Remaja – Remaji Dusun Granada Desa Jembatan Kembar, Lembar, Lombok Barat NTB Patut Dijadikan Contoh Membudayakan Gotong Royong Di Lingkungannya

Lombok Barat, aspirasipublik.com – Pada era yang serba modern saat ini yang di tandai dengan aktivitas ekonomi yang semakin maju yang berefek pada keapatisan masyarakat kampung terhadap kebersihan lingkungan. Namun tidak menyulutkan semangat solidaritas pemuda dan pemudi dusun granada desa jembatan kembar induk kecamatan lembar Lombok Barat dalam melestarikan budaya bersih melalui kegiatan bersih-bersih seputaran dusun.Pada musim pengujan menjadi kehawatiran masyarakat terhadap sampah, karena membuat selokan menjadi mampet dengan genangan air di setiap selokan yang berakibat pada serangan penyakit terhadap masyarakat. Disamping itu pula sebagian masyarakat masih belum menyadari bahaya dari sampah. Setiap pagi Minggu Semua pemuda berdatangan menuju titik kumpul yang berada di rumah kepala dusun Granada Bapak Ahyar Rossy dengan peralatan lengkap, untuk kalangan remaja membawa sabit dan sebagian membawa parang ada pula yang membawa argo sementara remaji membawa sapu lidi dilengkapi dengan skop dan sebagian membawa ember.

Kegiatan bersih-bersih dusun tersebut dilakukan setiap selesai sholat ashar setiaphari dan di hari minggu pagi selesai bergotongroyong makan bersama yang dilakukan bergantian oleh warga masyarakat yang memiliki rezeki lebih, dan kebetulan hari ini minggu tanggal 6 september 2020 bagian menjamu para muda mudi yang bergotong royong keluarga wartawati Aspirasi Publik ibu Hendra Kusumawati yang kedua putranya juga wartawan Aspirasi publik Reza rasasto Watimena dan M Dwiky Finastika Watimena. Bukan hanya sampai disitu ketua remaja Eka Satria Kusuma Wardana mewajibkan setiap sholat subuh harus berjamaah di masjid setelah itu berkumpul dirumah ketua remaja sambil mengaji dan dilanjutkan diskusi , Baru mereka melakukan aktifitas rutinya setiap hari .

Para pemuda sebagai generasi penerus budaya merupakan bagain yang terpenting dalam mempertahankan budaya yang lahir dalam masyarakat, tidak terkecuali budaya gotong royong seperti menjaga kebersihan. Karena kebersihan sebagai salah satu keharusan yang perlu di budayakan masyarakat apalagi masyarakat pedesaan.Terlihat kecerian dan seyum para pemuda  dan pemudi dalam melakukan kegiatan bersih-bersih dusunnya sambil membawa peralatan kebrsihan di tangan.

Bergotong royong adalah salah satu kegiatan sosial yang sangat mulia dan tanpa pamrih untuk mencapai suatu tujuan bersama. Dalam kehidupan sehari-hari, dahulu kita dengan mudah dapat menjumpai budaya gotong royong misalkan, mendirikan rumah, mengerjakan sawah, membantu tetangga yang sedang berduka dan kerjasama tersebut bukan hanya dilakukan sanak keluarga yang terkait saja, tetapi semua masyarakat kampung yang berbaur dalam kerjasama demi proses acara atau kegiatan bisa berlangsung dengan baik. Namun pada saat ini kebudayaan tersebut semakin lama semakin hilang. Pada masa kemerdekaan, semangat gotong royong mampu membakar kegigihan para pahlawan Indonesia untuk mengusir para penjajah. Sudah seharusnya budaya gotong royong tetap dilakukan dikalangan masyarakat maupun di kalangan remaja.

Mengendornya semangat kegotongroyongan di masyarakat maupun di kalangan remaja perlu segera diantisipasi dengan memperkuat komitmen kita bersana untuk terus menumbuhkan semangat peduli terhadap sesama, meneguhkan rasa tanggungjawab bersama dan menetapkan keyakinan bahwa segala sesuatu yang dikerjakan secara bersama-sana akan memberikan hasil yang lebih baik. Diera globalisasi ini budaya gotong royong barangkali hanya bisa ditemukan di desa-desa dan daerah terpencil saja. Hal ini sungguh memprihatinkan karena mengingat budaya ini merupakan budaya yang menjiwai kepribadian bangsa Indonesia.

Hilangnya budaya gotong royong dikalangan masyarakat maupun di kalangan remaja ada beberapa faktor yang memengaruhi, salah satu faktor  yang dapat menyebabkan lunturnya budaya gotong royong adalah masuknya arus modernisasi, dimana arus modernisasi yang masuk ke Indonesia memberikan dampak bagi pembentukan karakter masyarakat khususnya remaja seperti sikap individualisme yang hanya mementingkan diri sendiri, sikap tersebut merupakan gaya hidup orang barat yang tidak selaras dengan budaya di negara kita. Selain hal itu, kini masyarakat indonesia sudah terbentuk sikap apatis atau acuh terhadap situasi lingkungannya karena mereka hanya sibuk bekerja dan jarang sekali berinteraksi dengan sesama terutama di masyarakat Indonesia. Masa remaja merupakan masa seseorang mencari identitas dan jatidiri seseorang. Dimana mereka sedang mencari idola untuk dijadikan cermin bagi dirinya. Kekeliruan dalam pergaulan dapat mengakibatkan berbagai persoalan. Oleh karena itu semangat dalam menumbuhkan rasa saling tolong menolong perlu ditanamkan dikalangan remaja untuk mengatasi persoalan tersebut. Seperti membiasakan semangat saling tolong menolong sesama teman yang lain, rasa solidaritas, dan saling berbagi. Dalam kegiatan tersebut bisa dilakukan dalam berbagai kegiatan pergaulan di sekolah maupun masyarakat.Semangat gotong royong dikalangan remaja ini bisa tumbuh dengan beberapa cara salah satunya adalah solidaritas yang tinggi terhadap lingkungan dan sesama dan menghidupkan kembali semangat kebersamaan dalam komunitas bersama yaitu organisasi. Dengan berorganisasi maka kita akan mendapatkan banyak keuntungan seperti dapat memiliki keterampilan tertentu (soft skill). Semoga gotong royong yang dilakukan masyarakat Dusun Granada Desa jembatan kembar induk kecamatan lembar kabupaten lombok barat provinsi Nusa tenggara Barat ini dapat dijadikan contoh dan tauladan membangun kembali budaya Gotong Royong bagi bangsa dan negara kita tercinta NKRI. (Dwiky Finatika Watimena)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: