
Mataram, aspirasipublik.com – Sebagai wujud nyata pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah, Kelurahan Pagesangan Barat, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, kini memiliki dua unit Sentra Penyiapan Pangan Gizi (SPPG), yakni SPPG 1 dan SPPG 2. Keberadaan kedua sentra pelayanan ini tidak terlepas dari dukungan penuh dan komitmen tinggi dari Pemerintah Kelurahan Pagesangan Barat di bawah pimpinan Ibu Putri Ayddul Sakinah, S.STP. Keberhasilan pembinaan wilayah ini pun telah mengukir prestasi gemilang, di mana Kelurahan Pagesangan Barat berhasil meraih Juara I pada Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi NTB, serta mendapat kehormatan untuk mewakili provinsi ini dalam ajang serupa di tingkat nasional. Prestasi ini menjadi landasan kuat bagi kelancaran dan keberhasilan pelayanan program strategis di wilayah tersebut.
Dalam Wawancara Media Aspirasi Publik dengan Dr. Drs. M. Amin, MM., M.Ak . sebagai akademisi yang sedang meneliti keberadaan sejumlah SPPG di Nusa Tenggara Barat Ungkapnya ” keberadaan sejumlah SPPG di Nusa Tenggara Barat, terdapat hal menarik jika ditinjau dari aspek dampak pengganda atau multiplier effect. Salah satu lokasi yang menjadi sorotan utama adalah SPPG 2 Kelurahan Pagesangan Barat, yang berlokasi strategis di Jalan Kokok Segara, Kawasan Kekalik Timur, Kota Mataram. Posisi sentra ini sangat istimewa karena berada di jantung kawasan perkantoran perangkat daerah Provinsi NTB serta berdekatan dengan lingkungan Universitas Mataram, menjadikannya titik vital yang menghubungkan pelayanan publik, pemerintahan, dan dunia pendidikan”.

SPPG 2 ini bertugas melayani kebutuhan gizi bagi 2.400 orang penerima manfaat, didukung oleh 45 orang tenaga kerja dan relawan yang memiliki keahlian serta keterampilan mumpuni di bidangnya masing-masing. Secara historis, lokasi ini dulunya merupakan tempat usaha pencucian kendaraan yang dilengkapi peralatan canggih, termasuk dongkrak hidrolik tipe-X maupun tipe-H. Tempat ini dikelola oleh H. Edy Ahmad, sebagai dosen terhormat di Fakultas Ekonomi Universitas Mataram. Di bawah tangannya, lokasi usaha tersebut bertransformasi menjadi sentra pelayanan pangan yang dikelola secara profesional, namun tetap memegang erat nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan.
Sebagai pemimpin, H. Edy Ahmad dikenal memiliki kedekatan emosional yang luar biasa dengan seluruh elemen yang bekerja bersamanya. Beliau sangat memperhatikan kesejahteraan dan kinerja para karyawan serta relawan, sekaligus menerapkan prinsip manajemen berbasis empati—tidak hanya kepada sumber daya manusia di dalamnya, tetapi juga terhadap lingkungan sekitar. Salah satu bentuk nyata kepedulian ini terlihat dari kebijakan pembagian kelebihan porsi layanan yang telah disiapkan bagi masyarakat sekitar yang bukan sebagai daftar penerima manfaat . Meskipun tanggung jawab utamanya adalah melayani 2.400 penerima manfaat, sediaan makanan yang tersisa kerap dibagikan pula kepada warga sekitar, termasuk petugas kebersihan jalan raya dan masyarakat yang bukan masuk dalam daftar penerima program, sebagai wujud berbagi keberkahan.
Dalam dampak ekonomi sosial Program MBG, aspek kemitraan dengan pemasok atau Cooperation with suppliers of goods menjadi salah satu indikator penting keberhasilan. Hal ini pun menjadi perhatian serius H. Edy Ahmad selaku pengelola SPPG 2. Sinergi yang dibangun sangat terasa melalui kerjasama strategis dengan Koperasi Merah Putih (KMP) Kelurahan Pagesangan Barat. Koperasi yang saat ini siap menjadi tumpuan pasokan kebutuhan pokok ini telah menjalin kerjasama resmi melalui nota kesepahaman atau MoU, di mana kebutuhan bahan baku utama seperti beras dan minyak goreng seluruhnya dipasok oleh koperasi tersebut. Langkah ini merupakan wujud nyata dukungan terhadap ekonomi lokal yang dikelola di bawah kepemimpinan Ketua KMP, Drs. H.M. Husni Thamrin, MM.
Keunggulan lain dari penerapan manajemen empati di SPPG 2 ini terlihat dari perhatian pengelola terhadap kesehatan fisik dan kebersamaan tim kerja. Setiap hari libur, seluruh relawan dan karyawan diajak untuk berolahraga ringan seperti senam bersama di sekitar lokasi kerja guna menjaga kebugaran dan meningkatkan semangat kerja. Aktivitas kebersihan lingkungan pun dilakukan secara bersama-sama, yang kemudian ditutup dengan acara makan bersama dan rapat evaluasi santai, di mana seluruh tim disuguhi hidangan bakso sebagai bentuk apresiasi pimpinan. Momen-momen sederhana ini mempererat ikatan kekeluargaan yang membuat suasana kerja menjadi hangat, harmonis, dan produktif.

Berbagai dokumentasi kegiatan dan kondisi fisik SPPG 2 di Jalan Kokok Segara menunjukkan gambaran ideal sebuah sentra penyiapan pangan yang telah memenuhi standar manajemen yang sangat baik dan layak dijadikan acuan. Pengelolaan yang menggabungkan profesionalitas, kemitraan yang kokoh, serta nilai empati terhadap sesama ini patut diapresiasi. Besar harapan kiranya SPPG 2 Kelurahan Pagesangan Barat dapat menjadi inspirasi sekaligus model percontohan bagi SPPG lainnya, khususnya yang kini sedang dalam tahap evaluasi oleh Satgas Program MBG di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota di seluruh Indonesia, agar tujuan mulia program ini dapat dirasakan manfaatnya secara maksimal.
SPPG Kota Mataram Pagesangan Barat juga melaksanakan kegiatan pemanfaatan kelebihan atau sisa makanan dari proses pemorsian MBG dilakukan sebagai bentuk kepedulian sosial dan upaya mengurangi pemborosan makanan yang masih layak konsumsi. Makanan yang memiliki kualitas baik, higienis, dan belum terkontaminasi dipisahkan serta dikemas dengan baik untuk kemudian diberikan kepada anak jalanan atau masyarakat yang membutuhkan di sekitar lingkungan kegiatan dan Kegiatan ini bertujuan untuk:Mengurangi terbuangnya makanan yang masih layak konsumsi,Menumbuhkan rasa kepedulian dan solidaritas sosial. Membantu anak jalanan memperoleh makanan yang bergizi,Mendukung budaya hemat dan pemanfaatan pangan secara bijak,Dalam pelaksanaannya, pembagian makanan tetap memperhatikan standar kebersihan, keamanan pangan, dan dilakukan secara tertib agar makanan yang diberikan tetap aman untuk dikonsumsi. (JSR Watimena@Hendra Kusumawati)




