Meraup Untung dari Barang Antik, Bisnis Menggiurkan Suroso Asal Solo

Jakarta, aspirasipublik.com –  Memulai bisnis barang antik tentu saja harus memiliki kecintaan terhadap barang antik. Selain itu, diperlukan memiliki pengetahuan yang luas tentang barang-barang antik.

Barang antik banyak ragamnya, mulai dari guci, patung giok, lemari jati, mebel antik, benda pusaka, vas bunga, gelas-gelas logam, dan lain sebagainya. Barang-barang antik merupakan barang yang bersifat unik, historis, dan tentu saja mahal.

Konsumen akan banyak bertanya tentang barang antik. Jika dapat menjelaskan, konsumen akan terkesan dan semakin yakin terhadap barang yang dijual.

Tertarik menekuni bisnis barang antik yang bisa mendapat income yang tidak sedikit?

Dalam buku “99 Bisnis bagi Pensiunan” disebutkan ada beberapa hal yang mungkin bisa dilakukan ketika memulai usaha ini, pertama, buatlah semacam galeri untuk memajang koleksi yang dapat dikunjungi.

Kedua, pajanglah benda-benda antik sedemikian rupa agar enak dilihat. Pisahkanlah barang-barang tersebut sesuai kategori atau pengelompokkan tertentu. Suroso mengatakan saya asal solo yang tinggal di Jakarta semenjak menekuni koleksi barang antik sudah 15 tahun dari  dan juga saya sangat senang menekuni jual beli barang antik karena kehobian saya itu semenjak masih mudah sampai saat ini saya senang dengan barang barang yang unik atau di bilang barang yang aneh aneh ucapan kepada aspirasipublik.com saat berbincang  ditempat tinggalnya yang berlokasi di jl. hj Ahyar RT. 07 RW. 05 No. 90 kelurahan duren sawit Jakarta timur.

Ketiga, rawatlah koleksi yang dimiliki sebaik mungkin. Hindari dari kecatatan atau kerusakan.

Keempat, buatlah list taksiran harga jual setiap koleksi-koleksi yang dimiliki. Jadi saat ada pelanggan yang tertarik untuk mengajukan penawaran sudah memiliki patokan harga.

Hambatan dan Strategi

Dalam buku “99 Bisnis bagi Pensiunan” dikatakan ada yang perlu diperhatikan ketika menjalankan usaha ini. Beberapa hambatan yang mungkin akan ditemui di antaranya banyaknya pesaing dan kesulitan mendapatkan suplai barang antik baru.

Hambatan lainnya adalah menjual barang antik tidak semudah menjual kacang goreng. Dalam hal ini diperlukan adanya kesabaran dan ketelatenan.

Supaya bisnis ini berjalan dengan lancar diperlukan strategi khusus yang harus dimiliki, yaitu, satu, mengikuti pameran barang-barang antik. Ini merupakan salah satu media promosi yang efektif untuk memperkenalkan usaha ini pada pasar.

Dua, mengikuti komunitas pencinta barang antik. Dalam komunitas dapat bertemu dengan calon penjual dan calon pembeli barang antik.

Tiga, buat katalog barang-barang koleksi yang harus diupdate setiap bulan.

Empat, tampilkan juga barang-barang koleksi di internet atau media sosial. Gunakan fasilitas blog atau iklan baris sebagai media promosi.

Lima, yakinkan calon pelanggan bahwa barang antik yang dimiliki sangat penting untuk dikoleksi. Jika perlu ceritakanlah sejarah barang antik tersebut sehingga pelanggan akan tahu nilai historis barang antik yang dijual.

Enam, buat display  yang menarik dan elegan pada galeri barang antik yang akan dijual.

Analisis bisnis ini hanyalah perkiraan berdasarkan buku “99 Bisnis bagi Pensiunan”.

Modal awal

Media promosi per bulan Rp 500.000

Koleksi benda antik Rp 200.000.000

Jumlah modal awal Rp 200.500.000

Dalam bisnis ini, perusahaan belum memiliki sejumlah aset yang dapat disusutkan.

Perhitungan Laba/Rugi per Bulan

Penjualan per bulan: 5 item, rata-rata harga @Rp 4.000.000 = Rp 20.000.000

Harga pokok barang per bulan: Pembelian barang antik Rp 7.000.000

Laba kotor per bulan Rp 13.000.000

Biaya umum dan lain-lain per bulan

Media promosi Rp 500.000

Biaya pemeliharaan barang antik Rp 600.000

Biaya angkut dan transportasi Rp 600.000

Biaya telepon dan komunikasi Rp 500.000

Biaya umum lainnya Rp 300.000

Jumlah 2.500.000

Laba bersih per bulan Rp 10.500.000. (Sanusi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: