
Bekasi, aspirasipublik.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Daerah Pemilihan IX, Komisi II dari Fraksi Partai Gerindra Irpan Haeroni mengadakan reses ke II tahun sidang 2019-2020 di Majelis Ta’lim Hidayatunnisa, Kampung Pulo Sirih, Rt.01/06 Desa Suka Darma, Kec Sukatani, pada selasa (3/3/2020).

Di awali dengan sambutan ketua majelis ta’lim Hidayatunnisa, Hj. Koerunisa menyampaikan bahwa, dirinya turut apresiasi dengan kehadiran Irpan Haeroni, bahwa anggota dewan legislatif harus mengenal dan dekat dengan rakyatnya, karena di pilih oleh rakyat .Dirinya juga berharap supaya dewan dapat memperhatikan sarana majlisnya yang di anggap butuh perawatan. “Ucap Koerunisa yang juga di susul oleh sambutan tokoh lainya.
Menurut Irpan yang juga anggota Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Jabar, kegiatan reses tersebut dilakukan sebagai media untuk menjaring aspirasi masyarakat yang diwakilinya, terutama terkait permasalahan penyelenggaraan pemerintahan daerah dan kebutuhan pembangunan daerah, karena legislatif sebagai pungsi Budgeting, Controlling dan Legislating bersifat kolektif kolegial.
Dikatakannya, dengan terjun langsung menemui masyarakat bisa lebih mengetahui kondisi real sebenarnya yang dibutuhkan masyarakat tanpa dikurangi dan ditambah-tambahkan apa yang di rasakan masyarakat.
Diantaranya menurut
Irpan, kegiatan pembangunan yang di laksanakan oleh pemerintahan Provinsi Jawa
Barat, seperti Normalisasi Citarum Harum, Kali Ciherang dan lainnya. Semua itu
berdasar pada kebutuhan daerah, namun menurutnya, bicara sungai yang
mengakibatkan banjir, harus ada naturalisasi dan normalisasi yang rutin agar
sungai tidak dangkal. “Ucapnya.
Semua aspirasi usulan usulan dan masukan yang diperoleh saat melakukan
kunjungan, ucap Irpan tentunya akan diperjuangkan untuk ditindaklanjuti dalam
bentuk program pembangunan daerah sesuai kewenangannya.”Ungkapnya.
Menurut dia, sambung Irpan nantinya semua aspirasi didata namun tentunya akan kita buat skala prioritas mana yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah. Setelah itu akan disampaikan dalam sidang paripurna dengan agenda pertanggungjawaban kegiatan kunjungan,” kata Irpan dewan yang cukup humoris.
Beberapa warga setempat menyamapaikan usulannya, Sadih mengatakan berkaitan dengan pupuk pertanian, dirinya ingin jelas apakah pupuk tersebut bayar atau gratis, bagaimana kalau petani ingin biaya pertanian harus relatif ringan untuk biaya pengolahan lahan persawahan. “Harapnya.
Saedo seorang ibu rumah tangga di antaranya bertanya tentang persoalan bank Emok yang selama ini di anggap momok yang mengkhawatirkan bagi peminjam uang.
Sesi tanya jawab dalam hal ini berlangsung lama, hingga warga masyarakat merasa mengerti dan paham tentang pungsi usulan usulan yang di sampaikannya.
Hadir dalam kesempatan tersebut unsur TNI, Polri, Tokoh masyarakat, Tokoh Agama dan tamu undangan lainnya. (sugi)





