June 30, 2022

Dr. Drs. H. DAIRUL, SE., M.Si., Ketua Bidang Kebijakan Keuangan Daerah DPP Partai GERINDRA, Raih Gelar Doktor Ilmu Pemerintahan (IPDN) Ke 157 dengan Predikat Sangat Memuaskan

7 min read

Foto: Direktur Pasca Sarjana Prof. Dr. H. Wirman Syafri, M.Si. memberikan tanda kelulusan kepada Dr. Drs. H. DAIRUL, SE., M.Si.

Jakarta, aspirasipublik.com – Pada hari ini Kamis tanggal 11 April 2022 bertempat di Gedung pasca sarjana lantai tiga Kampus IPDN Cilandak Jakarta Selatan, Dr.Drs.H. DAIRUL, SE., M.Si., yang dibesarkan dalam keluarga birokrat, tak membuatnya berpuas diri, terbukti sepanjang karirnya di birokrasi yang ditekuni sejak 1988, sudah dua kali ia mengundurkan diri. Terakhir, 1 Mei 2014  melepaskan jabatannya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kementerian Pertanian dan memilih terjun ke dunia politik sebagai  Ketua Bidang Kebijakan Keuangan Daerah DPP Partai GERINDRA dan pada hari ini meraih Gelar Doktor Ilmu Pemerintahan (IPDN) Yang Ke  157  demgan judul Disertasi  “Partisipasi Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah Serentak  pada Masa Pandemi Covid-19 Tahun 2020  di  Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kota Cilegon dan Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten” dengan Predikat Sangat Memuaskan Ujian Promosi Doktor yang dipimpin langsung oleh Direktur Pasca Sarjana Prof. Dr. H. Wirman Syafri, M.Si.dan didampingi ketua Prodi Pascasarjana Dr. Mansyur Achmad, M.Si., Mewakili atas nama rektor IPDN Dr. Hadi Prabowo, MM., dengan tetap melakukan protokol kesehatan ,semua penguji dan promotor dapat hadir langsung, Komisi Promotor yang terdiri atas : Promotor : 1.Prof. Dr. Drs. Bahrullah Akbar, M.B.A., CIPM., CSFA.,Co-Promotor: 2.Dr. Mansyur Achmad, M.Si., Co-Promotor : 3.Dr. Sampara Lukman, MA ., Tim Penguji/Oponen Ahli yang terdiri atas:1.Dr. Hadi Prabowo, MM.(Rektor IPDN).,2Prof. Dr. H. Wirman Syafri, M.Si.,3.Prof. Dr. Muh. Ilham, M.Si.,4. Prof. Dr. Drs. Bambang  Triaji (Penguji Eksternal).,5.Dr. Deti Mulyati, SH., MH., CN.,6. Dr. Ika Sartika, MT.,7.Dr. Ir. Dedeh Maryani, MM., Dr. M. Irwan Tahir, AP., M.Si.,

Riwayat singkat Dr.Drs.H. DAIRUL, SE., M.Si dilahirkan di Ujung Pandang, 1 Januari 1971, memulai Pendidikan Formal Lulus SD Inpres Ujung Pandang 1981, Lulus SLTP Amanagapa Ujung Pandang 1984, Lulus  SMAN  II Ujung Pandang 1987,  Lulus APDN Ujung Pandang 1990, Lulus Institut Ilmu Pemerintahan  IPDN Tahun 1992, Lulus S1 Universitas Suropati Jakarta 2001, Lulus S2 Pascasarjana STIAMI Jakarta 2005.

Pengalaman Dr.Drs.H. DAIRUL, SE., M.Si  dalam kursus dan organisasi: Diklat JFA Anggota Tim, Apresiasi Pejabat Hukum dan Humas, Apresiasi Pembangunan Manajemen Administrasi HUM,  Apresiasi Pengembangan Manajemen Adm. Humas bagi Pejabat dan Staf Lingkup Deptan, Lokakarya Sosialisasi Sistem Informasi Deptan, Forum Koordinasi Pembina Jabatan Fungsional Deptan, Workshop Sistem Pengendalian Intern pemerintah, Pembinaan KIT Cegah Korupsi melalui Penerapan Metode THD untuk mewujudkan Wilayah Bebas dari Korupsi, Sosialisasi Sisttem Pengendalian Intern Pemerintah, Ketua Panitia Penyusunan Laporan Keuangan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah dengan Performance Budget yang dilaksanakan oleh BPK RI,  Ketua Panitia pada Lokakarya Nasional LKPJ Kepala Daerah yang dilaksanakan oleh BPK RI,  Ketua Panitia Pelatihan Anggaran Berbasis Kinerja yang dilaksanakan oleh BPK RI, Anggota Tim Penyusunan Laporan Keuangan Kabupaten Ende, Ketua Tim pada Penyusunan APBD Kabupaten Lingga Tahun 2003 -2006.

Berbagai Prestasi yang telah diraih Dr.Drs.H. DAIRUL, SE., M.Si diantaranya: Penghargaan sebagai Panitia Pemantapan dan Pengawasan Pembangunan Pertanian menuju Good Governance, Pengahrgaan sebagai Panitia Penyelenggara Apresasi Wartawan Pertanian, Pengahargaan sebagai Pemakalah pada Pelatihan Agribsinis Tanaman Rempah dan Obat, Pengahargaan sebagai Peserta Temu Bisnis Pengembangan Jejaring Kerja Agribisnis Tanaman Rempah dan Obat, Pengahargaan pada Lokakarya Sosialisasi Sistem Informasi Departemen Pertanian.

Disertasi  Dr.Drs.H. DAIRUL, SE., M.Si  yang berjudul  “Partisipasi Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah Serentak  pada Masa Pandemi Covid-19 Tahun 2020  di  Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kota Cilegon dan Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten”. Dalam partisipasi masyarakat penyelenggaraan pemilihan kepala daerah merupakan pengejawantahan fungsi perwakilan yang melekat pada kedaulatan rakyat.  Fungsi perwakilan adalah salah satu fungsi pemerintahan. Dengan alasan ini maka Penelitian ini untuk mengukur “Partisipasi Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah Serentak pada Masa Pandemi Covid-19” Tahun 2020 di di  Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kota Cilegon dan Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten. Secara konseptual dianalisis menggunakan teori partisipasi politik dari The International Encyclopedia of the Social Sciences disusun definisi konseptual bahwa Partisipasi Masyarakat dalam Pemilihan Kepala Daerah Serentak adalah keterlibatan secara aktif warga pemilih dalam berbagai rangkaian kegiatan tingkat partisipasi pemilih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 di Provinsi Banten. menggunakan metode Penelitian kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Adapun informan penelitian dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan studi kepustakaan menjadi teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data , reduksi data, panyajian data dan penarikan kesimpulan menjadi teknis analisis data dalam penelitian ini menggunakan  teknik trianggulasi dan Lokasi penelitian ini dilakukan di di  Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kota Cilegon dan Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Dr.Drs.H. DAIRUL, SE., M.Si  telah berhasil mengungkap hal-hal sebagai berikut:

1. Pada tataran Partisipasi Masyarakat pada Pelaksanaan Pilkada Pandemi Covid-19 di Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kota Cilegon dan Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten. Dari Hasil analisa penelitian untuk menjawab pertanyaan penelitian  12 dimensi analisis: (1) Dimensi voting,  (2) Dimensi seeking information,  (3) Dimensi discussing and politicizing, (4) Dimensi attending meetings,  (5) Dimensi contributing financially,  (6) Dimensi communicating with representatives,  (7) Dimensi formal enrollment in a party, (8) Dimensi canvassing,  (9) Dimensi registering voters, (10) Dimensi speech making,  (11) Dimensi working in campaigns,  (12) Dimensi competing for party.  Pertama bawasanya partisipasi masyarakat terhadap pemilihan umum kepala daerah serentak pada masa pandemi codvid-19 di di  Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kota Cilegon dan Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten,  tingkat partisipasi pemilih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 di Provinsi Banten lebih dari 60 persen angka partisiapsi pemilih di empat Kabupaten/Kota yang melaksanakan Pilkada serentak pada 9 Desember 2020.

  1. Kabupaten PandeglangTahun 2020 adalah  68,7 persen tahun 2015 56%., persen, Pilkade Kabupaten Pandeglang dimenangkan oleh Hj. Ima Narulita, SE. MM dan Tanto Warsono Arban, SE. ME, pasangan lawan mengajukan gugatan ke MK ditolak.
  2. Kota Cilegon Tahun 2020 adalah 79,79 persen, tahun 2015 sebanyak 63,51 persen melebihi target Nasional. Pasangan H. Helldy Agustian, S.E., S.H dan H.  Sanuji  Pentamarta, S.IP  memenangkan Pilkade Walikota Cilegon.
  3. Kabupaten Serang Tahun 2020 adalah  63,3 persen dari Pilkada 2015 hanya 50,8 persen, Pilkade Kabupaten Serang dimenangkan oleh pasangan Hj. Ratu Tatu Chasanah,  SE., M.Ak dan Drs. H. Pandji Tirtayasa, M.Si.
  4. Kota Tangerang Selatan Tahun 2020 adalah 60.4 persen 2015 lalu, partisipasi pemilih 57 persen, Drs. H. Benyamin Davnie dan H. Pilar Saga Ichsan, ST memenangkan pelikade Walikota Tangerang Selatan. ini menunjukkan kenaikan yang sangat segnifikan padahal kita sedang dilanda wabah pandemi Covid 19 ini sangat luar biasa perlu dicatat dalam sejarah.
  5. Dari hasil temuan penelitian pada partisipasi masyarakat terhadap pemilihan umum kepala daerah serentak pada masa pandemi covid-19 di Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kota Cilegon, Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten, mengalami kenaikan yang sangat segnifikan ini diluar dugaan peneliti dengan argument hasil penelitian dikarenakan: 1. Pada saat terjadi pandemi seluruh masyarakat banyak yang tidak beraktifitas bekerja dan posisi dirumah termasuk yang tinggal dikota kembali ke desanya karena tidak ada aktifitas baik di perkantoran maupun diperusahaan sehingga masyarakat bisa hadir dan memilih dalam pilkade masa ini (Pemilih naik sangat tinggi dengan tetap para pemilih mematuhi protokol kesehatan )., 2. Keaktipan petugas dalam mendatangi masyarakat yang posisi saat itu sedang dilanda banjir di kabupaten Pandeglang (petugas mendatangi pemilih dengan menggunakan perahu karet).ini membuktikan tinggkat partisipasi masyarakat sangat tinggi.

2. Faktor Penghambat partisipasi masyarakat terhadap pemilihan umum kepala daerah serentak pada masa pandemi codvid-19 di Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kota Cilegon, Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten adalah masih adanya praktek  Money Politics   dari pasangan para calon, akibat dari pandemi covid-19, banyak terjadi PHK sehingga melakukan politik uang itu tinggi dengan memberikan sejumlah uang kepada seseorang atau pemilih dan direkayasa secara profesional sehingga tidak bisa dibuktikan adanya politik uang, ada yang melalui sumbangan bahan bahan pokok kepada para calon pemilih, faktor bencana banjir yang melanda masyarakat Pandeglang, faktor informasi masih lemahnya jaringan komunikasi internet dalam berkomunikasi, keterbatasan dalam sosialisasi karena ada pembatasan yang ditetapkan  oleh KPU untuk menjaga kesehatan memutus mata rantai penyebaran penularan wabah covid-19.

3. Model Barunovelty penelitian yaitu Model Partisipasi Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah Serentak Pada Masa Pandemi Covid-19” Tahun 2020 di Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kota Cilegon dan Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten.dengan sub dimensi, D adalah Demokrasi. A adalah Agility, I adalah Inovasi, R adalah Relevansi, U adalah Urgence, L yaitu LUBER, dengan keterangan sebagai berikut:

a. D adalah Demokrasi artinya proses pelaksanaan demokrasi di provinsi Banten harus ada perbaikan terkait dengan regulasi dan tatanan pelaksanaannya

b. A adalah Agility yaitu Kecerdasan dimana masyarakat para pemilih harus diberikan pemahaman secara cerdas dalam menentukan para pemimpinya 5 tahun kedepan jangan terpengaruh dengan politik uang sehingga bisa terlahir pemimpin yang betul betul berpihak kepada masyarakat.

c. I adalah Inovasi yaitu masyarakat harus diberikan pemahaman yang benar terkait dengan pengkaderan para politik yang bisa membantu dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

d. R adalah Relevansi yaitu sejalan dan seirama antara masyarakat dan pemerintah dalam mendukung proses pelaksanaan pilkade.

e. U adalah Urgence (Sangat penting) pengambilan langkah petugas dalam pelaksanaan pilkade contoh kasus di pandeglang itu salah satu langkah yang tepat petugas menjemput pemilih karena masyarakat sedang dilanda banjir saat pilkade.

f.  L yaitu LUBER Jurdil langsung, umum, bebas rahasia, jujur dan adil. Asas yang diatur dalam Undang-undang (UU) pemilu syarat utama yang perlu diperhatikan dalam setiap penyelenggaraan pemilu dan harus memiliki Integritas yang tinggi.

Hasil penelitian ini diharapkan memberi manfaat bagi pengembangan ilmu pemerintahan, sekaligus sebagai salah satu referensi dalam memperkaya khasanah kelimuan dan sekaligus sebagai rujukan studi bagi pihak-pihak yang berkepentingan.

Nasehat Akademik yang disampaikan oleh promotor Prof. Dr. Drs. Bahrullah Akbar, M.B.A., CIPM., CSFA kepada  Dr.Drs.H. DAIRUL, SE., M.Si  , dengan prestasi studi ini serta dengan ilmu yang saudara dapatkan selama mengikuti pendidikan pada Program Studi Ilmu Pemerintahan, mulai saat ini saudara dihadapkan pada tantangan yang lebih besar sekaligus tuntutan profesi yang lebih berat, saudara akan melalui langkah panjang di dunia keilmuan untuk mendharma baktikan ilmu pemerintahan untuk kepentingan masyarakat, bangsa dan negara.  Kami berharap sekaligus berpesan kepada saudara agar dapat membuktikan  segenap kemampuan profesional saudara diberbagai bidang  dan berperan aktif dalam pengembangan ilmu pemerintahan pada khususnya. Lebih dari itu, terkait dengan kedudukan Saudara dibesarkan dalam keluarga birokrat, tak membuat berpuas diri. Terbukti, sepanjang karirnya di birokrasi yang ditekuni sejak 1988, sudah dua kali ia mengundurkan diri. Terakhir, 1 Mei 2014  melepaskan Jabatannya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kementerian Pertanian dan memilih terjun ke dunia politik sebagai  Ketua Bidang Kebijakan Keuangan Daerah DPP Partai Gerindra sampai sekarang Kembangkanlah pendekatan disiplin Ilmu Pemerintahan yang Saudara dapatkan selama mengikuti Program Studi Doktor Ilmu Pemerintahan untuk mengoptimalisasikan inovasi dan peran pemerintah dalam penyelenggaraan pelayanan publik serta mendorong transformasi pemerintahan agar survive dan berkontribusi nyata di era digitalisasi pada dunia Politik  yang saudara tekuni .

Jauhkanlah rasa bangga yang berlebihan, namun sebaliknya gunakanlah prinsif padi, semakin berisi semakin merunduk. Jadilah insan profesional yang selalu bertaqwa dan selalu bermanfaat bagi orang lain. (Oberlian Sinaga @JSRW)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.