Warning: Undefined array key "color-1-overlay" in /var/www/vhosts/aspirasipublik.com/public_html/wp-content/plugins/td-composer/legacy/common/wp_booster/td_block.php on line 1148

Warning: Undefined array key "color-2-overlay" in /var/www/vhosts/aspirasipublik.com/public_html/wp-content/plugins/td-composer/legacy/common/wp_booster/td_block.php on line 1148
Minggu, Maret 3, 2024

Tindak Tegas Pembalakan Liar dan Jangan Tebang Pilih

Must Read

Dr. Muhammad Arief Adillah, S.Sos. M.A.P., Dosen Politeknik Imigrasi, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Usia 27 Tahun, Raih Gelar Doktor Ilmu Pemerintahan IPDN...

Jakarta, aspirasipublik.com - Selasa,12 Desember 2023,berlangsung dari pukul 09.00 dan selesai pukul 12.00 di Ruang sidang lantai 3 Sekolah...

Dugaan Penyalahgunaan Dana BOS Tahun 2021 Di SDN Rawamangun 09

Jakarta, aspirasipublik.com - Berdasarkan Surat Konfirmasi dan Klarifikasi Surat Kabar Umum Aspirasi Publik Nomor : 020/SP-AP/KK/VI/2023 Tentang dugaan Kelebihan bayar...

Kubu Raya, aspirasipublik.com – Truk bermuatan kayu hutan rimba berhasil ditangkap Satuan Polisi Hutan Reaksi Cepat (SPORC) Provinsi Kalimantan Barat, Jum’at (27/11/2020).

Penangkapan satu unit truk itu diduga membawa kayu ilegal logging kelompok meranti sejenis keladan saat di Jalan Trans Kalimantan, Sungai Ambawang, Kalimantan Barat. Demikian disampaikan tim investigasi wartawan Kabupaten Kubu Raya yang langsung mengkonfirmasi ke Markas Komando SPORC.

Kasie Gakkum KLHK, Julian membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan satu unit truk dari Sungai Ambawang yang bermuatan kayu rimba campuran sebanyak 170 batang telah diamankan dan saat ini sedang diproses.

Salah seorang tokoh masyarakat Kabupaten Kubu Raya yang tidak ingin disebut namanya kepada wartawan mengatakan, dengan berhasilnya aparat keamanan dari SPORC itu tentu diapresiasi luar biasa.

“Walau telah berhasil menangkap pembawa kayu hasil penebangan liar dan perambahan hutan itu, juga dalam penindakan hukum jangan tebang pilih. Siapapun yang tidak memiliki izin ditindak tegas, bila perlu di pidanakan,” tegas tokoh masyarakat tadi yang sudah geram dengan oknum selama ini.

Diharapkan kepada aparat penegak hukum untuk menindak tegas Tempat Pengolahan Kayu (TPK) atau biasa disebut Somel yang tidak memiliki izin untuk ditindak tegas, dikarenakan masyarakat yang memiliki izin merasa dirugikan oleh oknum Somel tersebut.

“Entah kenapa ada juga para oknum pelaku penjual kayu mahal itu yang berhasil lolos dari jeratan hukum,” tambah tokoh masyarakat tadi penuh tanda tanya. (Amza)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
Latest News

Dugaan Penyalahgunaan Dana BOS Tahun 2021 Di SDN Rawamangun 09

Jakarta, aspirasipublik.com - Berdasarkan Surat Konfirmasi dan Klarifikasi Surat Kabar Umum Aspirasi Publik Nomor : 020/SP-AP/KK/VI/2023 Tentang dugaan Kelebihan bayar Gaji Honorer a.n. Sifa Rahma...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -