August 8, 2022

KTH Bersama Desa Sionom Hudon Timur I dan Marsada Pargamanan Bintang Maria Simataniari, , Kabupaten Humbang Hasundutan Merupakan Binaan Toba Pulp Lestari kembali Menerima Dukungan Sebanyak 4.500 Batang Bibit Kayu Manis

3 min read

Humbahas, aspirasipublik.com – Kelompok Tani Hutan (KTH) Bersama Desa Sionom Hudon Timur I dan Marsada Pargamanan Bintang Maria Simataniari, Desa Simataniari, Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan merupakan binaan Toba Pulp Lestari (TPL) yang kembali menerima dukungan dari perusahaan penghasil bubur kertas tersebut.

Sebanyak 4.500 batang Bibit Kayu Manis diberikan kepada KTH Bersama Sionom Hudon Timur I dan 900 batang Bibit Kopi kepada KTH Marsada Pargamanan Bintang Maria Simataniari, yang diterima langsung oleh ketua, anggota dan penasihat kelompok tani masing-masing.

Dukungan tersebut merupakan komitmen TPL sebagai program keberlanjutan yang dilakukan bersama KTH yang ada di Kecamatan Parlilitan untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi desa.

Mewakili management TPL, Yessy Panggabean, Community Development (CD) Officer, mengatakan dukungan ini sebagai wujud nyata adanya kerjasama yang berkelanjutan antara masyarakat KTH Desa Sionom Hudon dan Desa Simataniari dengan perusahaan.

“Sebagai wujud tanggung jawab sosial TPL, sebelumnya di tahun 2020 dan 2021 perusahaan sudah memberikan dukungan pengkayaan bibit tanaman kemenyan dan tahun ini pola dukungan kerjasama kita ditambahkan dengan penanaman bibit kayu manis. Harapan perusahaan 3 – 5 tahun kemudian peningkatan ekonomi terjadi untuk masyarakat desa terutama di bidang kemenyan dan kayu manis,” jelas Yessy.

Yessy menambahkan, dukungan ini diberikan karena tanaman kemenyan dapat hidup berdampingan dengan kayu manis dan juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Baik kemenyan atau pun kayu manis dianggap sebagai salah satu komoditas yang bisa menjadi peningkatan ekonomi di Desa Sionom Hudon. Hal ini merupakan tradisi turun temurun di tanah batak, kemenyan adalah tanaman endemik dan pohon kayu manis salah satu tanaman yang dapat menjadi pendamping.

TPL sebagai perusahaan yang beroperasi di tengah-tengah masyarakat, memiliki perhatian khusus untuk membantu peningkatan ekonomi masyarakat mulia dari hulu sampai ke hilir baik dalam komoditas apapun. Melalui tim CD, KTH dibantu mulai dari budidaya, penyemaian bibit, penanaman bibit dan juga dimonitor serta evaluasi sehingga para petani semakin mahir. Evaluasi tersebut bertujuan untuk memperhitungkan jika ada tanaman yang mati dan perusahaan siap memberikan dukungan bibit penyulaman kepada para petani.

“Selama ini paradigma petani untuk tanaman kayu manis kebanyakan adalah menebang langsung, setelah itu diambil kayu manisnya sehingga tidak berkelanjutan. Dalam waktu dekat, TPL akan memfasilitasi masyarakat untuk budidaya serta pemanenan kayu manis yang baik dan benar bekerja sama dengan BP2LHK dari Dinas Kehutanan Aek Nauli, Kabupaten Humbang Hasundutan sebagai fasilitator untuk tanaman kehutanan, sehingga dukungan tersebut dapat berkelanjutan dan tidak habis begitu saja. Hasilnya nanti masyarakat yang berada di wilayah operasional perusahaan juga dapat menikmati dan merasakan kehadiran TPL secara maksimal,” tegas Yessy.

Penasihat KTH Bersama Desa Sionom Hudon Timur I dan juga salah satu tokoh masyarakat, Masden Tinambunan didampingi Jonni Tamba selaku ketua, mengaku senang atas dukungan yang diberikan oleh perusahaan. KTH yang berjumlah 33 orang ini akan menerima lebih kurang 130 batang kayu manis/KK setelah dibagikan. Disampaikan juga, bahwa saat ini bibit pohon kemenyan yang ditanaman dikawasan hutan milik para petani mengalami perkembangan yang baik. Secara berkala para petani dan perusahaan melakukan perawatan serta monitoring rutin.

Bibit kayu manis ini sendiri merupakan usulan dari KTH Bersama Desa Sionom Hudon Timur I ke TPL yang akan dimanfaatkan sebagai bentuk tumpangsari disamping kemenyan. Menurut Masden, sebelumnya sudah pernah menanam dan memanen kulit pohon kayu manis dan harganya lumayan besar dengan kisaran Rp 55.000/kg. Sebagai tanaman pendamping, masa panennya yang lebih cepat kayu di usia 5 tahun sudah dapat membantu sembari menunggu kemenyan yang baru dapat dipanen di usia 7 tahun.

“Harapan kami dari masyarakat Desa Sionom Hudon setelah menerima dukungan bibit kemenyan dan kayu manis ini, semoga masyarakat desa lebih makmur dan TPL juga dengan ridho Tuhan akan lebih maju sehingga perusahaan dan masyarakat bisa maju bersama,” ucap Masden.

Sejak menjalin kerjasama, KTH Bersama Desa Sionom Hudon Timur I dan KTH Marsada Pargamanan Bintang Maria Simataniari sudah banyak menerima dukungan dari perusahaan. Selain bibit kayu manis dan bibit kopi, TPL juga telah mendistribusikan bibit kemenyan sebanyak 4.000 batang, sarana prasarana budidaya cabe, bantuan covid berupa masker, sarana cuci tangan, desinfektan, beras, gula serta pelatihan sekolah kopi November 2021 lalu. Semua dukungan itu berjalan dengan baik dan sangat bermanfaat serta pendampingan dari TPL juga selalu hadir untuk KTH tersebut. Bahkan dengan adanya rencana perusahaan memfasilitasi KTH mengikuti pelatihan pengelolaan pohon kemenyan, mereka senang hati untuk hadir dalam kegiatan tersebut. Karena dengan terbangunnya kerjasama selama ini, masyarakat dan perusahaan justru menerima segala manfaat baiknya masing-masing. (Samsudin l gaol)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.