
Tapanuli Utara, aspirasipublik.com – Pemerintahan Kabupaten Tapanuli Utara melalui Bupati dan Wakil Bupati setempat meresmikan gedung MRI, poli jantung, serta Unit Pelatihan dan Pengembangan Kompetensi di RSUD Tarutung, Rabu (30/4/2026).
Kehadiran fasilitas ini diharapkan meningkatkan kualitas layanan sekaligus mengurangi kebutuhan rujukan ke luar daerah.
Wakil Direktur RSUD Tarutung Pastrida Simamora, menjelaskan MRI yang telah dipersiapkan sejak 2025 kini mulai dioperasikan dan menjadi salah satu yang tersedia di kawasan Tapanuli Raya.
Keberadaan alat tersebut dinilai krusial untuk memperkuat penegakan diagnosis.
“Dengan fasilitas ini, pemeriksaan bisa dilakukan di RSUD, sehingga pasien tidak perlu lagi keluar daerah,” ujarnya.
Penguatan layanan juga dilakukan melalui pembukaan poli jantung dan penyakit dalam dengan memanfaatkan gedung eks Kesbang. Langkah ini diambil untuk mengurai antrean sekaligus mempercepat alur pelayanan.
Pelaksana Tugas Direktur RSUD Tarutung, dr. Bobby Simajuntak, menyebut pengembangan poli tersebut merupakan inisiatif Bupati guna menjawab tingginya kunjungan pasien.
Selama ini terjadi penumpukan. Ke depan, pasien dapat langsung menuju poli jantung tanpa harus melalui antrean panjang di pendaftaran,” katanya.
Dia menambahkan, pembangunan MRI melibatkan dukungan Yudion selalu pihak ketiga, sedangkan unit pelatihan dan pengembangan kompetensi menjadi sarana peningkatan kapasitas tenaga medis yang terhubung dengan program kementerian.
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti, peninjauan fasilitas, serta pengguntingan pita.
Perwakilan pasien, L.H. Tambunan, mengaku selama ini harus berobat ke luar daerah untuk pemeriksaan lanjutan. Dengan hadirnya fasilitas baru, ia berharap pelayanan menjadi lebih mudah dan antrean berkurang.
Selama ini kami harus keluar Taput. Mudah-mudahan sekarang tidak lagi, dan prosesnya bisa lebih cepat,” ujarnya.
Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sektor kesehatan, termasuk peningkatan fasilitas laboratorium.Kasus penyakit dalam dan jantung cukup tinggi. Laboratorium akan kita lengkapi agar penanganan tidak perlu lagi keluar kota,” katanya.
Bapak JTP juga menyoroti pentingnya integrasi sistem antara puskesmas dan RSUD, terutama dalam proses pendaftaran, agar pasien tidak harus bolak-balik.
Pelayanan harus terhubung. Jangan sampai pasien yang sudah sakit justru dipersulit,” tegasnya.
Menurutnya, pengembangan rumah sakit membutuhkan dukungan bersama, termasuk kesiapan pembiayaan dan perubahan pola kerja di internal.
Dengan beroperasinya fasilitas tersebut, Pemkab Taput menargetkan layanan kesehatan menjadi lebih cepat, terintegrasi, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara menyeluruh. (Fredy)



