BPK dan UGM Bersinergi Tingkatkan Kualitas Pemeriksa BPK

Yogyakarta, aspirasipublik.com – Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Agus Joko Pramono bersama dengan Anggota V BPK/ Pimpinan Pemeriksaan Keuangan Negara V Bahrullah Akbar mengadakan pertemuan dengan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gajah Mada (UGM) Eko Suwardi terkait penyelenggaraan Beasiswa BPK Program Kelas Khusus Magister Akuntansi UGM Tahun 2020 di Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM, Yogyakarta, Senin (15/03/2021).

Dalam sambutannya Wakil Ketua BPK mengatakan bahwa pertemuan ini dimaksudkan untuk mensinergikan konsep pendidikan yang ada di UGM sebagai institusi universitas yang bersifat teoritis, dengan BPK sebagai institusi yang bersifat praktis, sehingga nantinya diharapkan akan mempertemukan dua model yaitu model teoritis dan model praktis.

Wakil Ketua BPK menjelaskan, dalam program beasiswa yang akan dilaksanakan ini, BPK berharap untuk mendapatkan lulusan yang meskipun dari universitas namun lulusan tersebut juga memiliki ilmu yang dapat digunakan untuk melaksanakan praktek secara langsung di BPK.

“BPK menginginkan adanya penekananan pada titik-titik tertentu dalam materi yang diberikan dalam proses perkuliahan. Penekanan materi dalam mata kuliah yang diberikan tersebut adalah dengan menggunakan risk register yang telah dimiliki oleh BPK,” ungkap Wakil Ketua BPK.

Selanjutnya Wakil Ketua BPK menjelaskan bahwa BPK telah memiliki risk register yang telah digunakan oleh BPK dalam membuat kebijakan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada di BPK. Untuk memahami praktek di lapangan yang dilakukan oleh BPK, maka diharapkan para mahasiswa yang mengikuti program perkuliahan ini, dapat memitigasi risk register tersebut dengan menggunakan teori-teori yang dipelajari di UGM.

“Dengan mempelajari risk register, maka 16 orang mahasiswa yang akan mengikuti program beasiswa ini, akan menjadi yang terbaik untuk memitigasi risiko yang memang terjadi di lapangan,” tegas Wakil Ketua BPK.

Selain itu, Anggota V BPK dalam sambutannya mengatakan bahwa ketrampilan-ketrampilan yang telah dimiliki oleh para pemeriksa BPK harus diisi juga dengan pemikiran-pemikiran akademis. UGM tentunya telah memiliki standar professional yang dimiliki, namun BPK menginginkan output yang dihasilkan dari lulusan bea siswa magister akuntansi ini untuk mempelajari manajemen risiko dari profil BPK.

“UGM mungkin telah memilki silabus yang telah dikeluarkan oleh fakultas yang harus diikuti, akan tetapi BPK mengharapkan agar materi manajemen risiko ini dapat masuk ke dalam mata kuliah tertentu untuk mendapatkan penekanan,” ungkap Anggota V BPK.

“Kami mengharapkan materi kuliah yang diberikan oleh UGM dapat menyegarkan kembali para mahasiswa untuk memahami bagaimana seharusnya secara teori untuk memberikan opini dalam pemeriksaan atas laporan keuangan pemerintah pusat atau daerah.,” harapnya.

Hadir dalam pertemuan ini Auditor Utama Keuangan Negara V Akhsanul Khaq, Auditor Utama Investigasi Hery Subowo, Kepala BPK Perwakilan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Jariyatna, Kepala Pusat Sertifikasi dan Pengembangan Pendididkan dan Pelatihan Pemeriksaan Keuangan Negara Gunarwanto dan Ketua Program Studi Magister Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM Abdul Halim serta para pejabat struktural di lingkungan BPK. (JSRW)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *