MPC PP Kabupaten Bekasi Salurkan Sajadah, Sebagai Bentuk Gerakan Kembali ke Mesjid

Bekasi, aspirasipublik.com – Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC PP) Kabupaten Bekasi salurkan sajadah ke masjid, mushola, dan pondok pesantren, pada Rabu (10/03/2021).
Kegiatan tersebut wujud implementasi menjalankan amanah Badan Pengusaha Pemuda Pancasila (BP3) dan Bidang Kaderisasi Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila (MPN PP).
Amanah itu yakni, Gerakan Nasional Kembali ke Masjid Pemuda Pancasila yang didukung Wakil Ketua Umum (Waketum) MPN Organisasi Kemasyarakatan Pemuda Pancasila, yang kini dijabat Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo.
Program kerja Gerakan Nasional Kembali ke Masjid Pemuda Pancasila yang digagas pengurus MPN PP dengan cara membagikan satu juta sajadah yang disalurkan ke masjid, musholah dan pondok pesantren yang terdaftar di Kementerian Agama (Kemenag), melalui Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pengurus tingkat Provinsi dan Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pengurus tingkat kabupaten dan kota.
Ketua MPC PP Kabupaten Bekasi, H. Apuk Idris mengatakan, MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Bekasi sendiri telah menyalurkan sajadah ke Masjid Attaqwa di wilayah Kecamatan Karang Bahagia, serta Mushola Al-Ikhlas dan Pondok Pesantren Assyibiyan di Kecamatan Sukatani, termasuk tempat lainnya yang ada di wilayah setempat.
“Alhamdulilah, hari ini kami telah menyalurkan sajadah ke tempat-tempat ibadah dan pondok pesantren yang ada di Kabupaten Bekasi. Hal ini dilakukan sebagai bentuk menyukseskan progam kerja Pengurus Majelis Pimpinan Nasional, yaitu Gerakan Nasional Kembali ke Masjid Pemuda Pancasila,” ungkap H. Apuk Idris.
Sesuai arahan Waketum Majelis Pimpinan Nasional, kata H.Apuk, Gerakan Nasional Kembali ke Masjid Pemuda Pancasila ini akan di launching pada 11 Maret 2021 di Kawasan Masjid Istiqlal, Jakarta. Ditargetkan pembagian 1 juta sajadahnya bisa selesai pada Agustus 2021.
“Selain untuk menyambut Ramadhan yang jatuh pada April 2021, kegiatan ini juga menjadi momentum kebangkitan umat Islam dari pandemi Covid-19, mengingat bahan sajadah terbuat dari bahan khusus polyester anti air yang sangat efektif dan efisien pada kondisi Covid-19. Karena mudah dicuci, disemprotkan hand sanitizer, maupun mudah dibilas dan dikeringkan,” terangnya.
Dijelaskannya, Gerakan Nasional Kembali ke Masjid Pemuda Pancasila ini didukung penuh Wakil Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional yang kini menjabat sebagai Ketua DPR RI ke-20. Selama pandemi Covid-19, berbagai Masjid tidak menyiapkan sajadah panjang yang bisa diakses umum, karenanya masyarakat harus membawa sajadah sendiri jika ingin beribadah ke masjid maupun mushola.
“Rata–rata jamaah yang datang ke masjid berusia rentan terpapar Covid-19, berusia 40 hingga 70 tahun. Melalui pembagian sajadah secara gratis ini, diharapkan dapat menekan risiko penularan virus Covid-19 diantara para jamaah masjid,” ujarnya.
H. Apuk Idris kembali menerangkan arahan dari Waketum MPN, walaupun bukan jaminan bisa seratus persen terhindar dari Covid-19, setidaknya pembagian sajadah ini telah menjadi ikhtiar yang patut dicontoh oleh berbagai kalangan masyarakat lainnya agar jamaah bisa melakukan ibadah dengan aman dan nyaman.
“Pembuatan sajadah bekerja sama dengan pengrajin UMKM. Sehingga turut membantu geliat UMKM di tengah pandemi Covid-19, dan membangkitkan kembali semangat para pengusaha garmen untuk melahirkan produk yang dapat digunakan secara aman dan nyaman selama pandemi Covid-19 ini,” demikian kata H. Apuk Idris meneruskan ucapan Bambang Soesatyo. (sg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: