Dimasa PSBB masa Transisi, Pemkot Bekasi Kembali Menyalurkan Bantuan Paket Sembako Bagi Warga Yang Tidak Masuk Data Non Data Terpadu Kesejahteraan Sosial

Kota Bekasi, aspirasipublik.com – Dimasa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa Transisi, Pemerintah Kota Bekasi kembali menyalurkan bantuan paket sembako bagi warga yang tidak masuk data Non Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (Non DTKS).

Menurut Ketua Tim Terpadu Pengendalian bansos Covid-19 Kota Bekasi Taufik R. Hidayat, Paket sembako ini akan dibagikan kepada keluarga  yang terdampak Corona (Covid-19) yang belum menerima bantuan dari dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Kota Bekasi.

“Kurang lebih sebanyak 75.000 kelurga yang akan diberikan paket sembako. Pertama terdapat 18. 867 keluarga yang telah tercatat dalam Non DTKS. namun belum menerima bantuan pada bulan April. Kedua terdapat 56.133 keluarga data oembaharuan tanggal 10 Mei oleh camat dan lurah setempat yang hingga saat ini belum menerima bantuan,” ungkap Taufik.

Warga yang masuk katagori Non DTKS di Kota Bekasi ialah penduduk yang menetap (tempat tinggal bukan milik sendiri/pengontrak) dan tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kota Bekasi yang terdampak Covid-19 serta penduduk tidak tetap (musiman) yang memiliki penghasilan tidak tetap dan tinggal di Kota Bekasi secara tidak permanen.

“Data ini berdadarkan hasil pendataan camat dan lurah selanjutnya sebagai daftar penerima oleh lurah dan camat melalui berita acara,” kata Taufik.

Ia menjelaskan, nilai paket sembako ini senilai Rp 249.000 yang bersumber dari Dinas  Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Bekasi.

Isi paket terdiri dari, Beras 10 kg, Minyak goreng 2 liter, Kecap manis 1 botol berat 140 ml, Saus sambal 1 botol berat 140 ml, Makanan kaleng 3 kaleng berat 425 gram per kaleng, Mie instan 10 buah, Biskuit 1 bungkus,dan Masker Kain Non Medis (Bantuan Sosial dari Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah)

“Proses Packing Bantuan Sosial dilakukan oleh relawan aparatur Pemerintah Kota Bekasi yang dikoordinasikan oleh Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD).

Taufik mengatakan, pendistribusian paket sembako itu sudah di mulai pada minggu I Juni 2020. Bantun itu  diserahkan langsung kepada Lurah yang nantinya distribusikan paket itu ke RT/RW setempat.

Pihak RT/RW mendistribusikan langsung ke penerima manfaat yang dilengkapi tanda terima barang dan penempelan stiker keluarga penerima Bansos.

“Apabila di dalam wilayah kelurahan sudah tidak terdapat penerima bantuan sosial maka dapat dialihkan ke wilayah kelurahan lainnya yang masih membutuhkan dengan dilengkapi Berita Acara Peralihan Penerima Bantuan Sosial,” ucap taufik. (Prima/Pardamean)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: