Pekerjaan pembangunan Proyek Jembatan Pasak Tahap 2, Desa Korek, Kecamatan Ambawang Kubu Raya, Menuai Kritikan Masyarakat

Kubu Raya, aspirasipublik.com – Pekerjaan Pengantian/ pembangunan proyek jembatan Pasak Tahap 2, desa korek, kecamatan ambawang kabupaten kubu raya, provinsi kalbar, menuai kritikan masyarakat, pasalnya proyek ini awalnya tak memasang plang papan nama pekerjaan, dan proyek ini dinilai oleh banyak pihak, banyak kejanggalan.

Hal ini terlihat dari pelaksanaan kegiatan proyek, yang dikerjakan pada tahun 2019 yang lalu dan terhenti, disebabkan karena adanya covid-19, dan anggarannya tidak cukup, kemudian proyek ini ditenderkan lagi pada tahun 2021. selaku pemenang lelang, PT. MBS, dengan nilai total anggaran Rp. 20. 491. 815. 000. 00,- Sumber Dana APBD Provinsi Kalbar.

Proyek yang diduga minim dari pengawasan pihak terkait ini disinyalir sebagai trik untuk mengelabui masyarakat,supaya tidak dapat memantau besarnya anggaran yang dikucurkan dan sumber anggaran serta volume pada kegiatan tersebut.

Sesuai amanah undang – undang keterbukaan informasi publik (Kip) nomor 14 tahun 2008 dan perpres No. 54 tahun tahun 2010 dan nomor 70. Tahun 2012. Dimana mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai oleh negara wajib memasang  informasi/plang papan nama proyek dimana memuat jenis kegiatan dan lokasi kegiatan, nomor kontrak dan waktu pelaksanaan proyek, atau jangka waktu lama pekerjaan.

Pemasangan papan nama proyek merupakan implementasi azas transparansi dengan demikian masyarakat dapat ikut serta melakukan pengawasan kegiatan tersebut.

Disisilain pihak terkait, kontraktor pelaksana, haidar saat dihubungi media ini, melalui telp selulernya tidak diangkat dan pihak dinas pupr prov kalbar saat dimintai konfirmasi, kepala bidang bina marga dinas pupr prov kalbar, sukri, ST.MT., tidak berada di tempat, pak sukri sedang isolasi mandiri dirumah ungkap staf dinas pupr, kasi jalan dan jembatan pun saat di hubungi media ini sedang rapat.

Ditempat terpisah ketua umum forum komunikasi wartawan (FKW) Edi ashari, SH., saat di wawancarai media ini, mengakui dan membenarkan bahwa proyek ini ada udang di balik batu, settinggan pejabat provinsi sehingga pemenang tendernya mendapatkan proyek tersebut.

Pembangunan proyek jembatan desa korek -pasak, disinyalir ada hal – hal yang tidak beres, pasalnya pondasi jembatan ini yang sudah berdiri patut dipertanyakan, karena pondasi itu dari bawahnya saja sudah terangkat keatas, dan waktu pengecorannya  malnya   mengembang atau kekuatan malnya jebol, Ini terlihat dari pondasi fisik, oprit jembatan.

Edi meminta kepada semua pihak yang terkait tentang proyek ini agar benar – benar bekerja secara profesional, karena anggaran yang digunakan berasal dari APBD, sudah semestinya dapat dimanpaatkan sebaik – baiknya untuk membangun infrastruktur dengan baik dan benar, pungkas edi ashari, saat di hubungi media ini. (Time)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *