
Jakarta, aspirasipublik.com – Senin 05 Oktober 2026 di Kampus IPDN Jakarta Telah Terjalin Rencana Kerja sama Ikatan Alumni Doktor Ilmu Pemerintahan (IKADIP) Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kemendagri Dengan Nexus Alumni Doktor Transportasi dan Logistik Trisakti (NADI) dalam bentuk kolaborasi strategis antara lulusan program strata tiga (S3) untuk memperkuat jejaring: 1. Kolaborasi Riset dan Publikasi dalam Menggabungkan keahlian lintas disiplin ilmu untuk melakukan penelitian bersama dan menerbitkan jurnal internasional bereputasi., 2. Pengabdian kepada Masyarakat,Mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) secara langsung untuk membantu menyelesaikan masalah di lingkungan sosial atau industri., 3. Pengembangan Karier dan Akademik, Membangun portal karier, jejaring dosen, serta mentor bagi peneliti atau doktor muda., 4. Sinergi Kebijakan dan Inovasi,Memberikan rekomendasi strategis bagi pembangunan daerah atau institusi berdasarkan kajian akademis yang mendalam.

Dalam Pembahasan ini hadir secara langsung Alumni IKADIP: Laksda TNI Dr. Suradi Agung Slamet, S.T., S.Sos., M.M., Ketua Umum Ikatan Alumni Doktor Ilmu Pemerintahan (IKADIP) Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kemendagri., Dr. Rivelino, S.STP, M.M., Sekjen Ikatan Alumni Doktor Ilmu Pemerintahan (IKADIP) Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kemendagri., Dr. Maria Ekowati, S. Sos., M.AP., Sekertaris Ikatan Alumni Doktor Ilmu Pemerintahan (IKADIP) Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kemendagri dan Dr. Joko Susilo Raharjo Wattimena, S.Pd.I, M.M., Alumni Doktor Ilmu Pemerintahan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kemendagri & Jurnalis Media Aspirasi Publik & Dosen STIPAN Lenteng Agung Jak Sel. dan dari NADI Hadir Langsung: Dr. Dr. Capt. H. Isa Amsyari, M.M.Tr.,M.Mar. Ketua Umum Nexus Alumni Doktor Transportasi dan Logistik Trisakti (NADI)., Dr. Capt. Solikin, S.E., M.Mar., M.MTr. Wakil Ketua Umum Nexus Alumni Doktor Transportasi dan Logistik Trisakti (NADI)., Dr. dr. Reza Aditya Digambiro, M.Kes, M.Ked (PA), Sp.PA.Sekjen Nexus Alumni Doktor Transportasi dan Logistik Trisakti (NADI)., Dr. Agus Yulianto. S.E., MM. Penasehat Nexus Alumni Doktor Transportasi dan Logistik Trisakti (NADI).

Dalam Perkenalan Nexus Alumni Doktor Transportasi dan Logistik Trisakti. Pengurus yang hadir, saling memperkenalkan diri dengan kualifikasi dan pengalaman serta keahliannya masing-masing.Persoalan transportasi dan logistik Indonesia memiliki karakter yang berbeda antar wilayah. Kota besar menghadapi kemacetan, sejumlah daerah menghadapi kesenjangan kualitas akses, sementara wilayah kepulauan dan pedalaman membutuhkan kepastian layanan angkutan dan Kami melihat ada ruang kerja sama yang kuat antara keilmuan transportasi dan logistik dengan ilmu pemerintahan.
Kita dapat bersama-sama mengukur persoalan distribusi dan akses masyarakat, kemudian merancang kebijakan, pembagian tanggung jawab, serta pelaksanaan yang sesuai dengan kondisi daerah,Untuk itu kami mempertemukan keahlian transportasi dan logistik dengan keahlian tata kelola pemerintahan. Kita dapat memulai dengan satu atau beberapa daerah percontohan, untuk mengukur hambatannya, menyusun pembagian peran, dan menghasilkan rekomendasi yang dapat dilaksanakan,Misalnya, kita ambil contoh untuk menghadapi harga beras mahal di daerah kepulauan, maka pertanyaannya adalah:
1.Apakah penyebab utamanya ongkos angkut, ketidakpastian jadwal, atau struktur perdagangan?
2.Bagaimana keputusan dan koordinasi pemerintah memengaruhi kondisi itu?
3.Mengapa program yang sama menghasilkan dampak berbeda di dua daerah ?
4.Model pengelolaan seperti apa yang lebih sesuai, dan bukti apa yang mendukungnya?
Jika kita ambil contoh Permasalahan distribusi terkait Kemantapan Jalan yang akan berdampak kepada Biaya Logistik:

Alur Perjalanan logistik: Sentra pertanian → jalan kabupaten → jalan provinsi → jalan nasional → pelabuhan Pedagang/Konsuman., Walaupun jalan nasional sudah baik, kerusakan pada jalan kabupaten tetap dapat memperlambat seluruh perjalanan dan menambah biaya.
Contoh ilustrasi sederhana:
Tambahan waktu akibat jalan rusak: 2 jam.
Biaya tambahan kendaraan dan awak: diasumsikan Rp150.000/jam.
Tambahan biaya: 2 × Rp150.000 = Rp300.000 per perjalanan.
Jika membawa 5.000 kg barang: Rp300.000 ÷ 5.000 = Rp60/kg.
Itu baru dari tambahan biaya waktu, belum memperhitungkan kemungkinan tambahan bahan bakar, perawatan kendaraan, atau kerusakan barang.
Sebagai ilustrasi, Jika yang menjadi penyebabnya adalah akses jalan menuju sentra pertanian rusak sehingga biaya pengiriman meningkat, maka :
Pertanyaannya Kontribusi keahlian transportasi dan logistik Kontribusi keahlian pemerintahan
Di mana hambatan terbesar?
Mengukur kondisi akses, waktu tempuh, volume, dan biaya angkut Memetakan keputusan, koordinasi, dan proses penanganan
Ruas mana yang perlu didahulukan?
Menghitung manfaat perbaikan bagi pergerakan barang
Menilai kesesuaian prioritas dengan kebutuhan pelayanan dan perencanaan daerah
Siapa melakukan apa?
Menentukan kebutuhan teknis dan operasional
Memetakan kewenangan serta pembagian tanggung jawab
Bagaimana pelaksanaannya?
Menyusun alternatif penanganan dan indikator teknis
Menyusun mekanisme koordinasi, tindak lanjut, dan akuntabilitas
Bagaimana mengetahui keberhasilannya?
Mengukur perubahan biaya, waktu, keselamatan, dan keandalan
Mengevaluasi pelaksanaan, pemerataan manfaat, dan respons pengguna
Maka rencana agenda untuk menjawab contoh pertanyaan diatas adalah:
Agenda Outcome
Data terukur
Kajian akses daerah menuju layanan publik dan pasar
Peta hambatan pada satu koridor percontohan
Waktu tempuh, ongkos perjalanan, kondisi akses, dan jumlah perpindahan moda
Evaluasi layanan logistik kepulauan/perintis
Rekomendasi jadwal, kapasitas, dan koordinasi pelaksana
Perjalanan terlaksana dibandingkan jadwal, keterisian angkutan, dan hari kekosongan stok
Kajian biaya distribusi komoditas utama
Rincian biaya dari produsen sampai konsumen
Ongkos angkut, biaya penanganan, penyimpanan, dan susut barang
Model koordinasi lintas pemerintah daerah
Kesepakatan pembagian peran dan rencana tindak lanjut Penanggung jawab, dukungan pendanaan, waktu penyelesaian, serta evaluasi layanan
Ukuran manfaatnya untuk masyarakat yaitu perjalanan lebih pasti, biaya lebih terjangkau, distribusi lebih teratur, dan pelayanan lebih aman.”
Kami berharap dapat memetakan kompetensi penelitian dan pengalaman praktis anggota dari kedua organisasi, lalu memilih satu persoalan daerah sebagai kegiatan awal bersama.”
Kami sampaikan usulan untuk mengadakan Kajian bersama terkait bidang-bidang sebagai berikut:
Bidang kajian Pertanyaan yang dipelajari
Contoh dalam transportasi dan logistik
Teori dan sistem pemerintahan
Bagaimana pemerintah menjalankan fungsi pelayanan, pengaturan, dan pembangunan?
Bagaimana pemerintah menjamin angkutan bagi wilayah yang belum layak dilayani secara komersial?
Kebijakan publik Bagaimana masalah menjadi kebijakan, dilaksanakan, dan dievaluasi?
Mengapa subsidi angkutan belum selalu diikuti penurunan harga barang?
Desentralisasi dan hubungan pusat–daerah
Bagaimana kewenangan dan hubungan antartingkat pemerintahan diatur?
Bagaimana menyelaraskan penanganan jalan nasional, provinsi, dan kabupaten?
Kelembagaan dan birokrasi
Bagaimana struktur organisasi dan proses kerja memengaruhi hasil?
Bagaimana mengurangi proses berulang antara dinas, pengelola pelabuhan, dan operator?
Kepemimpinan dan perubahan organisasi
Bagaimana pemimpin menggerakkan aparatur serta menyelesaikan hambatan perubahan?
Bagaimana menjalankan integrasi layanan ketika setiap instansi memiliki prioritas berbeda?
Pelayanan publik dan akuntabilitas
Bagaimana layanan menjadi mudah diakses, adil, dan dapat dipertanggungjawabkan?
Bagaimana menilai keterjangkauan angkutan bagi penduduk desa terpencil?
Pembangunan dan pemberdayaan masyarakat
Bagaimana program pemerintah meningkatkan kemampuan ekonomi masyarakat?
Bagaimana menghubungkan kelompok petani dengan layanan angkutan dan pasar?
Metodologi penelitian pemerintahan
Bagaimana menguji penyebab masalah dan menyusun rekomendasi berbasis bukti?
Bagaimana membedakan pengaruh ongkos angkut, struktur pasar, dan tata kelola terhadap harga pangan?
Manfaat kerjasama Organisasi Alumni Doktor adalah sebagai berikut:
Keahlian IKADIP
Pengalaman Manfaat kerja sama
Aparatur pemerintah pusat/daerah
Penyusunan kebijakan, pelaksanaan program, koordinasi, dan evaluasi
Membantu menilai apakah rekomendasi dapat dijalankan dalam organisasi pemerintah
Pimpinan perangkat daerah atau pejabat koordinasi
Penentuan prioritas, pengelolaan organisasi, dan penyelesaian masalah lintas dinas
Membantu menyusun pembagian peran dan mekanisme tindak lanjut
Dosen dan peneliti
Penelitian, pengajaran, publikasi, serta pengembangan model
Memperkuat desain kajian dan kualitas bukti
Praktisi atau pelaku usaha Pengelolaan organisasi dan interaksi dengan layanan pemerintah Memberikan sudut pandang pengguna kebijakan dan layanan
Dari Pertemuan ini diharapkan dalam pembahasan sederhana ini agar bisa bermanfaat untuk kedua organisasi Alumni Doktor dan secara umum untuk Pemerintah dan Masyarakat luas. (JSR Watimena @Hendra Kusumawati)


