Dr. H. Suardi, SKM.,MPH. ASN Pertama dari Kabupaten Lombok Timur Provinsi NTB Meraih Gelar Doktor Ilmu Pemerintahan IPDN Ke112

Jakarta, aspirasipublik.com – Dengan perkembangan teknologi saat ini dan mungkin 10-20 tahun ke depan, proses belajar dapat terjadi kapan saja, di mana saja, dengan siapa saja tanpa batas ruang dan waktu. Pandemi Covid-19 sangat berdampak pada dunia pendidikan di Indonesia. Hal tersebut tidak menghalangi proses sidang pomosi Doktor Ilmu pemerintahan  Dr. H. Suardi,SKM.,MPH. pada hari Kamis, tanggal 16 juli 2020 di kampus IPDN gedung Pasca Sarjana Cilandak Jakarta Selatan. Saudara Suardi berhasil mempertahankan Disertasinya yang  berjudul “Pengaruh Reformasi Birokrasi dan Budaya Kerja terhadap Kinerja Pegawai di Rumah Sakit Umum Dr. R. Sodjono Selong Kabupaten LombokTimur Provinsi NTB di hadapan para Penguji yang terdiri dari: 1. Dr. Hadi Prabowo, MM (Rektor IPDN sebagai Ketua Dewan Penguji), 2.Prof. Dr. Ngadisah, MA., 3. Prof. Dr. Drs. Ermaya Suradinata, SH, MH, M.Si., 4. Prof. Dr. Khasan Effendy, M.Pd, 5. Prof. Dr. H.M. Aries Djaenuri, MA., 6. Prof. Dr. Erliana Hasan, M.Si.,7. Dr. Sampara Lukman, MA. 8. Dr. Drs. Kusworo, M.Si. 9. Dr. Ali Hanafiah Muhi, M.Si. 10. Dr. Irwan Tahir, M.Si. 11. Dr. Layla Kurniawati, M.Pd.

Riwayat singkat Dr. H. Suardi,SKM.,MPH dilahirkan di Dusun Bore, Desa Kopang Rembiga Kecamatan Kopang Lombok Tengah pada tanggal 31 Desember 1972. Pernikahannya dengan Suzana Yulianti, S.Kep. Ns telah dikaruniai 3 orang anak, yakni Alfin Musa Bhakti, Dzakir Muhammad Naufal dan Dzakir Muhammad Ghiffari. Jenjang pendidikan umum Promovendus dimulai dari SD, SMP dan SLTA diselesaikan di Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah. Promovendus menyelesaikan Diploma III di APK-TS Denpasar, S1 Kesehatan Masyarakat di UNTB Mataram,  kemudian Magister of Public Health di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada tahun 2009. Sejak tamat pendidikan Diploma III dari APK-TS Denpasar Promovendus berkarya sebagai seorang Aparatur Sipil Negara atau ASN di  Kabupaten Lombok Timur.

Disertasi Dr.H.Suardi.,SKM.,secara konseptual berawal dari fenomena keluhan masyarakat terhadap lambatnya pelayanan di pusat-pusat pelayanan publik seperti pelayanan kesehatan baik di Puskesmas maupun di rumah sakit akibat rentang  birokrasi yang terlampau panjang dan berbelit-belit yang bersumber dari kalangan birokrat yang akan menghambat kinerja birokrasi. Melihat bahwa ada permasalahan terkait reformasi birokrasi yang belum berjalan dengan optimal secara menyeluruh dan  budaya kerja yang masih belum produktif sehingga berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Sementara dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005-2025 (RPJPN 2005-2025) yang menyatakan bahwa: “Pembangunan aparatur negara dilakukan melalui reformasi birokrasi untuk meningkatkan profesionalisme aparatur negara dan untuk mewujudkan tata pemerintahan yang baik, di pusat maupun di daerah, agar mampu mendukung keberhasilan pembangunan di bidang-bidang lainnya. Oleh karena itu dipandang perlu adanya sebuah  strategi model kinerja  yang tepat sesuai tujuan reformasi birokrasi.

Hasil analisa ASOCA berupa strategi model “ARITMATIC(Ability, Responsibility, Innovation, Team Work, Motivation, Agility, Technology, Information dan Culture) dapat disarankan sebagai model yang tepat  dalam merumuskan strategi pengembangan kinerja berdasarkan aspek kemampan (Ability), kekuatan (Strength), dan kecerdasan (Agility) untuk dapat memaksimalkan peluang (Opportunity) dan budaya (Culture) dalam rangka meningkatkan kinerja pegawai. Penelitian ini memiliki perbedaan dengan penelitian-penelitian terdahulu, baik dari lokus maupun fokus, pemilihan unit analisis, dan teknik analisis data. Dalam pembahasan “menggunakan Teori ilmu pemerintahan sebagai grand theory,  middle theory menggunakan teori kebijakan publik, old public administration, new public manajement dan new public service  Sedangkan applied theory menggunakan teori reformasi birokrasi (Weisbord dalam Thoha, 2002:103),   teori budaya kerja (Moeljono, 2004:128)  dan teori kinerja (Micthell, dalam sedarmayanti 1996:51). Temuan Promovendus dalam penelitian  menjadi sebuah novelty dengan melahirkan sebuah strategic modelARITMATIC” yang bisa diterapkan di berbagai bidang organisasi, baik organisasi pemerintah maupun swasta untuk mencapai kualitas kinerja yang produktif.

Ada yang menarik dalam pidato sambutan setelah pengukuhan menjadi seorang Doktor Ilmu Pemerintahan bahwa “ Dr. H. Suardi, SKM, MPH tidak pernah bermimpi meraih gelar “Doktor Ilmu Pemerintahan” di IPDN karena latar belakang pendidikannya dari Ilmu Kesehatan tapi pernah punya cita-cita. Sejak dari bangku SD sampai SMA selalu juara umum dan bercita-cita masuk sekolah APDN, tetapi baru dirasakan ternyata tidak ada artinya juara umum karena pada saat mau mendaftar langsung ditolak karena tinggi badan yang tidak mencukupi alias pendek padahal setiap selesai sholat selalu berdo’a “Ya Allah ijinkan hamba bisa melanjutkan sekolah di APDN. Sempat merasakan kecewa dan ternyata do’a saya bukan tidak Allah kabulkan melainkan Allah masih simpan dan ganti dengan yang lebih tinggi, bukan sekolah Akademik (APDN) melainkan S3 Doktor IPDN yang Allah berikan”. Demikian penggalan pidato yang disampaikan saudara Suardi yang merupakan anak dari  pasangan H. Soman bin H. Abdussalam dan Hj. Saridah  dari kampung Bore, desa Kopang Rembiga kabupaten Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat.

Di bagian lain dalam Nasehat Akademik yang disampaikan oleh  Prof. Dr. Drs. Ermaya Suradinata, SH, MH, M.Si  selaku Promotor menyampaikan Doktor SUARDI, dengan prestasi studi ini dan dengan ilmu yang saudara dapatkan selama mengikuti perkuliahan di Program Studi Ilmu Pemerintahan, kini saudara dihadapkan pada tantangan yang lebih besar dan sekaligus tuntutan profesi yang lebih berat. Artinya, secara keilmuan, Saudara dituntut untuk secara berkelanjutan mendarmabaktikan ilmu pemerintahan tersebut bagi kepentingan masyarakat, bangsa dan negara. Kami berharap dan berpesan kepada saudara agar  dapat membuktikan segenap kemampuan professional saudara di berbagai bidang, serta berperan aktif dalam menyatukan ilmu pemerintahan dan ilmu kesehatan yang saudara telah miliki sebelumnya untuk pengembangan ilmu pemerintahan pada khususnya. Jauhkanlah rasa bangga yang berlebihan yang dapat berujung pada kesombongan, gunakanlah ilmu padi yang semakin berisi semakin merunduk, dan jadilah insan  profesional  yang bertakwa dan berguna bagi masyarakat, bangsa, dan negara. (JSRW)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: