TELAH TERBIT BUKU KE 28 DAN 29 TERBARU Prof. Dr. Hj. Sedarmayanti, M. Pd. JUDUL ‘’TUGAS DAN PENGEMBANGAN SEKRETARIS di Era Industri 4.0 ‘’Dan ‘’MEMBANGUN & MENGEMBANGKAN HUMAN CAPITAL UNGGUL Melalui Pendidikan, Kinerja dan Produktivitas Kerja di Era Industri 4.0”

Seorang Sekretaris harus memahami alur bisnis perusahaan. Karena seorang sekretaris akan dituntut untuk menyelesaikan beragam tugas yang berkaitan dengan administrasi perusahaan sembari juga membantu kelancaran divisi atau perusahaan tempatnya bekerja, termasuk mengatur alur kegiatan dan pergerakan tim secara keseluruhan. Seorang sekretaris seringkali menjadi pusat informasi dari sebuah divisi atau perusahaan. Oleh karena itu,penguasaan menyeluruh terhadap hal-hal yang berkaitan dengan bisnis tempatnya bekerja, adalah suatu keharusan,” Dalam kondisi perubahan yang kian didorong kemajuan teknologi yang memungkinkan terjadinya otomasi hampir di semua bidang, pengembangan diri menjadi keharusan. Revolusi Industri 4.0 sebagai fase revolusi

Teknologi yang mengubah cara beraktivitas, kompleksitas, dan transformasi kehidupan manusia membuat setiap profesi harus merespons perubahan tersebut secara komprehensif, sehingga tantangan dapat dikelola menjadi peluang. Dengan profesi sekretaris.Inilah yang menjadi benang merah buku yang ditulis Guru Besar Ilmu Administrasi Unitomo dan dosen STIA LAN Bandung Prof Dr Hj Sedarmayanti, MPd. Dalam tulisannya, mengungkapkan, tugas sekretaris semakin beragam seiring dengan perubahan tersebut. Sekretaris dituntut untuk terus melakukan update, meningkatkan skill tak hanya untuk teknis pekerjaan tetapi juga soft skill. Sekretaris harus mulai meningkatkan aspek soft skill dan hard skill, jika tak ingin tergerus perkembangan modernisasi. “Revolusi industri telah mendorong inovasi teknologi yang memberi dampak disrupsi atau perubahan fundamental terhadap kehidupan masyarakat. Tidak terkecuali di seluruh bidang kegiatan informasi yang mudah diakses menyediakan manfaat besar untuk pengembangan ilmu pengetahuan, termasuk bidang kesekretariatan  pekerjaan yang berkaitan dengan keahlian komputer, penanganan informasi, pelayanan prima, dan lain-lain,” kata penulis buku produktif tersebut. Dengan demikian, mau tidak mau sekretaris harus dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memiliki kemauan untuk belajar terus menerus. “Ketidakmampuan untuk beradaptasi dapat menyebabkan profesi ini dapat tergerus dan tersingkir. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah penguasaan bahasa asing lain di luar bahasa Inggris yang sudah menjadi keharusan. Seorang sekretaris juga dituntut untuk memahami terkait alur bisnis perusahaan di mana tempat dia bekerja. Saat ini mengiringi dinamika perubahan zaman maka daya adaptasi menjadi kunci untuk bisa senantiasa menyesuaikan diri,” Sekretaris wajib mengembangkan diri untuk menghadapi perubahan pada era ini karena perannya yang penting dalam perusahaan. Sekretaris juga merupakan jantung aktivitas pimpinan, yang

Memastikan ketersediaan informasi untuk pimpinan. Mereka yang bekerja pada bidang ini wajib mengembangkan skill yang bermanfaat serta mumpuni. Buku ini bisa menjadi salah satu panduan untuk menjadi sekertaris yang handal . Satu lagi buku yang berjudul ”MEMBANGUN DAN MENGEMBANGKAN HUMAN CAPITAL UNGGUL Melalui Pendidikan, Kinerja dan Produktivitas Kerja di Era Industri 4.0” ini dapat diketengahkan kepada para pembaca sekalian. Tidak lupa rasa terima kasih kami sampaikan kepada teman-teman di Universitas Soetomo maupun di Prodi Administrasi Pendidikan UPI atas diskusi informal maupun terfokus yang dapat dijadikan masukan-masukan yang berarti untuk memperkaya isi dan khasanah buku ini. Rasa terima kasih juga hendak kami ucapkan kepada rekan-rekan mahasiswa yang telah memberikan kontribusinya, baik secara langsung maupun tidak langsung, sehingga buku ini bisa selesai sesuai dengan harapan. Buku ini membahas tentang produktivitas manusia yang menuntut untuk terus tumbuh dan menyesuaikan dengan perkembangan ilmu dan tuntutan global. Era baru yang serba digital telah memaksa manusia untuk beradaptasi sehingga bisa keluar sebagai pemenang yang unggul. Namun demikian, perkembangan tuntutan global yang begitu kuat memaksa manusia untuk akseleratif dengan kemajuan teknologi, tidak lantas melupakan kodrat sebagai pendidik yang harus menjadi orang dewasa yang memberi tuntutan dan pertimbangan manusiawi yang dapat meningkatkan derajat manusia itu sendiri. Kesantunan, keikhlasan, dan pengabdian untuk terus membuat orang berharga dan lebih maju adalah prinsip yang harus tetap bertahan di era digital saat ini. Buku ini dalam tambahan bahasannya diketengahkan pengantar pendidikan dan administrasi pendidikan yang dapat dijadikan panduan dan landasan teoretis bagi praktik terbaik memimpin, membuat kebijakan, mengelola, melaksanakan supervisi dan mengeksekusi semuanya dengan akuntabel. Filosofi yang tidak pernah akan usang diterapkan dalam praktik pendidikan adalah memanusiakan manusia. Menjadikan mereka berharga dengan relasi yang menggunakan hati nurani sebagai standarny.Saya Dr Joko Susilo Raharjo Watimena S.PdI MM wartawan media Aspirasi Publik cetak dan onlain merasa bangga pernah belajar langsung dengan beliau saat menyelesaikan S3 Ilmu Pemerintahan di IPDN dengan yang amat sangat terpelajar Prof. Dr. Hj. Sedarmayanti, M.Pd. Beliau sangat sederhana dan patut dijadikan tauladan. selamat ibunda prof atas terbitnya buku yang ke 28 dan 29, pasti akan sangat bermanfaat untuk semua kalangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: