Tradisi Betawi Palang Pintu Warnai Pernikahan Intan dan Rizky

Bekasi, aspirasipublik.com – Tradisi palang pintu merupakan sebuah kesenian Betawi yang berisi perpaduan antara seni bela diri (pencak silat), Tari dan seni sastra (pantun). Palang pintu hadir menjadi salah satu rangkaian dalam pernikahan suku Betawi.
Biasanya, tradisi ini melibatkan dua kelompok silat yang diawali saling beradu pantun hingga unjuk kebolehan dalam beberapa jurus silat. Ucap Abah Deni Rahman Pimpinan sanggar seni remaja cinta budaya, Perum Griya Bhagasasi, Desa Sukarukun, Kec Sukatani.
“Dalam Filosofi palang pintu menurut saya adalah sebuah simbol pegangan dasar suatu rumah tangga dalam tradisi Betawi yakni silat yang berarti simbol proteksi terhadap keluarga, pantun yang menggambarkan keceriaan dan suasana harmonis, juga shalawat yang mewakili sisi religius,” kata Imam kepada aspirasipublik.com pada saat pernikahan ananda Intan Nurul Fajriah  ST dan Rizky Lutfiatul Umam  ST putri dari Eber Aris Setiawan. Spd (kepsek) di kediaman Kp Pulo Pisang, Desa Karanganyar, Kec Karang Bahagia, Sabtu (12/6/2021).

Sebab kata Deni, dalam menjalani sebuah pernikahan, tentu memiliki perjuangan yang tidak mudah. Untuk itu, kehadiran palang pintu menjadi salah satu bentuk kesakralan dari perjuangan tersebut.
Meski begitu, dirinya menyadari kini kebudayaan Betawi yang dikenal sejak puluhan tahun itu perlahan mulai ‘tergusur’ oleh kemajuan zaman. Padahal sebagai warisan budaya, tradisi ini harusnya bisa terus dijaga sehingga dapat dikenali para generasi penerus.
“Sebaiknya tradisi palang pintu ini terus dijaga oleh para budayawan-budayawan Betawi lewat sanggar-sanggar dan pemerintah khususnya di Kab Bekasi agar pemerintah selalu memberi dukungan kepada para pelestari ini dalam hal edukasi kepada masyarakat dan bantuan yang lain, “Ungkapnya.

Dengan menjaga Protokol Kesehatan suasana seni tersebut terlihat semarak. (sg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *