Warga Duren Sawit, Jak-Tim Dinyatakan Positive Terjangkit Covid-19

Jakarta, aspirasipublik.com – Bermula dari informasi tentang adanya salah seorang warga pondok kelapa, warga RT02/01 Kel.Pondok Kelapa, yang terkena positive Covid-19.

Awak media AP, coba menyambangi kediaman RT02/01 Kel.Pondok Kelapa, Gunawan, untuk menanyakan kebenarannya.

Lalu Gunawan, mengatakan,”benar pa, ada warga saya yang terjangkit positive Covid, yaitu, Amin, 36 thn, tinggal kontrak di RT02/01 NO.71,  Istri, Sri Rahayu 33 THN, punya anak dua, usia masih kecil, 8 th dan 5 tahun.

Amin juga bekerja di PPSU Kelurahan Pondok Kelapa, dan istrinya dagang kecil-kecilan di kontrakannya.

Adanya warga RT02/01 yang sudah dinyatakan positive Covid dari pihak puskesmas, cukup membuat resah masyarakat sekitar. Sehingga banyak warga yang menanyakan kepada Gunawan selaku Ketua RT nya. Bagaimana kelanjutan nasib si Amin itu. Lalu dijawab oleh Gunawan, kalau sdr.Amin sudah dikarantinakan di Rumah Sakit Umum Duren Sawit, berdasarkan rujukan dari Puskesmas setempat.

Berdasarkan informasi yang terkesan adanya salah prosedur, tidak memenuhi standar SOP tentang Covid, didapatkan kabar, kalau Amin salah seorang pekerja prasarana umum(PPSU) yang dinyatakan positive covid hasil dari pemeriksaan puskesmas. Dan pihak puskesmas segera memerintahkan untuk isolasi diri. Dan yang membuat awak media ingin tahu, adanya informasi kalau Amin, naik angkot untuk berangkat ke rumah Sakit Duren Sawit untuk Isolasi diri, katanya berdasarkan atas  perintah atasannya.

Dan kami awak media, ingin tahu dengan kabar tersebut, dan sempat menanyakan kepada istrinya Amin, Sri Rahayu 33 tahun, tentang kronologis awalnya, apa gejalanya, bisa dikatakan terkena Covid itu.

Dikatakannya, bahwa secara gejala”nya tidak ada, tau-taunya ada pemeriksaan Covid tes yang digelar di puskesmas sebanyak 80 orang dari seluruh pekerja PPSU.

Tes Covid yang diadakan pada Kamis 16/07/20. Dan Minggu 19/07/20 hasilnya sudah ada, yakni dikatakan kalau, Amin positive terkena Covid.

Mendengar jawaban seperti itu, otomomatis pihak keluarga(istri) kaget. Lalu oleh pihak puskesmas segera memerintahkan, untuk seluruh anggota keluarganya, untuk turut diperiksa kesehatannya.

Perintah itupun sudah dilaksanakan oleh istri dan dua anaknya, namun hasilnya hingga belum diketahui. Selanjutnya pada hari Senin 20/07/20 sekitar pukul 13.00 Amin berangkat ke RSU.Duren Sawit untuk memenuhi prosedur kesehatan dengan menggunakan angkot. Dari sinilah awalnya, kabar tersebar yang kami anggap simpang-siur menyebar kemana-mana. Hingga banyak masyarakat sekitar bertanya-tanya.

Apalagi ditambah kabar istrinya si Pasien, ketika ditanyakan oleh media, mengatakan tidak tahu, kenapa suaminya brangkat ke rumah sakit untuk Isolasi diri dengan menggunakan angkot.

Karna tidak adanya tranfaransi informasi yang akurat, yang ditrima oleh Sri Rahayu, istrinya.

Sehingga terkesan SOP Penanggulangan kepada orang yang sudah positive terjangkit virus Corona,seakan tidak dilaksanakan sebagaimana mestinya.

Seharusnya si pasien dijemput dengan ambulance dengan pekerja kesehatan yang menggunakan alat pelindung diri (APD).

Dan Ketua RT. 02/01 Gunawan sempat merasa heran, dengan apa yang terjadi dan dilakukan oleh warganya itu. Untuk itulah kami awak media, perlu untuk konfirmasi kepada orang yang bertanggung jawab dan selaku atasan dari si pasien, yakni ketua Sarana dan Pradana (PPSU) Ratna.

Awak media menanyakan kepada beliau,”apakah benar Amien yang sudah dinyatakan terjangkit Covid-19 diperintahkan untuk naik angkot, untuk Rumah Sakit Umum Duren Sawit, sebagai Isolasi diri.

Lalu dijawab dengan tegas oleh Ratna,”bahwa dirinya tidak pernah memerintahkan kepada Amin untuk naik angkot menuju ke Rumah Sakit.

Ditambahkannya, bahwa aku tau pa,.tentang protap kesehatan, apalagi ini masalah Covid, dimana penanganannya harus benar-benar serius.

Bahkan ditambahkan, kalau pada hari Selasa 21/07/20 sore hari, aku dan Bu Lurah, datang ke rumah kontrakan Amin, dengan maksud untuk memastikan, dan rencananya akan memanggil ambulance, ternyata, Amin sudah berangkat duluan, tanpa sepengetahuan aku dan Bu Lurah”. lalu melihat kenyataan seperti itu, Ratna dan Bu Lurah, tidak bisa berbuat apa-apa.

Dan dianggap, kalau Amin berangkat ke Rumah Sakit Duren Sawit dengan menggunakan Angkot, adalah atas kemauannya sendiri.

Dari media sempat menanyakan kepada Lurah Pondok Kelapa, Sisca Leonita untuk mengkonfirmasi masalah pasien pekerja PPSU, dijawabnya sama, dengan apa yang sudah disampaikan oleh ibu Ratna,” tandasnya.

Media pun menanyakan kepada Ketua Sarpras, Ratna, apakah saudara Amin akan dipecat dari pekerjaannya, karna sudah terjangkit virus Corona, dan dijawabnya, pihak kelurahan(Lurah) tidak akan memecat kepada pegawai yang sudah terjangkit Covid itu, asalkan dia mau mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Dan Ratna selaku atasannya berpesan kepada Amin, untuk tetap tenang, tidak usah memikirkan pekerjaan, lebih konsentrasi untuk kesembuhannya.

Ketika kami ingin konfirmasi kepada Kepala Puskesmas Kelurahan Pondok Kelapa(Dr.Susi) beliau sedang tidak ada ditempat, dan kami hanya ditemui oleh Security dan staffnya. (Agus K.)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: