August 13, 2022

Janda 56 Tahun Disinyalir Menjadi Korban Bujuk Rayu Oknum Kades Sui Kunyit Dalam

3 min read

Ilustrasi

Mempawah, aspirasipublik.com – NR (56) Warga RT 05 RW 02 Desa Sungai Kunyit Dalam disinyalir menjadi korban bujuk rayu prilaku tak senonoh HD oknum Kades di Kecamatan Sungai Kunyit Kabupaten Mempawah.

NR menceritakan dimana seringnya HD melakukan bujuk rayu kepada dirinya dari saat dirinya masih bersuami hingga status janda melekat pada dirinya, Senin (13/09/ 2021)

“HD, itu seorang Kades dia memang sering membantu masyarakat yang sakit, termasuk saya,” katanya

Kemudian saya pernah waktu itu mengalami sakit dan dibawanya untuk berobat ke salah satu RS di Singkawang, menggunakan motor Dinas milik Kades, setelah berobat saya dibawanya nonton ke Mall pusat perbelanjaan di sana, diajak makan dan minum, kemudian kami pulang.

Sesampainya di Sungai Kunyit saya dibawanya lewat jalan belakang yang gelap dan sunyi tanpa ada rumah warga, disitu HD menghentikan motornya dan mulai berniat untuk membujuk saya, dipegangnya tangan saya kemudian oknum Kades tersebut meminta untuk melayaninya melakukan hubungan intim dengan imbalan membayar uang sebesar 500 ribu.

“Kau layani aku aku kasi 500 ribu ini ada 300 ribu dulu tunggu aku gajian kubayar lagi 200 ribu,” ujarnya menirukan ucapan HD.

Saat itu saya menolak karena saya ingat status saya punya suami, kenapa pak kades seperti ini ingat pak saya punya suami  ucapan saya kepada HD, tetapi HD masih saja bersikukuh dengan memegang tangan saya, jangan sampai saya berteriak meminta tolong disini pak, akhirnya HD oknum Kades menghentikan niatnya.

Kami pun pulang saya sedih saat itu melihat perlakuan HD kepada saya, terlebih saat tiba dirumah saya melihat suami saya setia duduk menunggu saya pulang diteras rumah.

Dengan berjalanya waktu status janda pun melekat kepada diri saya, dan akhirnya saya berpisah dengan suami saya, jodoh kami sudah usai pak.

Nah disaat saya menjalani hidup dengan status janda inilah HD kembali mendekati saya sering datang kerumah dan telpon saya hingga chat lewat WA

Perlakuan tak senonoh Kades HD saat itu pertama kali dilakukannya saat HD mendatangi dirinya di Kost anaknya dipontianak

“Saat itu saya berada di Pontianak di kost anak saya, anak saya bekerja di Pontianak saya mendatanginya disana karena sudah lama tak pulang dan saya sangat rindu,” jelasnya.

Tiba – tiba saja saya menerima telpon dari HD, dan dia mengatakan dirinya juga berada dipontianak, bolehkah saya mampir kesitu untuk menumpang istirahat ujar kades, dan saat itu saya mengiyakan, sesampainya di kos anak saya, HD duduk diruang tamu dan saya bikinkan minuman segelas teh hangat.

“Saat saya berada dikamar kos anak saya tiba – tiba HD masuk dan membujuk saya untuk melakukan hubungan selayaknya suami istri, jujur pak saat itu saya menolak karena saya tau hal itu dilarang agama, namun saya termakan bujuk rayu dan janji manis Kades yang siap akan menikahi saya dan hubungan selayaknya suami istri itupun terjadi, perlahan lahan kades melorotkan celana saya dan saya digaulinya sebanyak dua kali pada hari itu.

Namun saat kejadian tersebut telah usai oknum Kades tersebut tak kunjung menepati janjinya bahkan sampai empat bulan telah berlalu HD tak mau memperdulikanya, hingga permasalahan tersebut mulai mencuat saat saya meminta keadilan dan mencoba mendesak Kades dikantornya dan saya mengatakan kepada HD jika masalah ini tidak selesaikan dan saya tidak dinikahi  saya akan angkat ke publik.

Merasa takut akhirnya HD yang oknum Kades pun menuruti dan akan menepati janjinya, dan pernikahan sirih pun terjadi di Pontianak,  dengan perjanjian usai menikah HD siap menafkahi dan memberikan waktu tiga malam untuk saya dan empat malam untuk istrinya sedangkan untuk uang belanja HD mengatakan jika dirinya mendapatkan uang yang banyak dirinya juga dikasi banyak jika mendapat uang sedikit dirinya juga dikasi sedikit.

Setelah menikah dipontianak kami pun pulang namun setelah saya dinikahinya sampai saat ini HD tak pernah mendatangi saya dan memberikan nafkah lahir bathin kepada saya

“Dan tentu saja saya merasa dirugikan guna mencari keadilan saya pernah melaporkan hal ini mulai dari lapor ke Polsek Sungai Kunyit, lalu di Kecamatan dan sampailah saya mendapatkan petunjuk agar melaporkan hal ini ke Dinas Sosial Mempawah ke perlindungan anak dan perempuan (KPAID), yang bertujuan saya tak lain agar hal yang sudah terjadi pada diri saya jangan sampai terjadi pada warga yang lainya, saya berharap permasalahan ini dapat terselesaikan dengan seadil – adilnya,” harapnya.

Sementara waktu saat menghubungi HD Kades yang bersangkutan, melalui Via Whatsapp untuk mengklarifikasi kebenaran informasi yang sudah diterima, HD oknum Kades hanya memberikan jawaban singkat

“Malah balik bertanya dapat no saya dari mana dan langsung aja Ke KPAID jelasnya mengakhiri. (us/hen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.