Sinergi Pengelolaan Sampah Terpadu, Dinas LHK Bersama IPDN Ikhtiarkan Menuju Kampus Zero Waste

Mataram, aspirasipublik.com – Pengelolaan sampah menjadi titik awal dalam terwujudnya NTB Zero waste. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Prov. NTB terus bergerak dalam menggiring paradigma masyarakat dalam mewujudkan program unggulan NTB Zero waste, termasuk Institut Pemerintah Dalam Negeri (IPDN) Regional NTB yang berlokasi di Praya, Lombok Tengah.

Penerapan gaya hidup ‘Zero Waste’ tidak hanya ditujukan kepada masyarakat setempat, tetapi keterlibatan Praja IPDN dan kampus menjadi langkah yang tepat dalam melakukan sosialisasi kepada generasi muda agar dapat lebih sadar dan peduli kepada lingkungan dan terjun langsung kepada masyarakat. Sesuai dengan Tridharma kampus yakni pendidikan dan pengajaran, penelitiannya dan pengembangan serta pengabdian kepada masyarakat

“Kita berharap melalui kampus akan muncul pemikiran yang kreatif, mandiri, inovatif untuk membantu pemerintah daerah dan membangun daerah sesuai dengan keahlian yang dimilikinya, ” tutur Firmansyah, S. Hut., M. Si selaku Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan mewakili Kepala Dinas LHK Prov NTB, saat memberikan materi dalam Pelatihan Pengelolaan Sampah Terpadu Mewujudkan Zero Waste Campus secara virtual bersama dengan civitas akademika dan nindya Praja Angkatan XXIX Fakultas Perlindungan Maysarakat IPDN Kampus NTB, Jumat (12/03).

Pengelolaan sampah di NTB sebagian besar masih dalam tahap dimana sampah Rumah Tangga (RT) hanya dikumpulkan kemudian diangkut menuju ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah, ada beberapa yang diambil oleh pemulung dan sebagainya.

“Dengan kondisi seperti ini  5 tahun sampai dengan 10 tahun ke depan NTB akan kesulitan dalam menangani dan membuang  sampah, ini menjadi kegelisahan sehingga program ntb zero waste muncul untuk mengantisipasi dan mengatasi hal tersebut” tutur Kak Firman, sapaan akrabnya.

Paradigma baru tata kelola sampah di NTB dapat diterapkan oleh masyarakat, dimana sampah dari masyarakat dapat melalui beberapa tahap terlebih dahulu, seperti melalu proses pemilahan, daur ulang, proses tata kelola bang sampah, implementasi dari berbagai macam konteks Industrialisasi.

Kami sangat yakin bahwa pengelolaan sampah dapat ditangani nantinya, ini akan membuat dan memastikan bahwa sampah yang akan masuk ke TPA hanya residu, jika residu yang masuk sekitar 5-7% yang akan masuk ke TPA jika paradigma baru tata kelola dapat dijalankan” jelasnya.

Sementara itu, Sri Hartati selaku direktur IPDN regional NTB mengajak seluruh praja dan civitas akademika untuk ikut serta untuk melakukan pengelolaan sampah yang baik.

“Sebanyak 392 praja dan 271 civitas akademika di IPDN tentu perlu dilakukan pengelolaan sampah yang baik dan terpadu, sehingga kita bisa melakukan konversi menjadi energi atau produk sampling” tuturnya saat memberikan sambutan.

Rendahnya kesadaran terhadap lingkungan kampus disebabkan oleh minimnya informasi dan pembelajaran mengenai pentingnya pengelolaan kebersihan dilingkungan.

“Dalam hal operasional sampah perlu segera diarahakan menuju terwujudnya reduksi beban pengelolaan dengan meningkatkan kemanfaatan pengolahan sampah melalui pendekatan pola partisipasi,” tuturnya.

Selain itu dari diskusi virtual yang berlangsung interaktif ini, banyak masukan dan Komentar yang positif dari para Praja IPDN, salah satunya agar pengelolaan sampah dan NTB Zero Waste dapat direncanakan dan dibahas mulai dari Musrembang tingkat desa, sehingga kepentingan dan aspirasi masyarakat dari desa bisa terfasilitasi dan sinkron dengan program Kabupaten/kota dan Provinsi. Para Praja juga didorong agar bisa aktif mendukung program ini dengan membuat Biopori di wisma, memilah sampah, hingga membuat konten2 informasi yang mengedukasi tentang Pengelolaan sampah kepada masyarakat. (Hendra Kususmawati)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *