Peringatan Hari Kartini KE 142 Dengan Tema Ibu Bangsa Berdendang Dari 34 Provinsi seluruh Indonesia, Diprakarsai oleh Prof. Dr. Hj. Sedarmayanti, M.Pd. dan Prof. Dr. Dra. Ari Pradhanawati, M.S. ,“ Dengan Semangat Kartini Kita Tingkatkan Peran Ibu Bangsa Menyiapkan Generasi Penerus Bangsa “.

Jakarta, aspirasipublik.com – Peringatan Hari Kartini 21 April 2021 Ke 142 Dengan Tema Ibu Bangsa Berdendang di 34 Provinsi Diprakarsai oleh Prof. Dr. Hj. Sedarmayanti, M.Pd. dan Prof. Dr. Dra. Ari Pradhanawati, M.S. “ Dengan Semangat Kartini Kita Tingkatkan Peran Ibu Bangsa Menyiapkan Generasi Penerus Bangsa “.

RA Kartini adalah inspirasi dan semangat yang akan selalu hidup dalam benak masyarakat Indonesia untuk terus memperjuangkan persamaan dan emansipasi“ Dengan Semangat Kartini Kita Tingkatkan Peran Ibu Bangsa Menyiapkan Generasi Penerus Bangsa “. Perayaan Hari Kartini selalu diperingati setiap 21 April. Hari nasional itu didedikasikan sebagai hari peringatan tokoh Pahlawan Nasional, Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat (Kartini). karena tanggal tersebut merupakan hari lahir Sang Pahlawan Nasional, yaitu 21 April 1879. Kartini merupakan putri dari bupati Jepara, Raden mas Adipati Ario Sosroningrat dan istrinya ibu M.A.Ngasirah. Pada usia 24 tahun ia menikah dengan bupati Rembang, Raden Adipati Djojodiningrat.

Kartini tumbuh dan menjalani pendidikan modern. Dari sanalah, Kartini memiliki pandangan bahwa pendidikan bagi perempuan adalah kunci penting bagi emansipasi manusia. Pada usia remaja, ia berhasil melahirkan sebuah karya yang terbit di Holandsche Leile yang berjudul “Upacara Perkawinan pada Suku Koja.” Kartini juga sering membagikan pemikirannya pada teman-teman Belanda dengan menulis sejumlah surat berbahasa Belanda.

Salah satu buah pemikirannya yang paling berpengaruh adalah buku Door Duisternis tot Licht (Habis Gelap Terbitlah Terang). Buku tersebut merupakan kumpulan surat-surat Kartini yang ia kirimkan pada teman-teman korespondensi dari Belanda, salah satunya seorang sahabat pena bernama Rosa Abendanon.

Surat-surat tersebut berisi pemikiran Kartini mengenai tradisi feodal, pernikahan paksa dan poligami, hingga gagasan mengenai pentingnya pendidikan bagi anak perempuan. Kartini juga mengeluhkan budaya Jawa, kala itu yang ia pandang menghambat kemajuan perempuan. Sayangnya, pemikirannya tersebut belum sempat ia wujudkan. Ia meninggal pada usia 25 tahun setelah melahirkan bayi laki-laki pada 17 September 1904. Namun, pemikiran Kartini menjadi inspirasi pergerakan di Indonesia. Tulisannya itu kemudian menjadi dasar gerakan antikolonial dan membuatnya sebagai pelopor emansipasi perempuan.

Atas hal tersebut ia ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional sejak 1964, berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 108 Tahun 1964. Tahun ini peringatan Hari Kartini akan jatuh pada Rabu (21/4/2021). Cara merayakan Hari Kartini di tengah pandemi COVID-19 Perayaan Hari Kartini tahun ini mungkin tidak akan diwarnai dengan parade di jalanan atau mengenakan pakaian adat bagi siswa-siswi sekolah.

Pandemi COVID-19 yang mewabah di Indonesia sejak 2020 membuat masyarakat sebisa mungkin menjaga jarak satu sama lain. Namun, Hari Kartini tetap dapat dirayakan dengan aman di rumah. Berikut ini  kegiatan yang dilakukan untuk merayakan Hari Kartini 2021.

Melalui Daring Zoom meting dan kanal Youtobe yang diprakarsai oleh Dua Profesor perempuan Tauladan di Indonesia yaitu  Prof. Dr. Dra. Ari Pradhanawati, M.S. (Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah),dan Prof. Dr. Hj. Sedarmayanti, M.Pd. (Universitas Dr. Soetomo, Surabaya, Jawa Timur) Dan diikuti oleh  oleh  Ibu IBU perwakilan dari 34 Provinsi di seluruh Indonesia dari berbagai latar belakang dengan nama nama sebagai berikut  1. JAWA TENGAH (Dra. Frieda NRH, M.S., UNDIP, Semarang, Jawa Tengah),2. PAPUA (Prof. Dr. Tiurlina Siregar, M.Si., UNCEN, Papua),3. LAMPUNG (Nurwidi Sayekti, M.Pd. BPSDMD Lampung),4. KALIMANTAN SELATAN (Tina Purnamawati, S.Kom., MAP, BPSDMD, Kalsel),5. BALI (Ni Wayan Rena Mariani, S.Kom., M.MKom, IPB Internasional, Denpasar),6. MALUKU UTARA (Irena S.Kaomaneng, SE., M.Si, UNIERA, Tobelo, Malut),7. SUMATERA UTARA (Prof. Dr Erika Revida, M.S., USU, Medan),8. JAWA TIMUR (Dra. Damayanti Sri Lestari, M.M., Univ. Dr. Soetomo Surabaya, Jatim),9. JAMBI (Pebriyana Wulandari, S.H., Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Prov. Jambi),10. GORONTALO (Ir. Silvana Nurtina Bowta M. Sc., Tim Penggerak PKK Prov Gorontalo),11. SULAWESI SELATAN (Tenri A. Palallo, S. Sos. M.Si, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Makassar, Sulsel),12. BENGKULU (Margie Subahagia Ningsih, ST., MT., Forsikatel, Bengkulu),13. ACEH (Dr. Darwanis, S.E., M.Si., Ak, CA, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh),14. RIAU ( Ir. Embung Megasari Zam, M.Si. Widyaiswara BPSDM, Provinsi Riau),15. SUMATERA SELATAN ( Ir. Hj. R. A. Hanunah, M.M., Disnaker Kota Prabumulih, Sumsel ),16. KALIMANTAN TENGAH ( Dra. Rohayati, Purnatugas Biro Kesra, Setda Provinsi Kalimantan Tengah),17. SULAWESI BARAT (Djumrah Assak, S.PD, M.M.,Komisi Pemilihan Umum, Provinsi Sulawesi Barat ),18. SULAWESI TENGAH (Dra. Wa’Ode Musnin,  Staff Ahli Bupati Bidang Pemerintahan dan Kesra, Kab. Banggai Laut, Sulteng),19. KALIMANTAN TIMUR (Afra Tustini Ekawati,  S.Pd., M.Si.,  Universitas Mulawarman, Samarinda, Kaltim) ,20. BANTEN (Neneng Nurmaesih S.Psi., Setda Kota Serang, Banten),21. SULAWESI UTARA (Prof. Dr. Ir. Ellen Joan Kumaat, MSc., DEA, Universitas SAM RATULANGI, Manado, Sulut),22. SUMATERA BARAT (Prof. Dr. Sri Zul Chairiyah, M.A., UNIVERSITAS PADJADJARAN, Bandung, Jabar),23. DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA (Dr. Ir. Agatha Ayiek Sih Sayekti, M.P., INSTIPER, Yogyakarta),24. DKI JAKARTA (Dr. Dian Budiargo, M.Si, Universitas Terbuka),25. KALIMANTAN BARAT (Dr. Sri Syabanita Elida, S.E., M.M., Politeknik Negeri Pontianak, Kalbar),26. SULAWESI TENGGARA (Nurtina Djamaluddin, BAPPEDA, Sultra),27. KALIMANTAN UTARA (Windi Aksara, A. Md, Universitas Borneo Tarakan, Kaltara),28. KEPULAUAN RIAU (Indah Purnama, S.Kep., M.P.H., BKPSDM Provinsi Kepulauan Riau),29. BANGKA BELITUNG (Siti Komari, S.E., Pengadilan Tinggi Bangka Belitung),30. JAWA BARAT (Prof. Dr. Endang Caturwati, ISBI, Bandung, Jabar),31. NUSA TENGGARA BARAT (Hendra Kusumawati, wartawati Media Aspirasi Publik, Penggerak PKK Desa Jembatan Kembar Lembar Lombok Barat, NTB),32. NTT (Yersy B.N. Dethan, S.Th., Pendeta GMIT Jemaat Pola Tribuana Kalabahi,  Alor, NTT),33. PAPUA BARAT (Dr. Naomi Netty Howay, S.KM., M.KES, Ketua Perawat DPW PPNI, Papua Barat),34. MALUKU (Halima Tussaadia Ternate, S.IP.,  Widyaiswara Ahli Muda, BPSDM Provinsi Maluku).

“Ibu engkaulah pilar bangsa Pelukis pelangi dengan mata hati Ajari putra-putri tanah air kita Indonesia tercinta”. Yang hadir pada acara hari ini bukan saja dari 34 Provinsi tetapi banyak sekali ibu ibu para profesor dari seluruh indonesia turut hadir dan berdendang .Acara diawali oleh samputan  Prof. Dr. Hj. Sedarmayanti, M.Pd., SEMANGAT KARTINI Dalam buku “Habis Gelap Terbitlah Terang”, Kartini memberi semangat luar biasa pada perempuan. Semboyanku : “Aku mau”, mendukung, membawa aku melintas gunung keberatan dan kesusahan, membuat kita mudah mendaki gunung.Semangat Kartini penting, mengingat banyak penghalang perempuan dalam merealisasikan potensinya mencapai cita-cita: menjadi pemimpin di bidangnya, dan potensi perempuan tidak kalah dengan laki-laki. Kartini memperjuangkan emansipasi perempuan, hak asasi manusia, contoh keteguhan menggapai impian.

Banyak perempuan memiliki keteguhan terus diperjuangkan untuk diwujudkan. Setiap perempuan berdaya, mampu menjadi inspirasi untuk bidang yang ditekuninya. Kartini berjuang dengan intelektual, memiliki pikiran, gagasan maju di zamannya, ditulis dalam surat-suratnya, membawa perubahan besar untuk perempuan menyiapkan generasi penerus bangsa. “Hari Kartini” mengingatkan pentingnya ide dan gagasan, disampaikan dengan cara benar, baik, langgeng, menjadi contoh kekuatan ide luar biasa. Ini mengingatkan kita, agar setiap perempuan memiliki hak dan kesempatan sama.

TINGKATKAN PERAN IBU BANGSA Kartini sosok perempuan pejuang masa lalu, sosok menginspirasi perempuan. Tema ini untuk meneruskan cita-cita Kartini sesuai kemajuan bangsa di era Revolusi 4.0 dan Masyarakat 5.0. Hari Kartini setiap tahun diperingati, dengan tujuan agar kita memaknai pemikiran Kartini. Menjadi Ibu bangsa, anugerah luar biasa. Semua Ibu bangsa lahir cantik, perlu cerdas tidak hanya dari nilai akademik tinggi, kuatnya daya ingat, tetapi lebih pada kesadaran menjadi Ibu bangsa, menampilkan sosok mulia, nalurinya yang luar biasa dan pantas dihormati. Ibu bangsa memiliki peran, tanggung jawab untuk mengimplementasikan mimpi Kartini, melalui aktivitas berbagai bidang: pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, hukum, politik, budaya, teknologi, dll. Peran Ibu bangsa, merupakan dasar bagi kepribadian anak-anak kita, generasi penerus bangsa, agar masa keemasan anak semakin berkualitas.

MENYIAPKAN GENERASI PENERUS BANGSA Tugas mendidik, mengajar, mengurus keluarga merupakan tugas penting menyiapkan generasi sehat berkualitas, mencerdaskan Ibu bangsa, karena Ibu bangsa, melahirkan generasi baru masa depan yang harus cerdas, berkualitas, sehat, memiliki kepribadian sebagai pemimpin peduli dan mampu memberi gagasan cemerlang, untuk generasi penerus bangsa. Peran Kartini dalam kehidupan Ibu bangsa sebagai pendamping suami, mengurus rumah tangga, meningkatkan kualitas kesehatan, berprofesi di berbagai bidang dalam tatanan kehidupannya, mengikuti perkembangan zaman.

Generasi penerus bangsa harus memiliki karakter baik, menentukan kualitas moral dan arah generasi muda, dalam mengambil keputusan dan tingkah laku. Karakter bagian yang harus dibangun, agar generasi muda, harapan dan penerus bangsa akan menentukan masa depan, memiliki sikap dan pola pikir berlandaskan moral kokoh dan benar untuk membangun bangsa. Untuk mewujudkannya, pendidikan memiliki peran penting, sehingga mampu membentengi dari pengaruh globalisasi. Penanaman nilai karakter dilakukan melalui pembelajaran sejarah dan mengintegrasikan nilai-nilai karakter.

Peringatan Hari Kartini, sebagai momentum memotivasi seluruh Ibu bangsa untuk meningkatkan peran dan derajatnya, cerdas, kritis, berprestasi, berani melakukan terobosan, perubahan dinamis untuk lebih baik, berkontribusi di bidangnya, menyiapkan generasi penerus bangsa. “Dengan Semangat Kartini, Kita Tingkatkan Peran Ibu Bangsa Menyiapkan Generasi Penerus Bangsa”

Terima kasih untuk pemarkasa terkhusus Ibunda Prof. Dr. Hj. Sedarmayanti, M.Pd. dan Prof. Dr. Dra. Ari Pradhanawati, M.S. ,yang telah mempelopori acara ini dan saya sendiri wartawati Media Aspirasi Publik Perwakilan Nusa Tenggara Barat (Hendra Kusumawati ) merasa bangga dan terima kasih yang tidak terhingga dimasukkan dalam perwakilan Provinsi Provinsi Nusa Tenggara Barat ,Dan atas terlaksanannya acara pada hari ini  mengumpulkan ibu ibu dari 34 Provinsi dalam memperingati Hari lahirnya R A Kartini Ke 142 melalui media Daring merupakan trobosan teknologi, Komunikasi yang wajib kita Syukuri, sekali lagi selamat Hari Kartini Bangkit kaum perempuan indonesia Habis Gelap Terbitlah Terang   Terus nyalakan semangat membangun kaum perempuan dengan terus menjunjung tinggi kesetaraan dan emansipasi.

Mari jadikan spirit Hari Kartini sebagai Spirit untuk Terus Memperjuangkan Kesetaraan dan Memajukan Kaum Perempuan,RA Kartini adalah inspirasi yang tak pernah mati bagi seluruh perempuan di negeri ini. Keberanian, ide, dan gagasannya akan selalu hidup dan berkembang sepanjang zaman, Habis Gelap Terbitlah Terang, jangan pernah menyerah dengan situasi yang sulit, terus berjuang dan jaga harapan, sebab harapan ibarat cahaya terang berpendar di tengah kegelapan,Terus hidupkan spirit perjuangan RA Kartini untuk memajukan perempuan Indonesia ( ditulis oleh Wartawati Aspirasi Publik Hendra Kusumawati salah satu perwakilan 34 provinsi yaitu dari Nusa Tenggara Barat )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: