Wakil Wali Kota Bekasi Tri: Penumpang Jangan Saling Berebutan Dan Saling Dorong Masuk Ke Kereta

Foto: Peron Stasiun Bekasi

Kota Bekasi, aspirasipublik.com – Stasiun Bekasi membatasi kapasitas penumpang di peron sebanyak 250 orang.

Penumpang lain harus mengantre di depan loket hingga area parkir untuk menanti diizinkan masuk ke peron.

Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menjelaskan aturan itu untuk menghindari penumpukan akibat lonjakan penumpang.

“Di emplasemen (peron) itu 250 orang. Jadi di sesuaikan dengan kuota kapasitas rangkaian kereta,” kata Tri, Selasa (16/6/2020).

Dia menilai masih ada sejumlah perbaikan yang harus dilakukan di stasiun itu. Misal, pengaturan area parkir kendaraan yang menganggu antrean calon penumpang KRL.

“Ketertiban optimalisasi daripada atrean yang ada, tentunya harus ada beberapa yang harus diperbaiki terkait masih ada pengguna KRL yang parkir sembarang sehingga mengganggu proses atrean yang ada,” imbuhnya.

Tri juga meminta penumpang jangan saling berebutan dan saling dorong masuk ke kereta. Apalagi mereka yang sudah di peron dipastikan bisa masuk ke dalam gerbong kereta.

“Ini pola perilaku yang harus diubah, ketika mereka sudah masuk ke dalam emplasmen (peron) ada satu keyakinan kalau mereka akan mendapatkan kereta jadi enggak perlu harus berebut dan ini membutuhkan waktu ya,” ucapnya.

Tri mengimbau agar tetap peduli kesehatan, tetap mematuhi protokol kesehatan wajib memakai masker, tetap menjaga jarak dan rajin mencuci tangan.

“Karena mau bagaimana pun mencegah lebih baik daripada mengobati,” tutupnya. (Prima/Pardamean)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: