
Jakarta, aspirasipublik.com – Rabu, 3 Juni 2026, berlangsung dari pukul 09.00 dan selesai pukul 12.00 di Ruang sidang Terbuka lantai satu gedung pasca sarjana Institut Pemerintahan Dalam Negeri jakarta, Bapak Prof. Dr. Hyronimus Rowa, M.Si., Wakil Rektor Bidang Akademik dan Inovasi mewakili atas nama Rektor IPDN Bapak DR. Halilul Khairi. S SOS. M.SI. Siang ini diputuskan hasil sidang promosi Doktor bahwasanya atas Dr. Dr. dr. Spadini Putri, Sp.OK., Dokter Spesialis Okupasi, Setelah mempertahankan Disertasinya dihadapan promotor dan penguji selama tiga jam akhirnya Berhak dan dapat Meraih gelar Doktor Ilmu Pemerintahan ke 370 dengan predikat Cumlaude, dengan judul Disertasi “Implementasi Kebijakan Penanggulangan Tuberkulosis (TB) dalam Meningkatkan Kesehatan Masyarakat di Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat”

Dengan Tim Promotor yang terdiri dari : Ketua promotor Prof. Dr. Mansyur Achmad, M.Si., Co Promotor 1, Dr. Ika Sartika, MT Co Promotor 2, Dr. Udaya Madjid, M.Pd., Tim penelaah/penguji yang terdiri atas: 1. Dr. Halilul Khairi, M.Si. yang diwakili Bapak Prof. Dr. Hyronimus Rowa, M.Si Wakil Rektor Bidang Akademik dan Inovasi selaku pimpinan sidang., 2. Prof. Dr. Muhadam Labolo, M.Si., 3. Prof. Dr. Drs. Ismail Nurdin, M.Si., 4. Dr. Megandaru W. Kawuryan, S.IP, M.Si ., 5. Dr. Faria Ruhana, MP 6, dr. Irandi Putra Pratomo, Ph.D, Sp.P(K)., selaku Penguji Eksternal.

Riwayat singkat Dr. dr. Spadini Putri, Sp.OK., dilahirkan di Jambi pada tanggal 24 Februari 1987. Beliau merupakan putri dari pasangan Bapak Dr. Rizari Azhar, MBA., M.Si dan Ibu dr. Puti Sri Harjati, Sp.PK.,
Pendidikan SD Pengadilan III lulus tahun 1998, SMP Negeri 8 Bogor lulus tahun 2001, SMA Plus YPHB Bogor Lulus Tahun 2004, Strata 1 Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta lulus Tahun 2011 Dokter Umum,Strata 2 Universitas Indonesia lulus Tahun 2022 Dokter Spesialis Okupasi,dan hari ini Rabu, 3 Juni 2026, dinyatakan lulus Doktor Ilmu Pemerintahan IPDN Kemendagri.
Riwayat pekerjaan Sebagai Dokter Spesialis Okupasi di RS MMC Jakarta, RS Paragon, RS Mayapada Jakarta Timur, sampai saat ini.Kombinasi latar belakang pendidikan kedokteran, kesehatan kerja, dan Ilmu Pemerintahan tersebut memperkaya wawasan akademik dan profesional Promovenda, khususnya dalam bidang kebijakan kesehatan, tata kelola kesehatan masyarakat, serta pengembangan sistem pelayanan kesehatan dan kesehatan kerja.

Permasalahan Eliminasi tuberkulosis (TB) menjadi target utama dari pencapaian implementasi kebijakan pengendalian dan penanggulangan TB sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan, menganalisis, dan mengetahui implementasi kebijakan penanganan TB, menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi implementasi kebijakan penanganan TB berdasarkan model Van Horn dan Van Meter, serta menganalisis model penanganan TB yang sesuai di Kota Bekasi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif metode deskriptif, dengan informan sebanyak 15 orang yang diambil melalui purposive sampling. Teori implementasi kebijakan yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah model Van Horn dan Van Meter. Analisis data dilakukan secara interaktif meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang dibantu oleh aplikasi NVivo dengan teknik triangulasi untuk memvalidasi data.
Hasil penelitian Dr. dr. Spadini Putri, Sp.OK., menunjukkan bahwa Implementasi kebijakan penanggulangan TB di Kota Bekasi dievaluasi melalui kajian dokumen, wawancara, dan observasi. Hasil analisis cluster menunjukkan empat cluster dimensi implementasi kebijakan, dengan target nasional sebagai acuan utama. Analisis hierarchy chart mengidentifikasi dimensi sumber daya kebijakan sebagai dimensi dominan berpengaruh. Analisis word frequency mengungkapkan dimensi baru seperti tata kelola, birokrasi, deteksi dini, inovasi, nilai sosial, dan implementor, yang merestrukturisasi model Van Meter & Van Horn. Hasil analisis relationships mengindikasikan bahwa restrukturisasi dimensi baru tersebut secara signifikan menyempurnakan pemodelan implementasi kebijakan TB yang lebih sesuai dengan konteks lokal di Kota Bekasi. Adapun implementasi penanggulangan TB di Kota Bekasi terdapat faktor pendukung yang terdiri dari: 1) Komitmen regulatif yang kuat dari nasional ke daerah (Perpres & Perwali); 2) Infrastruktur kesehatan yang berkembang dan adanya dukungan donor internasional; 3) Inovasi lokal (KEBAS TB 5T, POMEL Beraksi) serta digitalisasi sistem pelaporan; 4) Dukungan politik dan kemitraan lintas sektor. Adapun faktor penghambat terdiri dari: 1) Fragmentasi koordinasi antarlembaga (pemerintahswasta–LSM); 2) Kekurangan tenaga khusus TB dan beban kerja tinggi; 3) Stigma sosial dan rendahnya kepatuhan pasien; 4) Inkonsistensi pelaporan SITB serta lemahnya pemahaman kebijakan di tingkat bawah. Pengembangan formulasi model implementasi “TB DINI” dapat menjadi model yang optimal untuk penanganan TB di Kota Bekasi. Hal ini didukung oleh pengembangan model yang bersifat kontekstual, adaptif, dan komprehensif terhadap realitas di Kota Bekasi.

Nasehat Akademik yang disampikan oleh Prof. Dr. Mansyur Achmad, M.Si., Kepada Dr.dr. Spadini Putri, Sp.OK., Saudari Dr.dr. Spadini Putri, Sp.OK., Hari ini, Rabu tanggal 3 Juni 2026, dengan rahmat dan karunia Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, kami segenap penyelenggara Program Studi Doktor Ilmu Pemerintahan Institut Pemerintahan Dalam Negeri berhasil mengantarkan Saudari menjadi Doktor Ilmu Pemerintahan. Pencapaian ini adalah bukti nyata dedikasi dan ketekunan Saudari dalam menempuh perjalanan panjang akademik, yang penuh tantangan dan dinamika. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, senantiasa meridhai dan memberkati Saudari dalam dharma baktinya bagi bangsa dan negara.
Saudari Dr. dr. Spadini Putri, Sp.OK., dengan diperolehnya gelar Doktor Ilmu Pemerintahan dan dinyatakannya Saudari sebagai Doktor Ilmu Pemerintahan yang ke 370 kini memiliki tanggung jawab intelektual dan moral untuk terus mengembangkan ilmu yang telah Saudari gali melalui disertasi berjudul: “Implementasi Kebijakan Penanggulangan Tuberkulosis (TB) dalam Meningkatkan Kesehatan Masyarakat di Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat”.Kami berharap Saudari dapat mengamalkan pengetahuan tersebut untuk mendorong meningkatkan kinerja implementasi kebijakan Penanggulangan Tuberkulosis (TB) secara berkelanjutan, terpadu, sistemik, dan inklusif serta meningkatkan kesehatan masyarakat di kota Bekasi Provinsi Jawa Barat. Teruslah mengembangkan pendekatan disiplin Ilmu Pemerintahan yang telah Saudari pelajari, dan gunakan keilmuan tersebut untuk menghasilkan kebijakan yang strategis, inovatif, dan bermanfaat bagi kepentingan institusi dan masyarakat luas.Ingatlah selalu bahwa ilmu bukanlah sekadar untuk kebanggaan, tetapi sebagai sarana pengabdian. Terapkanlah ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk. Jadilah sosok yang rendah hati, yang ilmunya bermanfaat bagi banyak orang, dan yang kiprahnya menjadi teladan.
Turut hadir dan memberikan ucapan selamat kepada Dr. dr. Spadini Putri, Sp. OK., Suami Tercinta, Kedua orangtua tercinta, Mertua tercinta Sahabat sahabat Alumni IPDN Angkatan 12, Sahabat sahabat Dokter dari RS MMC Jakarta, RS Paragon, RS Mayapada Jakarta Timur, dan Para sahabat sahabat Alumni Doktor Ilmu Pemerintahan IPDN, Ucapan selamat dari Pimpinan media Aspirasi Publik yang juga sedang dalam menyelesaikan sekolah pasca sarjana program Doktoral di IPDN, Bapak Oberlin Sinaga, S.H., SE., MM. Dan wartawan Aspirasi Publik Dr. Joko Susilo Raharjo Watimena, S.PdI,MM., Semoga ilmu yang Dr. dr. Spadini Putri, Sp.OK., akan dapat bermanfaat untuk Masyarakat, bangsa dan negara indonesia tercinta Aamiin YRA. (Oberlian Sinaga @ JSR Watimena)




