Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Mitra Karya Bekasi, Gelar Aksi Terdampak PSBB

Bekasi, aspirasipublik.com – Seperti yang kita ketahui Pandemi Covid-19 merupakan bencana yang mengancam kehidupan masyarakat Indonesia bahkan mendunia, seperti saat ini Kota Bekasi merupakan salah Kota yang tercatat sebagai kota zona merah Covid-19, hari ini pun kota Bekasi telah menjalankan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dengan menerapkan panduan protocol Pembatasan Sosial Berskala Besar yang dikeluarkan Kemenkes.

Adanya PSBB mengakibatkan aktivitas masyarakat terbatasi oleh ada PSBB tersebut. PSBB tersebut tidak hanya berdampak pada dunia ekonomi saja akan tetapi dengan adanya PSBB sangat berdampak pada dunia pendidikan.

Yusril, Presma Universitas Mitra Karya Kota Bekasi, didampingi Reza dari senat Fisip Unisma menjelaskan,ditengah pandemi Covid-19 seperti ini orang tua wali murid menjerit memikirkan bagaimana keberlangsungan pendidikan anak-anaknya, untuk memenuhi kebutuhan makan minum saja susah apalagi membiayai pendidikannya, Kamis (04/06/2020).

Lanjut Yusril, pendidikan terus berlangsung dengan menggunakan daring (zoom, google classroom, google Vidio), dimana setiap hari harus mengeluarkan biaya pulsa. Seharusnya Pemerintah mengambil kebijakan untuk meringankan biaya pendidikan apalagi rata-rata pendidikan tinggi di Kota Bekasi swasta, namun sampai saat ini pemerintah daerah terlihat cuek dengan persoalan tersebut.

Maka dengan melihat hal tersebut BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA UNIVERSITAS MITRA KARYA meminta kepada pemerintah Kota Bekasi untuk :

1. Bebaskan Biaya Pendidikan Seutuhnya.

2. Pemerintah Kota Bekasi membentuk Perwal terkait Bebas Pendidikan di masa Pandemi COVID-19

Sebagaimana sudah dijelaskan dalam UUD. (Pasal 31 UUD 1945

Ayat 1) “Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan”

Dan (Pasal 31 ayat 2 ) ” Setiap warga negara mendapatkan pendidikan dasar dan negara wajib membiayainya.” Ditambah lagi (Pada pasal 31 ayat 4)”Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional,tegas Yusril.

Aksi tadi kita dipertemukan dengan pihak Dinas Pendidikan namun kita tidak puas dengan penjelasan dari dinas terkait. Kita kecewa karena pimpinan kota Bekasi, Pepen tidak langsung menemui massa aksi tersebut,kata Yusril dengan kesal. (Prima/Pardamean)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: