Dr. Jujun Juhana, A.Ks, M.Si Camat Cisurupan Kab. Garut Prov. Jawa Barat Raih Doktor Ilmu Pemerintahaan Ke 115 Dengan Predikat Sangat Memuaskan

Jakarta, aspirasipublik.com – Pada hari ini tanggal 20 Juli 2020 yang berlangsung dari Pukul  09.00 sampai pukul 12.00 Wib di kampus IPDN Cilandak gedung Pasca Sarjana Dr . Jujun Juhana ,A.Ks .M.Si Berhasil mempertahankan Disertasinya Dihadapan Promotor dan penelaah / Penguji ,Dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid-19 . Sidang yang dipimpin langsung Direktur Pasca Sarjana Dan Ketua Prodi Pasca Sarjan Mewakili atas nama Rektor IPDN , Komisi Promotor yang terdiri atas: 1. Prof. Dr. Sadu Wasistiono, M.Si (Hadir Langsung), 2. Dr. Irwan Tahir, M.Si (Melalui Daring), 3. Dr. Kusworo, M.Si (Hadir Langsung)

Tim Penguji/Penelaah yang terdiri atas:1. Dr. Hadi Prabowo, MM. (Rektor IPDN), 2. Prof. Dr. Khasan Effendy, M.Pd (Hadir Langsung), 3. Prof. Dr. Ngadisah, MA (Kepala Prodi Pasca Sarjana Memimpin jalannya Sidang), 4. Prof. Dr. H.M Aries Djaenuri, MA (Hadir Langsung), 5. Prof. Dr. Juanda, SH., MH (Melalui Daring), 6. Dr. Sampara Lukman, MA (Direktur Pasca Sarjana Memimpin jalannya sidang Bersama Ka Prodi), 7. Dr. Ali Hanafiah Muhi, MP (Hadir Langsung), 8. Dr. Ir. Dedeh Maryani, MP (Hadir Langsung)

Riwayat singkat Dr . Jujun Juhana , A.Ks, M.Si dilahirkan di Garut, pada tanggal 10 Juli 1964, dari pasangan Bapak H. Engkos Kosasih (alm) dan Ibu Hj. Edja Sutedja (almh). Pernikahannya dengan Hj. Tinlatina Safrinawati, S.Sos, M.Si telah dikaruniai 2 putra-putri yaitu Muhammad Wiranata Pratama dan Erina Azahra Amalia.

Riwayat Pendidikan

  1. Sekolah Dasar Negeri di Garut,  Lulus 1977; 2.
  2. Sekolah Menengah Pertama Pasundan 2 di Garut, lulus 1981;
  3. Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN 1) Garut, lulus 1984;
  4. Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung, Diploma III lulus 1988;
  5. Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung, Diploma IV lulus 1995 (Gelar Ahli Kesejahteraan Sosial/A.Ks);
  6. Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Garut, lulus 1997 (Gelar S.Sos);
  7. Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN), lulus 2009 (Gelar M.Si).

Riwayat Pekerjaan/Jabatan

  1. Staf Seksi BKS Kanwil Departemen Sosial Provinsi Timor Timur di Dili (1989-1991);
  2. Staf Kantor Pembantu Gubernur Wilayah II Ermera Provinsi Timor Timur (1991-1993);
  3. Staf STKS Departemen Sosial RI di Bandung (1993-1995);
  4. Petugas Sosial Kecamatan Ermera Kanwil Sosial Provinsi Timor Timur (1995-1997);
  5. Staf RTS Kanwil Depsos Provinsi Timor Timur (1997-1999);
  6. Staf Kanwil Depsos Provinsi Jawa Barat (1999);
  7. Staf Dinas Sosial Tk. I Provinsi Jawa Barat (2000);
  8. Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Singajaya Pemerintah Kabupaten Garut (2001-2003);
  9. Sekretaris Kecamatan Caringin Pemerintah Kabupaten Garut (2003-2005);
  10. Sekretaris Kecamatan Pakenjeng Pemerintah Kabupaten Garut (2005-2006);
  11. Sekretaris Kecamatan Cikelet Pemerintah Kabupaten Garut (2006-2007);
  12. Camat Cikelet Pemerintah Kabupaten Garut (2007-2008);
  13. Camat Pameungpeuk Pemerintah Kabupaten Garut (2008-2011);
  14. Camat Leuwigoong Pemerintah Kabupaten Garut (2011-2015);
  15. Camat Cihurip Pemerintah Kabupaten Garut (2015-2016);
  16. Camat Cisurupan Pemerintah Kabupaten Garut (2016- sekarang).

Disertasi Dr. Jujun Juhana ,A.Ks .M.Si  yang berjudul: ”Pengaruh Pelimpahan Wewenang, Alokasi Anggaran dan Kepemimpinan terhadap Kinerja Kecamatan di Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat” , secara konseptual terinspirasi dari isu penting mengenai masalah kinerja Kecamatan dalam penyelenggaraan pemerintahan Daerah.Berangkat dari isu penting itulah maka menurut hemat kami masalah ini aktual untuk diteliti dan relevan dengan bidang yang ditekuni promovendus yang mendalami bidang ilmu pemerintahan.Penelitian ini mempunyai perbedaan yang spesifik dengan penelitian-penelitian terdahulu, baik dari segi lokasi, teori yang digunakan, obyek penelitian, unit analisis, maupun teknis analisis data. Temuan penelitian yang dijadikan dasar penyusunan konsep baru oleh Dr . Jujun Juhana ,A.Ks .M.Si diharapkan dapat memperkaya kajian teoritis dan dukungan empiris yang berkenaan dengan pentingnya Kinerja kecamatan dalam penyelenggaraan birokrasi pemerintah Daerah. Kajian empirik ini secara spesifik diarahkan untuk membahas besarnya pengaruh Pelimpahan Wewenang, Alokasi Anggaran dan Kepemimpinan terhadap Kinerja Kecamatan di Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat. Proses pengaruh dianalisis menurut teori Pelimpahan wewenang dari Wasistiono, teori anggaran dari World Bank, teori kepemimpinan dari Hersey & Blanchard dan teori kinerja dari Prawiro Sentono.Menggunakan metode Penelitian Kuantitaf. Sampel penelitian sebanyak 286 responden diambil dari 1003 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan, kuesioner dan observasi. Analisis data menggunakan Analisis SEM.

Dr . Jujun Juhana ,A.Ks .M.Si telah berhasil memperoleh tiga temuan penelitian dan menyusunnya menjadi tiga konsep baru sebagai berikut: – Konsep Baru Pertama : Pendelegasian Wewenang Berbasis Dukungan Anggaran dan Personil  yang didefinisikan sebagai pelimpahan wewenang kepala daerah kepada camat yang disertai dukungan alokasi anggaran kinerja, dukungan alokasi anggaran kegiatan,  dan  dukungan sumber daya aparatur. Dalam definisi ini tercakup tiga dimensi dukungan kebijakan pelimpahan wewenang kepala daerah kepada camat: (1) Dimensi dukungan alokasi anggaran kinerja, (2) Dimensi dukungan alokasi anggaran kegiatan,  dan (3) Dimensi dukungan sumber daya aparatur. – Konsep Baru Kedua : Fleksibelitas Alokasi Anggaran Kecamatan yang didefinisikan sebagai kebijakan penyediaan dana taktis operasional pelaksanaan tugas dan fungsi jabatan  camat dan perangkat kecamatan yang mencakup fleksibelitas perencanaan alokasi anggaran;  fleksibelitas pelaksanaan alokasi anggaran; dan flesibelitas penatausahaan alokasi anggaran.Dalam definisi ini tercakup tiga dimensi penyesuaian dan kesesuaian besaran alokasi anggaran kinerja kecamatan: (1) Dimensi fleksibelitas perencanaan alokasi anggaran; (2) Dimensi fleksibelitas pelaksanaan alokasi anggaran; dan (3) Dimensi flesibelitas penatausahaan alokasi anggaran. – Konsep Baru Ketiga: Level Kesiapan Perangkat Kecamatan yang didefinisikan sebagai kesiapan personal dan kesiapan organisasional perangkat kecamatan untuk melaksanakan kewenangan, kebijakan dan  arahan tertentu camat yang meliputi kesiapan pimpinan perangkat kecamatan, kesiapan masing-masing urusan  kecamatan, kesiapan masing-masing seksi kecamatan, dan kesiapan staf kecamatan. Dari definisi konsep baru ini terbentuk empat dimensi kesiapan perangkat kecamatan : (1) Dimensi kesiapan pimpinan perangkat kecamatan, (2) Dimensi kesiapan masing-masing urusan  kecamatan, (3) Dimensi kesiapan masing-masing seksi kecamatan, dan (4) Dimensi kesiapan staf kecamatan.

Pesan Promotor kepada Doktor Dr.Jujun Juhana ,A.Ks .M.Si  , Kami berpesan kepada Saudara dapat membuktikan segenap kemampuan profesional saudara diberbagai bidang, serta berperan aktif dalam pengembangan ilmu pemerintahan khususnya. Jauhkanlah rasa bangga yang berlebihan dan berujung pada kesombongan, gunakanlah ilmu padi yang semakin berisi akan semakin merunduk, jadilah insan profesional yang bertaqwa, berguna bagi masyarakat, bangsa dan negara. (JSRW)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: