
Bogor, aspirasipublik.com – Jumat, 11 September 2026, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Terbuka (UT) melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Waru, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pelaksanaan PkM Desa Binaan yang dilaksanakan oleh Program Studi Doktor Administrasi Publik, Sekolah Pascasarjana Universitas Terbuka, sekaligus menjadi wujud komitmen UT dalam memastikan keberlanjutan dan dampak nyata program pemberdayaan masyarakat. Desa Waru telah menjadi salah satu desa binaan Universitas Terbuka dan menjadi lokasi pengembangan program PkM yang diarahkan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan tata kelola pemerintahan desa, serta pemberdayaan masyarakat. Dalam pengembangan sebelumnya, UT bahkan menempatkan Desa Waru sebagai sebuah living laboratory atau laboratorium hidup untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai kemandirian dalam pembangunan desa.
Kegiatan Monev ini merupakan bagian penting dari rangkaian PkM untuk melihat secara langsung perkembangan pelaksanaan program, mengidentifikasi manfaat yang telah dirasakan oleh mitra, sekaligus memperoleh masukan dari Pemerintah Desa Waru dan masyarakat mengenai keberlanjutan program. Dalam rancangan PkM, monitoring dan evaluasi memang ditempatkan sebagai bagian integral dari pelaksanaan program, termasuk pemantauan penerapan kemampuan public speaking oleh aparatur dan kader desa serta evaluasi terhadap implementasinya dalam pelayanan dan komunikasi dengan masyarakat.Melanjutkan Penguatan Kapasitas Pemerintahan Desa Waru
Program PkM tahun 2026 mengangkat tema “Komunikasi Organisasi yang Efektif untuk Mendukung Sosialisasi Kebijakan Pemerintahan Desa Waru Kecamatan Parung Kabupaten Bogor.” Kegiatan utama sebelumnya telah dilaksanakan pada 20 Agustus 2026 di Aula Desa Waru dengan fokus pada pendampingan public speaking sebagai bagian dari penguatan komunikasi organisasi perangkat desa dan lembaga kemasyarakatan.
Program tersebut melibatkan berbagai unsur Desa Waru, mulai dari perangkat dan staf desa, perwakilan RT dan RW, Karang Taruna, PKK, LPM, hingga BUMDes. Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi penting karena penguatan tata kelola desa tidak hanya bergantung pada kemampuan aparatur pemerintah desa, tetapi juga memerlukan komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat.Melalui proses monitoring dan evaluasi, LPPM UT bersama tim PkM dapat melihat sejauh mana pengetahuan dan keterampilan yang telah diberikan selama kegiatan pendampingan diterapkan dalam aktivitas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat. Monev juga menjadi sarana dialog antara perguruan tinggi dan mitra untuk mengidentifikasi kebutuhan pengembangan berikutnya sehingga program pengabdian tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi menghasilkan perubahan yang berkelanjutan.Hal tersebut sejalan dengan tujuan utama program PkM Desa Waru, yakni meningkatkan profesionalisme, kapasitas, dan kompetensi sumber daya desa dalam tata kelola administrasi pembangunan, sehingga secara bertahap dapat mendukung terwujudnya Desa Waru sebagai desa yang semakin mandiri.
Penandatanganan Berita Acara Serah Terima Barang Hibah,Momentum penting lainnya dalam kegiatan Monev pada Jumat, 11 September 2026, adalah dilaksanakannya penandatanganan Berita Acara Serah Terima Barang (BAST) antara Tim PkM Universitas Terbuka dan Pemerintah Desa Waru.Penandatanganan BAST dilakukan oleh Prof. Dr. Dra. Susanti, M.Si., selaku Ketua Pelaksana PkM yang bertindak untuk dan atas nama Universitas Terbuka, bersama Syamsuddin, Sekretaris Desa Waru, yang bertindak untuk dan atas nama mitra Desa Waru.Serah terima barang tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan PkM Universitas Terbuka Tahun Anggaran 2026 berdasarkan Surat Perjanjian Penugasan Nomor B/1083/UN31.LPPM/PM.01.01/2026 dengan kegiatan bertema komunikasi organisasi untuk mendukung sosialisasi kebijakan Pemerintahan Desa Waru. Total nilai barang yang diserahterimakan tercatat sebesar Rp16.568.000.
Barang hibah tersebut antara lain berupa perangkat pendukung komunikasi dan kegiatan desa, seperti power mixer 8 channel, perangkat speaker, stand speaker, mikrofon beserta kabel, perangkat mikrofon nirkabel, serta sejumlah perlengkapan pendukung lainnya. Seluruh barang yang tercantum dalam berita acara berada dalam kondisi baru. Penyerahan barang hibah tidak hanya merupakan bagian dari pertanggungjawaban administratif pelaksanaan PkM, tetapi juga diharapkan memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi Desa Waru. Peralatan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan masyarakat, kegiatan sosialisasi kebijakan, musyawarah desa, kegiatan kelembagaan dan kemasyarakatan, penyampaian informasi publik, serta berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Keberadaan sarana komunikasi yang lebih memadai juga relevan dengan fokus PkM tahun 2026. Penguatan kemampuan public speaking aparatur dan kader desa akan lebih optimal apabila didukung oleh sarana komunikasi yang dapat digunakan dalam berbagai forum pelayanan maupun kegiatan masyarakat.
Dari Pelatihan Menuju Dampak yang Berkelanjutan,Pelaksanaan Monev dan penyerahan barang hibah menunjukkan bahwa konsep PkM yang dikembangkan Universitas Terbuka di Desa Waru tidak berhenti pada transfer pengetahuan melalui pelatihan. Program diarahkan pada sebuah siklus pemberdayaan yang mencakup identifikasi kebutuhan, peningkatan kapasitas, pendampingan, praktik, monitoring, evaluasi, penguatan kelembagaan, serta penyediaan sarana pendukung.Dalam rancangan program, tahun 2025 diarahkan pada pembenahan tata kelola dan perencanaan desa, sedangkan tahun 2026 difokuskan pada peningkatan kapasitas aparatur dan kelompok kerja desa melalui pelatihan public speaking, penyusunan konten edukasi, dan pemanfaatan media digital.Pendekatan tersebut memperlihatkan pentingnya keberlanjutan dalam program pengabdian kepada masyarakat. Perguruan tinggi tidak semata-mata hadir sebagai penyelenggara kegiatan, tetapi menjadi mitra pembangunan desa yang bersama-sama dengan pemerintah dan masyarakat mengidentifikasi persoalan, mengembangkan kapasitas, mengevaluasi kemajuan, dan membangun solusi sesuai kebutuhan lokal.
Kolaborasi UT dengan Desa Waru juga telah berlangsung secara berkelanjutan. Dokumen kegiatan tahun 2026 mencatat bahwa kerja sama tersebut telah memasuki tahun ketujuh, dengan bentuk kegiatan yang terus berkembang menyesuaikan kebutuhan Desa Waru.
Memperkuat Desa Waru sebagai Desa Binaan yang Berkelanjutan, Melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi ini, Universitas Terbuka berharap program PkM Desa Binaan dapat memberikan dampak yang semakin terukur dan berkelanjutan. Hasil Monev menjadi bahan penting untuk melihat capaian program sekaligus merumuskan tindak lanjut berdasarkan kebutuhan nyata Pemerintah Desa Waru dan masyarakat.Sinergi antara LPPM UT, Program Studi Doktor Administrasi Publik Sekolah Pascasarjana UT, Pemerintah Desa Waru, aparatur desa, lembaga kemasyarakatan, serta masyarakat diharapkan terus berkembang menjadi model kolaborasi perguruan tinggi dan desa yang produktif.
Penyerahan barang hibah sekaligus menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat membutuhkan kombinasi antara penguatan kapasitas manusia dan penguatan kapasitas kelembagaan serta sarana pendukung. Barang yang diserahterimakan diharapkan dapat dijaga, dikelola, dan dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat serta mendukung berbagai kegiatan pembangunan dan pemberdayaan di Desa Waru.
Pada akhirnya, rangkaian PkM Desa Binaan ini membawa semangat bahwa keberhasilan pengabdian kepada masyarakat tidak hanya diukur dari terlaksananya sebuah kegiatan, tetapi dari keberlanjutan manfaat dan perubahan yang dapat dirasakan masyarakat setelah kegiatan selesai.Melalui kemitraan yang terus terjaga, Universitas Terbuka dan Desa Waru diharapkan dapat terus membangun praktik baik tata kelola desa yang partisipatif, komunikatif, adaptif, dan berkelanjutan, sekaligus menjadikan Desa Waru sebagai salah satu model pengembangan desa binaan perguruan tinggi yang mampu menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat. (JSR Watimena@Hendra Kusumawati)



