Dari Kabupaten Termiskin menjadi Kabupaten Terkaya dan Paling inovatif: Bedah Buku Creative Collaboration dan Anti Mainstream Marketing Kabupaten Banyuwangi

Jakarta, aspirasipublik.com – Politeknik STIA LAN Jakarta menyelenggarakan kegiatan bedah buku dengan tema “Creative Collaboration dan Anti Mainstream Marketing Kabupaten Banyuwangi” bersama penulis buku H. Abdullah Azwar Anas, M.Si. secara daring melalui media Zoom pada Rabu, 3 Februari 2021. Acara bedah buku ini diikuti oleh lebih dari 700 peserta.

Kegiatan ini dibuka dengan Keynote Speech Dr. Adi Suryanto, M.Si, Kepala LAN RI, yang menyatakan bahwa Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas telah memberikan banyak sekali inspirasi inovasi, khususnya dalam hal pariwisata. Gagasan inovasi yang ditularkan pada prinsipnya amat sejalan dengan salah satu fungsi dari Lembaga Administrasi Negara, yaitu mendorong terciptanya inovasi pada level ASN dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Kepala Badan Litbang Kemendagri  Dr. Agus Fatoni, M.Si memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat Banyuwangi yang dinahkodai oleh Bapak Abdullah Azwar Anas yang telah melakukan inovasi melalui cara yang tidak biasa untuk mencapai prestasi-prestasi yang luar biasa.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Jawa Timur, Bapak Dr. Ir. Jumadi, M.M.T mewakili Gubernur Jawa Timur mengatakan bahwa ibu gubernur sangat mengapresiasi kegiatan bedah buku ini, dan juga mengapresiasi transformasi Kabupaten Banyuwangi yang dipimpin oleh Bapak Abdullah Azwar anas, sehingga mengantarkan Kabupaten Banyuwangi dari daerah termiskin di Jawa Timur menjadi daerah dengan PAD terbesar kedua di Jawa Timur setelah Kota Surabaya

Acara bedah buku diawali dengan pemaparan dari penulis buku yaitu Bupati Banyuwangi H. Abdullah Azwar Anas, M.Si, dalam paparannya beliau menjelaskan  mengenai strategi marketing yang ia lakukan. Menurutnya, menjual pariwisata tidak hanya menjual alam, keindahan gunung, atau keindahan budaya, tetapi kolaborasi dengan prestasi. Daerah yang berprestasi akan membuat orang-orang mengunjungi sebagai studi banding atau benchmarking. Beliau menganggap setiap pengunjung adalah endorser yang harus diberi kesan baik sehingga dapat mempromosikan banyuwangi ke orang lain dan akhirnya akan meningkatkan kunjungan ke Banyuwangi. Cara tersebut terbukti efektif dan menjadikan banyuwangi sebagai daerah yang pemerataan ekonominya sangat baik dan cepat bahkan diundang pada event world bank. Dalam paparannya beliau menambahkan, promosi yang paling hebat adalah ketika kita tidak sedang promosi.

Dalam acara bedah buku Creative Collaboration dan Anti Mainstream Marketing Banyuwangi ini, Prof. Rhenald Kasali, Ph.D., Guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia menyatakan kekagumannya atas kreatifitas yang sangat bagus di Kabupaten Banyuwangi dengan ide yang brilian untuk memajukan Kabupaten Banyuwangi dengan berbagai inovasi yang dikembangkan, khususnya melalui pariwisata.

Deputi Bidang Kajian Kebijakan dan Inovasi Administrasi Negara LAN RI, Dr. Tri Widodo Wahyu Utomo, MA. juga mengatakan bahwa buku Creative Collaboration  yang ditulis Bapak Abdullah Azwar Anas sangat baik. Menurut beliau, buku ini memiliki gaya bahasa bertutur atau story telling yang membuat pembaca betah membaca tanpa jeda, dengan dihiasi oleh inspirational quotes yang relevan dengan substansi buku. Keunggulan lain dari buku tersebut adalah bahwa buku creative collaboration tidak hanya bercerita tentang “dirinya sendiri”, namun juga bercerita tentang “dunia lain”, membandingkan banyuwangi dengan daerah-daerah lain bahkan di luar negeri yang dapat menjadikan Banyuwangi terus berinovasi dan berkembang.

Senada dengan pembicara lainnya, direktur Politeknik STIA LAN Jakarta, Prof. Dr. Nurliah Nurdin, M.A., yang membedah buku Bapak Abdullah Azwar Anas yang berjudul Anti Mainstream Marketing Banyuwangi, dalam pembahasannya mengatakan bahwa buku tersebut merupakan buku yang sangat menarik, penulis  mengajak kita untuk berfikir paradox, dengan segala keterbatasan yang dimiliki banyuwangi dapat dijadikan kunci menuju keberhasilan. Buku tersebut bahkan mengungkap 20 jurus pemasaran yang anti mainstream dan inovatif sehingga dapat dijadikan contoh bagi daerah-daerah lain di Indonesia. Prof. Nurliah Nurdin bahkan memberi rating 9,7 untuk buku Anti Mainstream Marketing Banyuwangi.

Mengakhiri acara ini, segenap sivitas akademika Politeknik STIA LAN Jakarta mengucapkan selamat purna tugas sebagai Bupati Banyuwangi Bapak Abdullah Azwar Anas. Sivitas akademika berharap agar seluruh inovasi yang dilakukan selalu bermanfaat dan memberikan inspirasi bagi seluruh pejabat, ASN, dan masyarakat untuk terus berinovasi memajukan bangsa agar Indonesia menjadi salah satu negara maju terkemuka.

Kegiatan bedah buku ini terselenggara berkat kolaborasi oleh Politeknik STIA LAN Jakarta dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Buku creative collaboration dan Anti Mainstream Marketing Banyuwangi ini sangat direkomendasikan untuk untuk dibaca oleh para pemimpin perubahan yang selalu tidak puas akan inovasi. Maju terus inovasi, tiada bosan berkarya untuk negeri. (JSRW)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: