Dr. Asmaul Husnah, M. Si. Wanita Pertama Dari Aceh, Menyandang Gelar Doktor Ilmu Pemerintahan IPDN Kedepankan “Pentingnya Capacity Building Perempuan”

Foto: Dr. Asmaul Husnah, M. Si. menerima sertifikat

Jakarta, aspirasipublik.com – Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa/Allah SWT, pada hari ini, tanggal 23 juni 2020. Walaupun Dunia dan Indonesia sedang dilanda musibah wabah Corona (covid 19 ) tidak menghalangi jalnnya prosesi sidang promosi Doktor IPDN. Dimana kegiatan ini harus dilakukan melalui daring dan hadir langsung di kampus IPDN Jakarta, dengan Bangga Dr.  Asmaul Husnah.M. Si  berhasil menyandang gelar Doktor Ilmu Pemerintahan IPDN yang ke 105 dan wanita pertama kali yang menyandang gelar Doktor Ilmu Pemerintahan dari Provinsi Aceh. 

Adapun tim Promotor yang terdiri dari: Promotor: Prof. Dr. Tjahya Supriatna, SU. Co-Promotor  1: Prof. Dr. H.M. Aries Djaenuri, MA. Co-Promotor  2 : Dr. Hyronimus Rowa, M. Si. Dengan judul disertasi: “CAPACITY BUILDING PEREMPUAN DALAM BIDANG PEMERINTAHAN DI KABUPATEN ACEH TENGAH PROVINSI ACEH.”

Pada saat sidang ujian naskah disertasi dengan susunan tim penguji, para guru besar, termasuk oponen ahli yang terdiri dari: 1. Dr. Hadi Prabowo, MM.  (Rektor IPDN), 2. Prof. Dr. Khasan Effendy, M.Pd (penguji hadir langsung), 3.       Prof. Dr. Ngadisah, MA. (Penguji sekaligus memimpin jalannya sidang bersama Direktur Pasca Sarjana) 4. Prof. Muchlis Hamdi, MPA, Ph.D (Penguji hadir langsung), 5. Prof. Dr. J. Basuki, M.Psi (penguji melalui Daring), 6. Dr. Sampara Lukman, MA.(Direktur Pasca Sarjana Hadir Langsung), 7. Dr. Kusworo, M.Si (hadir langsung), 8. Dr. Ir. Dedeh Maryani, MM (hadir langsung).

Latar Belakang Dr. Asmaul Husnah. M. Si.  dilahirkan di Kota Takengon Aceh Tengah, pada Tanggal  21 November 1971. merupakan anak pertama  dari  sebelas bersaudara pasangan (Almarhum) Bapak Ibrahim dan Ibu Kausar, Alamat Tempat Tinggal Kampung Blangkolak II Takengon Aceh Tengah

Riwayat Pendidikan: SDN 1 Takengon,  Lulus Tahun 1984, SMPN 1 Takengon, Lulus Tahun 1987, SMAN 1 Takengon,  Lulus Tahun 1990, Diploma III Kesekretariatan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Lulus Tahun 1994, S1 Jurusan Politik Pemerintahan, Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) Jakarta , Lulus Tahun 2004, S2 Program Studi Magister Ilmu Pemerintahan Pascasarjana Universitas Padjajaran, Lulus Tahun 2008.

Riwayat Pekerjaan: PNS pada Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Tengah sampai sekarang.

Dalam kedudukannya sebagai pegawai negeri, memiliki semangat dan dedikasi sangat tinggi untuk belajar ilmu pemerintahan. Fenomena-fenomena pemerintahan yang dialaminya dalam pekerjaan sehari-hari sebagai staf di berbagai bidang  pada pemerintah daerah Kabupaten Aceh Tengah serta sebagai pemerhati perempuan dan anak membangkitkan rasa ingin tahu dan sekaligus mendorong keinginannya untuk menyumbangkan pemikiran ilmu pengetahuan terutama ilmu pemerintahan dalam peningkatan keterlibatan perempuan dalam pemerintahan.

Oleh karena itu Dr.  Asmaul Husnah, M. Si. tertarik meneliti tentang Capacity Building Perempuan Dalam Bidang Pemerintahan Di Kabupaten Aceh Tengah Provinsi Aceh, berdasarkan hasil penelitiannya, bahwa capacity building perempuan dalam bidang pemerintahan masih belum sepenuhnya berpihak kepada keadilan  perempuan, sehingga dalam pelaksanaannya belum mendorong kemajuan perempuan untuk berperan aktif dalam pemerintahan. Dalam penelitian ini ia menggunakan teori-teori tentang pemerintahan, fungsi pemerintahan, serta teori capacity building.

Sehingga meyakini dari hasil penelitian bahwa capacity building perempuan dalam bidang pemerintahan masih belum mampu memenuhi tujuan pemerintah untuk mensejahterakan, memberikan kebahagiaan dengan menjamin keadilan kepada perempuan, berdasarkan hasil kajian terhadap capacity building perempuan dalam bidang pemerintahan di Kabupaten Aceh Tengah Provinsi Aceh, maka dapat disimpulkan bahwa:

1. Capacity Building Perempuan Dalam Pemerintahan Pada Pemerintahan Kabupaten Aceh Tengah Provinsi Aceh belum optimal terbangun,  baik pada mikrostruktur maupun  makrostruktur.

Pemerintah Daerah belum mampu membangun dan mengubah perspektif yang kurang menguntungkan tentang perempuan dalam pemerintahan yang menyebabkan  Sumber Daya Manusia (SDM) perempuan baik potensi kualitas dan kuantitas kurang termanfaatkan. Dalam penguatan organisasi, belum terbangun culture set dan mind set yang berpihak kepada perempuan serta dalam reformasi kelembagaan diakui peraturan dan kebijakan sudah sangat berpihak kepada perempuan tetapi pada tatanan implementasi belum berjalan optimal dan pada era otonomi daerah sosok pimpinan daerah memegang peranan yang sentral dalam membangun kemajuan perempuan dalam bidang pemerintahan.

2. Hambatan capacity building perempuan dalam bidang pemerintahan  di Kabupaten Aceh Tengah

a. Masih rendahnya kemauan perempuan dalam meningkatkan dirinya, ini ditunjukkan dengan kurang berminatnya perempuan dalam meningkatkan pendidikannya, perempuan kurang menguasai teknologi sebagai pilihan dalam mempermudah pekerjaan serta secara ekonomi perempuan masih belum mandiri yang juga akan mempengaruh kemandiran hak pilih dan dipilihnya.

b. Belum optimalnya pelaksanaan Pengarusutamaan Gender (PUG) oleh Badan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Aceh Tengah sehingga tujuan kesetaraan dan peningkatan pelibatan perempuan dalam pembangunan  belum  tercapai.

c. Masih adanya resistensi terhadap  perempuan dalam pemerintahan sebagai akibat masih kuatnya budaya patriarki dalam masyarakat dan budaya ini juga berkembang dalam budaya organisasi, ditunjukkan dengan masih adanya pemilahan pekerjaan berdasarkan peran  ocus mo perempuan.

d. Masih kurangnya perhatian dan prioritas pimpinan daerah dalam peningkatan capacity building perempuan dalam bidang pemerintahan,  ini ditunjukkan dengan kurangnya anggaran dan kegiatan yang menunjang perempuan dalam bidang pemerintahan serta posisi kantor yang menunjukkan pengabain terhadap keamanan dan kenyamanan pegawai  perempuan dan belum sesuai dengan kaidah ideal tempat pelayanan masyarakat.

3. Model capacity building perempuan dalam bidang pemerintahan, sehubungan dengan hal tersebut, Dr.  Asmaul Husnah,M.Si.  merekomendasikan model capacity building perempuan dalam bidang pemerintahan pada pemerintahan daerah, yakni dengan mengembangkan potensi perempuan dan optimalisasi  kinerja  pemerintah dengan melakukan perubahan perspektif  gender (Gender Perspective Reform) sebagai prasyarat efisiensi, efektivitas serta responsivitas kinerja pemerintah dalam melakukan capacity building perempuan dalam bidang pemerintahan melalui penyadaran (conscientization) terhadap keberpihakan mikrostruktur dan makrostruktur dalam mendukung salah satu  tujuan dari  reformasi birokrasi yaitu pengembangan  pola  ocus (mind set) dan budaya kerja (culture set) dalam organisasi pemerintah sehingga terbangun stabilitas keberpihakan yang  konstruktif. Penelitian ini, sangat relevan dan memiliki urgensi yang tinggi terhadap peningkatan peran perempuan dalam pemerintahan di tengah minimnya kualitas dan kuantitas perempuan yang terlibat dalam pemerintahan.

Penelitian ini menarik dan penting, bahkan menurut kami penelitian ini sangat orisinil karena belum ada penelitian secara komprehensif terkait dengan model capacity building perempuan dalam bidang pemerintahan. Sehingga hasil penelitian ini dinilai mempunyai kegunaan/manfaat ganda, baik secara akademik maupun secara praktis dalam membantu pemerintah daerah terkait dengan capacity building perempuan dalam bidang pemerintahan di daerah, khususnya di Kabupaten Aceh Tengah Provinsi Aceh.

Berdasarkan kenyataan yang diperoleh melalui hasil penelitiannya, baik ditinjau dari aspek ontologis,  ocus mology maupun aksiologis, temuan Promovenda dengan  ocus pada capacity building perempuan dalam bidang pemerintah dan  ocus pada model capacity building perempuan dalam bidang pemerintahan di Kabupaten Aceh Tengah Provinsi Aceh,  layak memperkuat pemikiran bahwa capacity building perempuan dalam bidang pemerintahan belum sepenuhnya berpihak dan membangun kemampuan potensi perempuan sebagai State of the art dari penelitian ini. Dengan demikian secara akademik hasil penelitian Dr.  Asmaul Husnah, M. Si. ini akan memberikan sumbangan pemikiran bagi pengembangan ilmu pengetahuan, terutama yang berkaitan dengan ilmu pemerintahan. Hasil penelitian ini juga memberikan manfaat praktis bagi penyelenggaraan pemerintahan daerah khususnya dalam capacity building perempuan dalam bidang pemerintahan di Kabupaten Aceh Tengah Provinsi Aceh. Pesan Promotor terhadap Saudari Doktor Asmaul Husnah, dengan prestasi studi tersebut, dan dengan ilmu yang Saudari dapatkan selama mengikuti Program Studi Doktor Ilmu Pemerintahan, kini Saudari dihadapkan pada tantangan yang lebih besar dan sekaligus tuntutan profesi yang lebih berat. Artinya langkah panjang Saudari didunia keilmuan untuk mendarmabaktikan Ilmu Pemerintahan tersebut bagi kepentingan masyarakat, bangsa dan negara yang lebih luas. Kami berharap dan berpesan kepada Saudari hendaknya Saudari dapat membuktikan segenap kemampuan profesional Saudari diberbagai bidang, serta berperan aktif dalam forum pengembangan Ilmu Pemerintahan pada khususnya. Jauhkanlah rasa bangga yang berlebihan apalagi sombong, gunakan ilmu padi yang semakin berisi semakin merunduk,  jadilah insan profesional yang taqwa, berguna bagi masyarakat, bangsa dan negara. (Joko Susilo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: