Dinamika Governance di Era Revolusi Industri 4.0 Dalam Teori dan Praktik Tata Kelola Pemerintahan

Jakarta, aspirasipublik.com – Telah terbit buku terbaru Prof. Dr. Hj. Sedarmayanti, M.Pd. dan Dr. Yaya Mulyana A. Aziz, M.Si. Editor Penerbit: Risa Trisnadewi Setting & Layout Isi: Sofian Ferdianto Desain Sampul: Hendra Kurniawan   dengan judul “DINAMIKA GOVERNANCE DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0  Dalam Teori dan Praktik Tata Kelola Pemerintahan “ Diterbitkan & dicetak oleh PT Refika Aditama Jl. Mengger Girang No. 98, Bandung 40254 Telp. (022) 5205985, Fax. (022) 5205984 Email: refika_aditama@yahoo.co.id

Kata pengntar  : Klaus Schwab, seorang ekonom Jerman dan pendiri Forum Ekonomi Dunia dan pencetus ide Revolusi Industri 4.0, pernah mengatakan,“Ketika dunia fisik, digital, dan biologis terus menyatu, teknologi dan platform baru akan semakin memungkinkan warga negara untuk terlibat dalam pemerintahan, menyuarakan pendapat mereka, mengoordinasikan upaya mereka, dan bahkan menghindari pengawasan otoritas publik”. Gelombang Revolusi Industri 4.0 telah menerjang berbagai negara di planet ini, tak terkecuali di negara kita. Hal itu diawali dengan pencanangan “Making Indonesia 4.0” oleh Presiden Joko Widodo pada acara Indonesia Industrial Summit pada tahun 2018 lalu. Program tersebut sebagai bagian dari strategi industri secara nasional pada Revolusi Industri 4.0 yang meliputi berbagai bidang, salah satunya adalah bidang tata kelola pemerintahan. Di dalam perkembangan Revolusi Industri 4.0, penerapan teknologi informasi (e-government) merupakan keharusan bagi penyelenggara negara (pemerintahan). Untuk mendukung dalam mewujudkan e-government tersebut, pemerintah sudah mengesahkan peraturan maupun perundangan yang berkaitan dengan teknologi informasi. Hal tersebut diawali dengan dikeluarkannya UndangUndang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Dilanjutkan dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) No. 6 Tahun 2011 tentang Tata Naskah Dinas Elektronik (TNDE) dan yang terbaru adalah Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Dengan dikeluarkannya peraturan dan undang-undang tersebut, terutama Perpres No. 95 Tahun 2018 tentang SPBE, ini membuktikan bahwa saat ini pemerintah kita serius dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan efisien, dengan memanfaatkan teknologi informasi (e-government) secara menyeluruh dan saling berhubungan dalam suatu sistem administrasi pemerintahan dan dalam penyelenggaraan pelayanan publik pada suatu instansi pemerintahan.

Akan tetapi, tata kelola pemerintahan yang tangkas hanya bisa didapatkan melalui prasyarat keterbukaan. Open government mensyaratkan open data. Data akan sangat penting selamanya, sekarang dan di masa depan. Walaupun terkadang tidak disadari sepenuhnya, kini Revolusi Industri 4.0 telah membuka batin kesadaran itu. Tidak hanya pemerintah yang menerima data terbuka meningkatkan akuntabilitas dan efisiensi publik, ia juga akan menuai manfaat sosial dan ekonomi dari membuka data bagi warga. Daripada mendekam dalam sistem komputer kementerian atau lembaga untuk dilihat oleh segelintir pejabat, data dapat diakses dan digunakan oleh warga untuk mendorong kewirausahaan, inovasi, dan pemecahan masalah sosial meningkatkan nilai ekonomi dan sosialnya secara eksponensial. Inilah sebabnya mengapa open data menurut WEF akan menentukan negara mana yang berada di garis depan Revolusi Industri 4.0. Buku ini hanya sekelumit kecil, ibarat sebutir pasir lautan pantai, sebuah karya untuk memperkaya khazanah di dalam perkembangan tata kelola pemerintahan. Ibarat peribahasa, tiada gading yang tak retak, tetapi meskipun retak, sebuah gading tetap saja diburu dan mahal harganya.

Seperti buku ini, kami berharap ada nilai dan harganya. Terima kasih khususnya kepada para kolega dan sahabat dan para mahasiswa di Prodi Kebijakan dan Administrasi Publik Pascasarjana UNPAS Bandung yang menjadi sumber inspirasi dan materi buku ini.Saya sendiri Dr.Joko Susilo Raharjo Watimena ,S.PdI,MM.Wartawan Aspirasi publik telah banyak menimba ilmu dengan Prof. Dr. Hj. Sedarmayanti, M.Pd. dan saya bangga pernah menjadi murid beliau ,semoga buku ini akan bermanfaat dan menjadi ladang amal beliau dan Dr. Yaya Mulyana A. Aziz, M.Si. (JSRW)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: