Bupati Lombok Barat Keluarkan SK Penetapan Status Tansisi New Normal

Giri Menang, aspirasipublik.com – Berdasarkan kondisi epidemologis dan Corona Covid-19 Lombok Barat berada di zona kuning, Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid mengeluarkan Surat Keputusan (SK)  bernomor :569.A/90/BPBD/2020 Tentang penetapan status transisi New Normal menuju masyarakat produktif dan aman Covid-19 di Kabupaten Lombok Barat.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Lombok Barat Dr H Baehaqi pada acara rapat teknis yang membahas transisi New Normal. Acara ini juga dihadiri Asisten I H. Agus Gunawan, Kapolres Lombok Barat Bagus Satriyo Wibowo, para Camat, Danposramil dan Kapolsek se Lombok Barat. Acara ini berlangsung di Ruang Jayengrana Kantor Bupati Lombok Barat, Kamis (18/6).

Sekda H. Baihaqi menjelaskan kondisi ril Kabupaten Lombok Barat dua bulan terakhir. Dimana kondisi kabupaten ini berada di zona kuning sesuai kondisi epidemiologis daerah Lombok Barat dengan nilai skor 80-95. Sementara zona merah nilainya 60-80 sedangkan hijau 100 sesuai surat edaran Kementrian Kesehatan RI.

“Tren ODP, PDP harian di Lombok Barat dari tanggal 1 Mei -14 Juni 2020 menurun,”kata Baehaqi.

Untuk itu, sekda targetkan untuk keluar dari transisi New Normal menuju normal kembali perlu ada penanganan dan pencegahan dimulai dari hulu.

“Jika dimulai dari hulu penanganannya maka yang terdampak Covid-19 berkurang mulai dari Swab, Rapid test, dan tentu pasien positif akan berkurang, “harap sekda.

Dikatakan Baehaqi, satgas pencegahan dan penanganan Covid-19 di alihkan ke masing masing kecamatan dengan melibatkan forkopicam, tokoh agama, desa dan unsur lainnya untuk menjadi satu kesatuan di tingkat kecamatan.

“Masuknya tim pencegahan Kabupaten di tingkat Kecamatan akan lebih tinggi penanganannya lagi serta meningkatkan kinerja untuk tidak menambah orang terinfeksi lagi, ” harapnya.

Kapolres Lombok Barat AKBP. Bagus Satriyo Wibowo setelah melakukan pemantauan di lapangan menyebut selaku pelaksana di lapangan perlu ada komitment bersama terkait satu arah dalam penangan Covid 19.

Selanjutnya pada kesempatan itu kapolres pun minta pihak  Kecamatan mulai bertindak. Karena menurut Bagus para tokoh agama yang berperan di satgas di tingkat kabupaten seperti tokoh agama termasuk ketua MUI bisa diberdayakan di masing masing desa.

“Silahkan koordinasi dengan kapolsek, danramil, jika tidak bisa kapolsek bersama danramil dapat berkoordinasi dengan kapolres dan dandim termasuk dinas lainnya,”jelasnya.

Di tempat yang sama Camat Batulayar Sahrudin siap satu suara dan satu kebijakan dengan harapan dukungan yang maksimal.  “Tugas besar yang akan kami emban di kecamatan jangan sampai tidak didukung maksiml oleh pemerintah kabupaten atau kami di lberikan muatan besar namun tidak didukung dengan fasilitas maksimal,” ujarnya berharap. (Hendrakusumawati)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: