
Jakarta, aspirasipublik.com – Senin, 15 Juni 2026 berlangsung dari pukul 09.00 dan selesai pukul 12.00 di Ruang sidang Terbuka lantai satu gedung pasca sarjana Institut Pemerintahan Dalam Negeri Jakarta, Bapak Prof. Dr. Muhadam Labolo, M.Si., Direktur Pasca Sarjana mewakili atas nama Rektor IPDN Bapak DR. Halilul Khairi. S SOS. M.SI., siang ini diputuskan hasil sidang promosi Doktor atas Nama Dr. Drs. H. Alimuddin, M.Si, Aparatur Sipil Negara Jabatan Pimpinan Tinggi Madya selaku Deputi Bidang Sosial, Budaya dan Pemberdayaan Mayasarakat Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN).
Setelah mempertahankan Disertasinya dihadapan promotor dan penguji selama tiga jam akhirnya Berhak dan dapat Meraih gelar Doktor Ilmu Pemerintahan ke 385 dengan predikat Sangat Memuaskan dengan judul Disertasi “ Dampak Sosial Pemindahan Ibu Kota Negara Di Nusantara.”
Dengan Tim Promotor yang terdiri dari Ketua promotor Prof. Dr. Nurliah Nurdin, S.Sos., MA. Co Promotor 1 Prof. Dr. Mansyur Achmad, M.Si., Co Promotor 2 Dr. Drs. Udaya Madjid, M.Pd.
Tim Penelaah/penguji yang terdiri atas:1. Dr. Halilul Khairi, M.Si. Rektor IPDN yang diwakili Bapak Prof. Dr. Muhadam Labolo, M.Si., Direktur Pasca Sarjana Memimpin jalannya sidang Terbuka., 2. Dr. Ika Sartika, MT., 3. Dr. Tjahjo Suprajogo, M.Si., 4. Dr. Megandaru W. Kawuryan, S.IP., M.Si., 5. Dr. (H.C.) Ir. H. M. Basuki Hadimuljono, M.Sc., Ph.D., Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) selaku Penguji Eksternal.

Riwayat Singkat Dr. Drs. H. Alimuddin, M.Si, dilahirkan di Soppeng pada tanggal 11 November 1968. Beliau merupakan putra kandung dari pasangan Bapak H. Paddu (Almarhum) dan Ibu Hj. Andi Nurhayati. Dalam kehidupan berkeluarga, menikah pada tahun 1999 dengan Ibu Gaby Arghanita, ST., yang berprofesi sebagai PNS. Pernikahan ini telah dikaruniai dua orang putra dan satu putri, yaitu M. Pascal Caesar Giswatama, Nabila Putri Giswatama, dan Othmann Putra Giswatama.
Perjalanan akademis Promovendus dimulai di Kota Samarinda, diawali dari SD Negeri 009 Samarinda, SLTP Negeri 3 Samarinda, hingga SMA Negeri 4 Samarinda. Minat dan dedikasi beliau dalam bidang birokrasi dan pemerintahan kemudian membawanya menempuh pendidikan Diploma III di Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) Jatinangor tahun 1989, yang diselesaikannya pada tahun 1992 yang dilanjutkan dengan mengikuti Sekolah Perwira TNI AD tahun 1992 di Pusat Pendidikan Infanteri (PUSDIKIF) Bandung.

Enam tahun kemudian, pada tahun 1998 beliau menyelesaikan pendidikan program S1 Jurusan Kebijakan Pemerintahan di Institut Ilmu Pemerintahan Jakarta, dan beliau berhasil meraih gelar Magister Ilmu Pemerintahan (S-2) di Universitas Negeri Padjajaran Bandung pada tahun 2002.
Karier profesional diawali di Lingkungan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) yang diawali sebagai Perwira Pertama di Kodam IV Diponegoro, kemudian Sebagai Perwira Pertama Korem 071 Wijaya Kusuma/Purwokerto, selanjutnya Perwira Kodim 0712/Tegal dan terakhir di Koramil 14/Slawi Kabupaten Tegal.
Setelah lingkungan ABRI kemudian beliau melanjutkan pengabdiannya di Lingkungan Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur yang dimulai pada tahun 1995 sebagai Lurah Penajam selanjutnya Sekretaris Camat dan Plt. Camat Babulu. Kemudian tahun 2003 mengembang tugas sebagai Kasubbag Umum dan Diklat Sekretariat Daerah Kab. Penajam Paser Utara, selanjutnya sebagai Kasubag Mutasi dan Pengembangan Bagian Organisasi dan Kepegawaian Sekretariat Daerah Kab Penajam Paser Utara, kemudian dipromosi menjadi Sekretaris KORPRI sekaligus menjabat sebagai Plt. Kepala Bagian Organisasi dan selanjutnya sebagai Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Kabupaten Penajam Paser Utara dan diamanatkan menjadi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, selanjutnya sebagai Kepala Dinas Perhubungan Kebudayaan dan Pariwisata sekaligus menjabat sebagai Plt. Kepala Badan Kepegawaian Daerah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kepala Badan Perencanaan dan Penelitian, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga dan Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Kemudian Promovendua hijrah sebagai Aparatur Sipil Negara pada lembaga setingkat Kementerian yaitu Otorita Ibu Kota Nusantara yang dilantik pada Jabatan Pimpinan Tinggi Madya selaku Deputi Bidang Sosial, Budaya dan Pemberdayaan Mayasarakat sejak Februari 2023 sampai sekarang.

Di samping kesibukan tugas profesionalnya di panggung birokrasi, Dr.Drs.H.Alimuddin,M.Si, dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan dan organisasi Olah Raga. Kiprahnya tercatat sebagai Ketua Umum Akuatik Provinsi Kaltim, Ketua Umum Akuatik Kabupaten Penajam Paser Utara, Ketua Umum Askab PSSI Kabupaten Penajam Paser Utara, Ketua Umum Persani Kabupaten Penajam Paser Utara, Exco PSSI Provinsi Kalimantan Timur, Ketua II Persani Provinsi Kalimantan Timur, pengurus PB Akuatik Indonesia bidang organisasi dan Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Otorita Ibu Kota Nusantara periode 2025-2029.
Demikianlah sekilas profil Promovendus Alimmuddin, seorang figur abdi negara yang memadukan kompetensi akademis, rekam jejak pengabdian profesional yang teruji, serta keterlibatan aktif dalam membangun kehidupan bermasyarakat.
Penelitian Dr. Drs. H. Alimuddin, M.Si., ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis dampak sosial dari pemindahan Ibu Kota Negara di Nusantara, dengan menggunakan teori dampak sosial oleh Pierre Bourdieu yang meliputi 4 (empat) jenis modal yaitu ekonomi, sosial, budaya dan simbolik. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui studi literatur, review dokumen kebijakan, dan observasi untuk menggambarkan dinamika sosial di kawasan terdampak pembangunan Ibu Kota Negara di Nusantara.

Hasil penelitian ini diperoleh temuan bahwa modal simbolik menjadi paling dominan mempengaruhi pembangunan Ibu Kota Negara di Nusantara karena saat ini masih berlanjut dan berkembangnya pengakuan entitas masyarakat lokal yang bisa semakin meluas dan akan menimbulkan konflik horizontal atau konflik internal warga asli di Kalimantan Timur.

Kemudian, Kebaruan yang dihasilkan dalam penelitian ini yaitu model kompensasi dan relokasi diubah menjadi kompensasi dan/atau resettlement atau penempatan kembali dengan pembangunan ekosistem sosio-ekonomi. Penambahan model penanganan dampak sosial Adaptive Communication Leadership Model atau Model Kepemimpinan Komunikasi Adaptif
Turut hadir dan memberikan ucapan selamat kepada Dr. Drs. H. Alimuddin, M.Si. Istri Tercinta dan Keluarga, Sahabat-sahabat seangkatan Alumni STPDN, Sahabat-sahabat alumni Doktor IPDN angkatan 2 dan angkatan 12, Sahabat-sahabat Otorita Ibu Kota Nusantara, Para sahabat sahabat Alumni Doktor Ilmu Pemerintahan IPDN.
Ucapan selamat dari Pimpinan Media Aspirasi Publik Oberlin Sinaga, S.H., S.E., M.M. Dan Wartawan Aspirasi Publik Dr. Joko Susilo Raharjo Watimena, S.PdI, M.M. Semoga ilmu yang Dr. Drs. H. Alimuddin, M.Si, dapat bermanfaat untuk Masyarakat, bangsa dan Negara Indonesia Tercinta. Aamiin YRA. (Oberlian Sinaga @ JSR Watimena)




