May 16, 2022

Bupati Bekasi Diduga Masih Alergi Temui Santri

3 min read

Bekasi, aspirasipublik.com – Kembali ratusan masa demo Ansor mendatangi Kantor Pemerintah Kabupaten Bekasi, mereka masih menyuarakan tuntutan kepada Kepala Daerah H. Eka Supria Atmaja, SH. Dalam tuntutanya mereka meminta kepada Bupati untuk memperhatikan pondok Pesantren di seluruh kabupaten Bekasi tentang di masa pandemi Covid-19 ini. Sebab dari awal pandemi ini ada belum pernah ada penanganan buat pondok pesantren dari mulai program Rapid tes apalagi Swab.

Ada beberapa hal yang kami tuntut. Seperti tata kelola pemerintahan. Kita melihat Bupati Eka Supria Atmaja belum menunjukan wibawa birokrasi, hal ini terlihat dari tidak di fungsikannya Baperjakat dalam hal perpindahan posisi pejabat ASN dan adanya 151 jabatan yang belum terisi sehingga ini cukup mengganggu pelayanan publik. Lalu untuk jabatan struktural Eselon II ke bawah perlu kiranya dipertimbangkan aspek prestasi dan bidang keilmuan diterapkan secara proporsional,” ujar Ketua PC Ansor Kabupaten Bekasi, Ahmad Tetuko Taqiyuddin

Tuntutan utama dari aksi ini adalah :

1. Agar memperhatikan kesehatan para santri di masa pademi ini yang berupa Rapid tes ataupun swab 

2. Sarana dan prasarana dipondok pesantren serta kesejahteraan para kyai atau pengajar dipondok pesantren 

Karena itu semua belum menyentuh di pondok pesantren selama ini, apalagi dimasa pademi covid ” ujar Ketua PC Ansor Kabupaten Bekasi, Ahmad Tetuko Taqiyuddin, kepada Rambu Nasional

3. Tentang air bersih di wilayah Cibarusah dan status Aset  PDAM Tirta Bagasasi

4. Status Tanah warga pilar yg tak kunjung diselesaikan.

Tapi sekian lama mengadakan orasi bergantian antara perwakilan dari Badan Otonomi (Banom) Nahdlatul Ulama seperti GP Ansor, Banser, dan PMII bupati tidak kunjung menemui mereka sehingga suasana yang tadinya santai menjadi tegang. Masa merangsak kedepan gerbang pintu untuk mencoba masuk ke dalam gedung tempat kerja Bupati  sampai akhirnya ada perwakilan dari pihak pemerintah kabupaten Bekasi hadir yang diwakili oleh Asda 1 Yana Suyatna 

Dalam menanggapi tuntutan dari pihak aksi demo Asda 1 mengatakan” semua aspirasi teman semua akan saya sampaikan kepada pak Bupati, berhubung hari ini  beliau dan keluaraga dalam posisi Pengawasan” 

“Maka dari itu saya  meminta secara tertulis apa yang menjadi aspirasi dan tuntutan dari rekan-rekan semua dan akan kita bahas dengan bagian Asda 2 dan Asda 3” tambahnya lagi.

“Kami juga melalui Kesbangpol dan pihak dinas kesehatan bagian penanganan covid Insya Allah mulai Senin akan melakukan Rapid Tes ke pesantren-pesantren” Ujarnya (25/9/2020). 

Aksi demo yang bertemakan ‘Santri Beraksi Benahi Bekasi’ menuntut berbagai kebijakan untuk kepentingan publik. Pasalnya,  kepemimpinan Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja, dinilai tidak perduli terhadap pondok pesantren dan para santri Kabupaten Bekasi.

Karena kurang puas dengan jawaban dari perwakilan dari pihak Bupati, akhirnya masa aksi berpindah tempat menuju ke arah Gedung DPRD dengan tujuan suara mereka juga didengar oleh pihak dewan, tetapi lagi lagi mereka menerima kenyataan Para dewan tidak ada satupun ditempat sehingga massa memaksa masuk dan berhasil masuk kedalam ruangan gedung DPRD untuk memastikan ada apa tidak Unsur dari Wakil Rakyat kok tidak mau menemui mereka. Sempat keadaan memanas dan  bersitegang didalam ruangan gedung DPRD. Akhirnya pihak Sekwan Herman Hanafi menemui mereka untuk meredam keadaan yang memanas. 

“Kami akan menyampaikan semua aspirasi dan tuntutan kepada para dewan, kebetulan hari ini semua dewan lagi ada kegiatan diluar jadi mohon untuk kesabarannya, silahkan datang lagi setelah kami melakukan penetapan 2 perda yang akan dilaksanakan tanggal 30   September 2020 yaitu perda tentang peralihan Desa menjadi Kelurahan dan Perda tentang Penyakit Masyarakat, ujar Herman Hanafi

“Kalau semua aspirasi dan tuntutan kami tidak ditanggapi, maka kami akan turun lagi ke kantor Pemerintah Kabupaten Bekasi dengan masa yang lebih besar agar semua yang kami tuntut direalisasikan” Ujar Ketua PC Ansor Kabupaten Bekasi, Ahmad Tetuko Taqiyuddin.” Tuturnya. (s)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.