May 17, 2022

Diduga Kadisdik Potong 15% Dari Proyek DAK Pendidikan Tulang Bawang

2 min read

Tulang Bawang, aspirasipublik.com – Proyek pembangunan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2018 yang diproyeksikan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang (TUBA), Provinsi Lampung. DAK tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pembangunan berbagai sarana prasarana (Sapras) di Dinas Pendidikan Tuba. Namun dalam pelaksanaan proyek DAK itu menimbulkan banyak masalah yang diduga luput dari pantauan Pegawas, bahkan, proyek DAK itu adalah swakelola tapi banyak dikerjakan kontraktor, demikian keterangan yang dihimpun di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang.

Pelaksanaan pekerjaan lewat DAK itu di antaranya, Pembangunan Ruag Kelas Baru (RKB), Pembangunan Perpustakaan (Perpus), Perbaikan Jamban atau WC baik SD maupun SMP Negeri dan Swasta. Belum lagi proyek-proyek DAK yang ditenderkan yang menyerap anggaran miliaran rupiah yang mengakumulasi permasalahan. Timbulnya masalah dalam pelaksanaan proyek DAK itu diduga akibat ulah oknum-oknum penguasa Dinas Pendidikan dan dikatakan semua kepala sekolah yang mendapat proyek DAK jadi korban dan harus gigit jari, tutur sejumlah warga Tulang Bawang.

Proyek DAK dari APBN yang dialokasikan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang itu antara lain, Pekerjaan Rehablitasi Gedung SD Sedang dan Berat sebanyak 35 RKB (Ruang Kelas Belajar) yang menyerap biaya sebesar Rp 2.415.000.000.00. Pembangunan Jamban atau WC SD sebanyak 38 paket yang berbiaya sebesar Rp 3.450.000.000.00. Kemudian lagi pembangunan Ruang Kelas Belajar (RKB) SD Negeri sebanyak 10 Lokal dengan biaya Rp 1. 550.000.000.00. Pembangunan Rehablitasi (Berat dan Ringan) untuk SMP sebanyak 40 Ruang yang menghabiskan biaya sebesar Rp 3. 400.000.000.00.

Kemudian, pembangunan Rehab WC (Jamban) sebanyak 15 paket untuk SMP yang menyerap anggaran sebesar Rp 1.065.000.000.00. Pembangunan Ruang Perpustakaan (Perpus) sebanyak 9 paket yang menyerap anggaran sebesar Rp 2.475.000.000.00. Rehablitasi (Sedang dan Berat) sebanyak 5 paket untuk SMP Swasta dengan biaya sebesar Rp 4.025.000.000.00. Dan pembangunan Perpustakaan lagi sebanyak 2 paket senilai Rp 550.000.000.00 itulah sebagian proyek DAK dinDinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang dan masih banyak lagi yang belum terkaper dalam berita ini sesuai data yang ada.

Yang menjadi pertanyaan, dimana ada dugaan pemotongan sebesar 15 persen dari nilai dana proyek DAK pusat itu. Ketika masalah pemotongan sebesar 15 persen itu dikonfirmasi kepada Nazarudin Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang, ia membantah dan mengatakan tidak pernah melakukan pemotongan itu. Namun informasi beredar pemotongan diduga dilakukan oleh Kal selaku Kabid Sarana Prasarana (Sapras) Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang. Hanya saja ada indikasi, tidak akan mungkin bawahan bisa melakukan pemotongan jika tidak ada komando dari pimpinan, sehingga bawahan itu berani melakukan, demikian dikatakan Gunawan Ketua DPD LSM FORKORINDO Provinsi Lampung. Iapun mengatakan, akan melanjutkan permasalahan ini ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Oleh karena itulah dirinya (Gunawan red) bolak balik ke Jakrata, ujarnya. (Obe)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.