
Jakarta, aspirasipublik.com – Komitmen Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) dalam mendorong transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara memasuki babak baru. Pada hari Kamis, 9 Juli 2026, bertempat di Gedung Program Pascasarjana Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Depok, salah satu srikandi terbaik BPK RI, Hardini Lestiani Hernusa, S.E, M.Sc., CA., CFE., CGAE., Ak. resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Akuntansi ke-107 dari Universitas Indonesia (FEB UI) setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor.
Sidang akademik yang berlangsung khidmat pada tanggal 9 Juli 2026 pukul 13.00 s.d. 15.00 WIB ini dipimpin langsung oleh Ketua Sidang Prof. Dr. Irwan Adi Ekaputra. Bertindak sebagai Promotor adalah Prof. Dr. Lindawati Gani, didampingi oleh Ko-Promotor Miranti Kartika Dewi, Ph.D. (sedangkan Ko-Promotor Elvia Rosantina, Ph.D. berhalangan hadir). Sementara itu, Tim Penguji/Oponen Ahli yang menguji ketajaman riset promovendus terdiri atas Prof. Desi Adhariani, Ph.D. (Ketua Penguji), Yulianti, Ph.D., Dr. Eliza Fatima, Nanda Ayu Wijayanti, Ph.D., dan Prof. Dr. Bambang Pamungkas.

Di hadapan dewan penguji, Kepala Bagian Pengelolaan Informasi BPK RI ini sukses mempertahankan disertasinya yang berjudul: “Potensi Implementasi Audit Partisipasi Publik: Tahapan Proses, Faktor Pendukung dan Tantangannya di Indonesia”. Sidang pun memutuskan memberikan predikat kelulusan yang sangat memuaskan atas kontribusi akademis tersebut.
Membuka “Menara Gading” BPK Melalui Kolaborasi Rakyat
Dalam pemaparannya, Dr. Hardini Lestiani Hernusa, S.E, M.Sc., CA., CFE., CGAE., Ak. menegaskan bahwa risetnya lahir dari sebuah visi besar agar lembaga pemeriksa eksternal seperti BPK RI tidak lagi bekerja di dalam “menara gading” yang tertutup dan kaku. Di tengah kuatnya tuntutan reformasi birokrasi, BPK perlu membuka diri dan berkolaborasi secara terstruktur dengan publik serta Organisasi Masyarakat Sipil atau Civil Society Organization (CSO).

“Audit keuangan negara tidak boleh lagi menjadi urusan para teknokrat semata. Ini harus dikembangkan menjadi sebuah gerakan kolaborasi yang melibatkan rakyat, mendengar denyut kebutuhan mereka, demi mewujudkan Indonesia yang lebih transparan dan akuntabel,” tegas Dr. Hardini Lestiani Hernusa, S.E, M.Sc., CA., CFE., CGAE., Ak. saat membacakan hasil penelitiannya.
Melalui pendekatan mixed-methods sequential explanatory, penelitian ini melibatkan survei berskala besar terhadap 442 auditor BPK RI and 155 perwakilan CSO, serta wawancara mendalam bersama pimpinan BPK RI dan CSO nasional seperti IBP Indonesia dan Seknas FITRA.
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa implementasi Audit Partisipasi Publik (APP) di Indonesia sangat potensial untuk dikembangkan melalui pendekatan bertahap. Tahapan pemeriksaan yang dinilai paling krusial untuk melibatkan publik adalah Tahap Perencanaan Audit (untuk pemetaan risiko dan penentuan fokus isu prioritas). Keberhasilan skema kolaborasi ini sangat ditentukan oleh penguatan regulasi, kesiapan kapasitas kelembagaan, serta Kepemimpinan Transformasional yang mampu menggeser budaya organisasi ke arah yang lebih inklusif.
Kebaruan (Novelty) Penelitian
Secara akademis dan praktis, riset Dr. Hardini Lestiani Hernusa, S.E, M.Sc., CA., CFE., CGAE., Ak. ini menghadirkan empat kontribusi kebaruan (novelty) utama yang membedakannya dari literatur terdahulu:
- Pertama, model implementasi Audit Partisipasi Publik (APP) berbasis tahapan audit yang menunjukkan setiap tahapan audit memerlukan konfigurasi faktor kelembagaan berbeda, berbeda dengan penelitian terdahulu yang memperlakukan APP secara seragam di seluruh siklus audit.
- Kedua, identifikasi Tahap Perencanaan sebagai primary entry point implementasi APP di Indonesia, yang menunjukkan partisipasi publik paling efektif dimulai pada fase awal siklus audit sebelum proses teknis pengujian bukti dimulai.
- Ketiga, perluasan penerapan Teori Partisipasi, Teori Logika Institusional, dan Teori Kepemimpinan Transformasional dalam konteks audit sektor publik di negara berkembang, dengan menunjukkan partisipasi publik dalam audit harus dipahami melalui logika institusional yang saling bernegosiasi.
- Keempat, kontribusi pada literatur peran CSO sebagai mitra strategis yang membawa pengetahuan berbasis pengalaman lapangan, bukan hanya watchdog eksternal.
Profil Doktor Ilmu Akuntansi ke-107 dari Universitas Indonesia: Perempuan Tangguh yang Syarat Prestasi
Keberhasilan meraih gelar tertinggi di UI ini melengkapi rekam jejak Dr. Hardini Lestiani Hernusa, S.E, M.Sc., CA., CFE., CGAE., Ak. sebagai sosok perempuan berprestasi dan tangguh. Lahir di Makassar pada 23 Agustus 1985 dari pasangan Tato Hernusa (almarhum, seorang PNS Karantina Pertanian) dan Rusian Rehni, Dr. Hardini Lestiani Hernusa, S.E, M.Sc., CA., CFE., CGAE., Ak. telah menonjol sejak kecil, dan menunjukkan bakat luar biasa. Di bangku SD, ia selalu menjadi Juara 1 dan Juara umum, dipercaya menjadi pengibar bendera, dan meraih Juara 2 siswa SD teladan se-Provinsi Jawa Timur. Prestasi ini berlanjut di SMP Negeri 2 Waru, di mana ia kembali menjadi Juara 1 dan Juara umum, serta aktif berorganisasi sebagai Ketua Kelas, Bendahara Koperasi Siswa, dan Ketua OSIS. Mengikuti almarhum ayahnya yang berpindah tugas sebagai PNS Karantina Pertanian, Dr. Hardini Lestiani Hernusa, S.E, M.Sc., CA., CFE., CGAE., Ak. menamatkan SMP di SMP Negeri 2 Tanjung Karang, kemudian melanjutkan ke SMA favorit, SMA Negeri 2 Bandar Lampung, yang selalu berada di kelas unggulan 1.1, 2.1, dan IPA 1.

Pendidikan selalu menjadi perjuangan utama Dr. Hardini Lestiani Hernusa, S.E, M.Sc., CA., CFE., CGAE., Ak. Ia diterima di D1 Pajak STAN, namun mengikuti nasihat ayahnya, ia memilih melanjutkan di S1 Akuntansi di Universitas Airlangga melalui UMPTN. Di sana, ia meraih beasiswa Graduate Development Programme (GDP) dari Thiess Indonesia, Perusahaan multinasional Australia yang bergerak di bidang Kontraktor Tambang Batu Bara. Beasiswa ini merupakan ikatan dinas -begitu wisuda di hari Sabtu, Senin-nya Dr. Hardini Lestiani Hernusa, S.E, M.Sc., CA., CFE., CGAE., Ak. sudah bekerja di Thiess Indonesia Jakarta di Ratu Prabu 2. Ia kemudian mengambil Profesi Akuntan di PPAk UI secara mandiri. Setiap malam, ia naik Transjakarta dari Cilandak ke Salemba, menginap di kosan, dan kembali naik ke Cilandak sebelum subuh untuk kembali bekerja. Ketika teman-temannya mengajak lanjut S2 di UGM, Dr. Hardini Lestiani Hernusa, S.E, M.Sc., CA., CFE., CGAE., Ak. hanya bisa lirih mengatakan ingin yang gratisan—beasiswa ke Inggris. Sambil bercanda menyampaikan karena itu membiasakan diri makan roti dan kopi hitam untuk sarapan, di balik senyum yang menahan tangis dalam perjuangan meraih mimpinya.
Namun, bekerja di perusahaan Australia tidak membuat hati ayahanda tenang. Sang ayah meminta Dr. Hardini Lestiani Hernusa, S.E, M.Sc., CA., CFE., CGAE., Ak. mencoba PNS. Pada 2008, ia melamar ke BPK dan diterima. Dr. Hardini Lestiani Hernusa, S.E, M.Sc., CA., CFE., CGAE., Ak. mengawali kariernya di BPK sebagai Pemeriksa di Direktorat Jenderal Pemeriksaan Keuangan Negara (Ditjen PKN) VII, yang membawahi Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Di sini, ia bertanggung jawab melakukan pemeriksaan atas objek-objek strategis nasional, seperti SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di sektor hulu migas, serta BUMN bidang pangan yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan Indonesia.
Di tahun 2012, tidak disangka suatu yang awalnya hanya seloroh menjadi kenyataan, Dr. Hardini Lestiani Hernusa, S.E, M.Sc., CA., CFE., CGAE., Ak. mendapatkan beasiswa SPIRIT untuk belajar audit lingkungan dengan S2 Environmental Management and Business di University of Hertfordshire, Inggris—buah dari perjuangan roti dan kopi hitamnya. Di tengah kesibukannya meniti karier, Dr. Hardini Lestiani Hernusa, S.E, M.Sc., CA., CFE., CGAE., Ak. menemukan pendamping hidup. Ia menikah dengan Anindita Pradana, yang saat ini menjabat sebagai Manajer Imbangan Audit di PLN. Dari pernikahan ini, lahirlah seorang putri cantik bernama Saskia Anindya Pratiwi, yang akrab disapa Keiko. Kini berusia 14 tahun, dan duduk di kelas 9C di SMP Al Azhar 4 Kemandoran.
Di BPK, Dr. Hardini Lestiani Hernusa, S.E, M.Sc., CA., CFE., CGAE., Ak. merasakan panggilan batin untuk membawa perubahan-bahwa audit tidak boleh hanya memeriksa angka, tetapi juga mendengar suara rakyat. Maka, ia menempuh pendidikan Doktoral di PPIA, FEB UI. Beasiswa S3 ini ia peroleh dari Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan (IBIK) Bogor, di mana ia juga mengabdi sebagai dosen tetap.
Saat ini, Dr. Hardini Lestiani Hernusa, S.E, M.Sc., CA., CFE., CGAE., Ak. menjabat sebagai Kepala Bagian Pengelolaan Informasi di Biro Humas dan Kerja Sama Internasional BPK, bertanggung jawab dalam pelayanan informasi, publikasi, media dan perpustakaan. Semangat berorganisasi yang telah tumbuh sejak SMP terus ia bawa hingga dewasa. Saat ini, Dr. Hardini Lestiani Hernusa, S.E, M.Sc., CA., CFE., CGAE., Ak. aktif dalam berbagai organisasi profesi, mengabdikan diri untuk berbagi ilmu dan memberikan manfaat bagi sesama. Ia tercatat sebagai pengurus di ACFE Indonesia Chapter (Association of Certified Fraud Examiners), organisasi yang fokus pada pencegahan dan deteksi kecurangan. Ia juga sempat aktif sebagai volunteer di IIA Indonesia (The Institute of Internal Auditors), wadah bagi para profesional audit internal untuk terus mengembangkan kompetensi. Selain itu, Dr. Hardini Lestiani Hernusa, S.E, M.Sc., CA., CFE., CGAE., Ak. tergabung dalam IABA (Indonesia Association of British Alumni), organisasi alumni yang mempererat jejaring lulusan UK—. Tak hanya itu, Dr. Hardini Lestiani Hernusa, S.E, M.Sc., CA., CFE., CGAE., Ak. juga aktif di Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Kompartemen Akuntan Sektor Publik, berkontribusi dalam pengembangan profesi akuntan sektor publik di Indonesia. Melalui berbagai organisasi ini, Dr. Hardini Lestiani Hernusa, S.E, M.Sc., CA., CFE., CGAE., Ak. terus menebar manfaat, membangun jejaring, dan berharap dapat memberikan inspirasi bagi generasi muda, terutama perempuan, bahwa profesionalisme dan pengabdian dapat berjalan beriringan.
Disertasi ini adalah cerminan perjuangan seorang perempuan yang tak pernah berhenti. Dari Juara Teladan SD, Ketua OSIS, Penerima Beasiswa di S1, S2, hingga S3, Pengurus berbagai Organisasi Profesi, Dosen Tetap, Pemeriksa Strategis di sektor migas dan pangan, hingga Kepala Bagian Pengelolaan Informasi BPK-Dr. Hardini Lestiani Hernusa, S.E, M.Sc., CA., CFE., CGAE., Ak. membuktikan anak perempuan dari Makassar bisa memberikan kontribusi bagi bangsa. Di balik gelar akademiknya, ada doa almarhum Ayah yang mengarahkannya ke pengabdian, doa Ibu yang tak pernah putus dan selalu memberikan semangat, dukungan Suami, serta senyum Putri kecilnya, Keiko, yang menjadi semangatnya setiap hari. Ada juga kenangan roti dan kopi hitam yang menemani mimpinya sejak muda. Dr. Hardini Lestiani Hernusa, S.E, M.Sc., CA., CFE., CGAE., Ak. adalah bukti bahwa perjuangan tidak pernah sia-sia, dan bahwa mimpi besar selalu berawal dari langkah kecil yang terus diambil selangkah demi selangkah dengan keyakinan dan cinta—kepada keluarga, profesi, negeri, dan nilai-nilai pengabdian serta bermanfaat yang ia pegang teguh sepanjang hidup.
Nasihat Akademik: Fondasi untuk Pengabdian
Suasana haru menyelimuti ruang sidang saat promotor menyampaikan nasihat akademik kepada Dr. Hardini Lestiani Hernusa, S.E, M.Sc., CA., CFE., CGAE., Ak. Pimpinan sidang beserta tim promotor mengingatkan bahwa dengan gelar akademik tertinggi ini, tanggung jawab profesi dan tantangan pengabdian di masyarakat akan jauh lebih besar. Dr. Hardini Lestiani Hernusa, S.E, M.Sc., CA., CFE., CGAE., Ak. diharapkan dapat mengamalkan ilmunya sebagai fondasi untuk pengabdian demi kepentingan bangsa dan negara, pesan promotor, Prof. Dr. Lindawati Gani.
Ucapan selamat mengalir pasca-sidang ditutup resmi dengan ketukan palu tiga kali oleh Ketua Sidang Prof. Irwan Adi Ekaputra. Sesi diakhiri dengan foto bersama antara Dr. Hardini Lestiani Hernusa, S.E, M.Sc., CA., CFE., CGAE., Ak. suami, putri kecilnya Keiko, sang ibunda, keluarga besar, seluruh Tim Penguji dan Promotor serta kolega yang hadir. Selamat kepada Dr. Hardini Lestiani Hernusa, S.E, M.Sc., CA., CFE., CGAE., Ak. semoga gelar dan ilmu yang diraih dapat menebar manfaat bagi transparansi dan masa depan tata Kelola keuangan Republik Indonesia. (JSR Watimena@Hendra Kusumawati)






