pakaian lebaran.

“Ngeri saya melihat jalan seperti ini, naik sepeda motor saja sulit menembus keramaian di jalan utama mulai dari pertiga KFC sampai bundaran patung kodok,” kata Resmen salah seorang warga Padurenan kepada aspirasipublik.com, Sabtu (23/5/2020) petang.

Lain lagi, Sugianto warga Kelurahan Cimuning yang bersebelahan dengan Dukuh Zamrud mengutarakan keramaian tersebut dapat menyebar wabah pandemi Covid-19. “Cimuning merupakan zona hijau, ini sangat rentan tertular dengan keramaian di Dukuh Zamrud,” ucapnya.

Sementara, salah seorang warga Dukuh Zamrud yang tak ingin disebutkan identitasnya menyatakan pasar tumpah di sepanjang jalan utama Dukuh Zamrud ini sudah lebih 10 tahun beroperasi yang dikoordinir pihak tertentu dengan mengutip sewa pedagang yang berjualan di sepanjang jalan.

“Dengar – dengar ada setoran termasuk setoran ke RT dan RW yang masuk wilayah lapak pedagang itu. Untuk kejelasannya bisa ditanyakan ke RT dan RW nya saja,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakannya, seperti malam takbiran tahun tahun sebelumnya pedagang di jalan utama menggelar dagangannya sampai subuh. “Ini perlu tindakan konkrit dari Kelurahan atau Kecamatan bahkan kami berharap Wali Kota bisa memantau malam ini agar melihat langsung keramaian. Sudah tidak ada lagi PSBB disitu, tidak ada sosial distancing, bahkan tidak sedikit warga maupun pedagang tidak menggunakan masker. Lihat saja langsung biar Pak Wali Kota tahu tak ada jaga jarak, ibarat kata PSBB bubar dach di Mustikajaya,” Pungkasnya. (Prima/Pardamean)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: