Minggu, Desember 3, 2023

Pemerintah Kota (Pemko) Batam H. Muhammad Rudi Turun Ke Jalan Menggalang Dana Dalam Rangka Peduli Gempa Lombok

Must Read

H. Narya Sunarya Calaon Anggota DPRD Kabupaten Bogor Terus Perkuat Silaturahmi

Bogor, aspirasipublik.com – Silaturahmi sangatlah penting, selain untuk mempererat tali persaudaraan juga untuk kesehatan dan menambah ilmu pengetahuan. Tanpa...

Proyek Lanjutan Pembangunan GSG RW: 09 Desa Suradita Terkesan Tertutup dan Tidak Transparan

Tangerang, aspirasipublik.com – Perencanaan adalah tonggak awal sebuah kegiatan, proses perencanaan menjadi acuan serta peta jalan suatu program, hal...

Ketua FKDM Kali Baru Jaharudin Berkomitmen Terkait Ngopi Bareng Di Plaza Kali Baru

Jakarta, aspirasipublik.com - "Wawancara Dengan Ketua FKDM Kali Baru" Ketua FKDM Kali Baru Jaharudin Berkomitmen akan mengawal untuk Suksesnya...

Batam, aspirasipublik.com –  Pemerintah Kota (Pemko) Batam H. Muhammad Rudi menggalang dana dalam rangka peduli gempa lombok dengan turun langsung ke jalan di perempatan lampu merah dan mengintuksikan kepada seluruh masyarakat batam baik pegawai pengusaha pelajar dan seluruh masyarakatnya untuk menyumbang untuk dapat membantu masyarakaat Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Penyerahan bantuan dilakukan Asisten Administrasi Umum Pemko Batam, Firmansyah. Bantuan dari masyarakat Batam itu, diserahkan senilai Rp1.024.966.100‎, di kantor Gubernur NTB, Mataram. Bantuan itu diterima Wakil Gubernur NTB DR.HJ. Siti Rohmi Djalilah, di damping H.Lalu Syafie kepala Bakesbang Pol NTB  Selasa (23/10). Menurut Firman, bantuan senilai sekitar Rp1,02 miliar itu, bersumber dari gerakan peduli Lombok sebesar Rp824.966.100 dan. Selain itu, ada dari Kementrian Agama Kota Batam, sebanyak Rp200 juta”Ada juga Rp260 juta dalam bentuk pembagunan satu masjid dan empat ruang kelas di pesantren di Gunung Sari Lombok Barat,” beber dia.

Selain Firman, pada kesempatan itu, ‎ikut serta, perwakilan Kementrian Agama Kota Batam, H Sarbaini,  Ketua MUI Batam KH Usman Ahmad, Lembaga Amil Zakat (LAZ)  Batam, Ustad  Sarifudin  dan Tagana Batam.‎ ‎”Bantuan ini merupakan hasil  kegiatan Batam Peduli Lombok yang digagas pak Wali Kota Batam HM Rudi. Bantuan digalang dari kotak di jalan, OPD, sekolah serta elemen masyarakat Batam,” beber Firman.‎Dikatakan Firman, bantuan itu wujud kepedulian dan empati terhadap warga Lombok yang tertimpa bencana gempa beberapa waktu lalu. Dimana, bantuan ini dibawa langsung dan serahkan dalam bentuk cek dan dilengkapi berita acara. Distribusi bantuan sendiri akan dilakukan Pemerintah Provinsi NTB, ke kabupaten/kota, yang terdampak gempa.‎

Saat menerima bantuna itu, Wagub NTB DR.Hj Siti Rohmi menyampaikan terima kasih atas nama masyarakat NTB. Dijelaskannya, gempa di wilayahnya masih sering terjadi. Bahkan, dari Juli sampai saat ini, NTB di guncang gempa lebih dari 2.000 kali.”Dan yang besar, Agustus kemarin. Itu yang terdampak pada kerusakan bangunan, baik milik masyarakat atau fasilitas umum,” bebernya.Diakui, di Pulau Lombok, seluruh kabupaten/kota terkena dampak dan di Pulau Sumbawa. Utamanya di Sumbawa dan Sumbawa besar. Dimana, tercatat 200 ribu bangunan rusak dan saat ini telah diverifikasi pemerintah kabupaten/kota sebanyak 80 ribu rumah masyarakat rusak berat‎

“Selain itu, kerusakan di fasilitas umum. Seperti sekolah,  rumah sakit, pesantren dan lain sebagainya,” imbuh Siti Romli. ‎Saat ini diakui, masyarakat NTB sudah mulai bangkit dengan gerakan NTB Bangkit. Gerakan itu untuk kembali membngun NTB agar pulih seperti sediakala. Pembagunan sendiri sudah mulai dilakukan, pasca gempa sejak Oktober. Disisi lain, bencana gempa yang terjadi di Lombok NTB, menjadi pelajaran untuk memperhatikan keberadaan bangunan.”Ini pelajaran bagi kita semua, baik dari aspek keselamatan bangunan, tata ruang, mitigasi bencana dan pendidikan kebencanaan bagi anak anak,” imbuhnya.,inilah salah satu bentuk keperdulian Pemkot .

Penanganan bencana merupakan suatu bentuk pelayanan publik pemerintah kepada warga Negara. Menurut Taliziduhu Ndaraha (2202:431), salah satu teori pemerintah adalah teori residu. “teori residu mengajarkan bahwa kendatipun telah diupayakan agar seluruh urusan pemerintahan (bestuurszorg) dibagi habis jadi satu-satuan yang diletakkan dibawah tanggung jawab berbagai unit kerja tekhikal (asas spesialisasi), pada suatu saat menggingat terjadinya perkembangan yang pesat di dalam masyarakat, ada saja urusan yang tidak jelas penanggungjawabanya  atau tidak dapat dimasukan kedalam unit kerja teknikal yang ada, peran pemerintah dalam bentuk fasilitasi dan sebagainya dinyatakan sebagai pelayanan civil pelayanan publik,Beranjak dari atas bahwa pelayanan dalam penanganan bencana akan bermanfaat untuk meningkatkan semua pemangku kepentingan bahwa bencana terlalu sering dianggap sebagai kejadian-kejadian menyimpang yang dipisahkan dari kehidupan normal. Dalam kenyataanya bencana adalah konsekuensi-konsekuensi dari cara pikir dan tindak masyarakat dalam membangun diri mereka sendiri serta isteraksi anatara pemerintah dan masyarakat dalam membuat keputusan-keputusan dalam kehidupan ekonomi, sosial dan budaya. Penanganan bencana merupakan salah satu perwujudan fungsi pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat. Oleh karenanya, masyarakat mengharapkan pemerintah dapat melaksanakan penanganan bencana sepenuhnya. Dalam paradigma baru, penangana bencana adalah suatu pekerjaan terpadu yang melibatkan masyarakat secara aktif. Pendekatan yang terpadu semacam ini menuntut koordinasi yang lebih baik diantara semua pihak, baik dari sector pemerintah, lembaga-lembaga masyarakat, badan-badan usaha dan lembaga internasional.

Sangat disesalkan apabila peristiwa bencana tidak dapat diminimalisir oleh pemerintah dan masyarakat sehingga jumlah korban yang ditmbulkan menjadi bertambah besar. Oleh karenanya tindakan dalam pencegahan dan penangulangan bencana perlu diperhatikan secara konseptual dan operasional, sehingga upaya yang dilakukan dapat terlaksana dengan maksimal dan tepat sasaran serta tujuan dalam penanganan bencana yang baik skala daerah maupun nasional. Sampai saat ini, manusia belum mampu secara tuntas menghentikan bencana, tetapi manusia diberi kemampuan mengenal, memahami dan mengola bencana. Subtansi dalam pencegahan dan penanggulangan bencana adalah mengenali potensi bencana di masing-masing daerah, evakuasi terhadap daerah yang terjadi bencana, dan rehabilitasi pembangunan.  (Joko)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
Latest News
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -