Dr. Maryam Tranggano, S.ST.M.Si., Putri Terbaik dari Ambon – Makasar, Raih gelar Doktor Ilmu Pemerintahan (IPDN) Ke 132

Jakarta, aspirasipublik.com – Dengan perkembangan teknologi saat ini dan mungkin 10-20 tahun ke depan, proses belajar dapat terjadi kapan saja, di mana saja, dengan siapa saja tanpa batas ruang dan waktu. Pandemi Covid-19 sangat berdampak pada dunia pendidikan di Indonesia. Hal tersebut tidak menghalangi proses sidang pomosi Doktor Ilmu pemerintaha   Putri Terbaik dari wilayah Timur yaitu dari Ambon – Makasar, Dr. Maryam Tranggano, S. ST., M.Si., pada hari ini, Rabu. Tanggal 25 Maret 2021 di kampus IPDN gedung Pasca Sarjana Cilandak jakarta selatan dan tetap memperhatikan Standar kesehatan Covid 19 Dengan menjaga jarak menggunakan masker selalu mencuci tangan dan menjaga jarak.

Promotor dan co promotor serta penguji ada yang hadir langsung dan ada yang melalui daring Tim Promotor yang terdiri dari kami Tim Promotor yang terdiri atas: 1. Prof. Dr. Drs. Khasan Effendy, M.Pd (Hadir Langsung). 2. Dr. Sampara Lukman, MA, Direktur Pasca Sarjana (Hadir Langsung), 3. Dr. M. Irwan Tahir, AP, M.Si., (Hadir Langsung)

Dan penelaah/penguji yang terdiri atas: 1. Dr. Hadi Prabowo, MM., Rektor IPDN, 2. Prof. Dr. Ngadisah, MA. Kap Prodi Pasca Sarjana (hadir Langsung), 3. Prof. Dr. Murtir Jeddawi, SH, M.Si.(Melalui Daring), 4. Prof. Dr. H. M. Aries Djaenuri, MA., (Hadir Langsung), 5. Prof. Dr. Triyuni Soemartono, MM. (Hadir langsung), 6. Prof. Dr. Juntika, M.Pd. (Melalui Daring), 7. Dr. Mansyur, M.Si. (Hadir Langsung), 8. Dr. Widodo Sigit Pudjianto, SH., MH. (Hadir Langsung)

Sidang dipimpin oleh Direktur Pasca Sarjana Dr. Sampara Lukman bersama Kap Prodi Pasca sarjana Prof. Dr. Ngadisah, MA. mewakili atas nama Rektor IPDN ,Sidang berjalan selama 3 jam lebih dari pukul 10 Wib sampai 13.00 Wib.

Riwayat singkat Dr. Maryam Tranggano, S.ST. M.Si.,  Beserta Uraian Ringkas Akademis

dilahirkan di Namlea, pada tanggal 2 Februari 1977, Putri ke-3 (Tiga) dari Pasangan Bapak UMAR TRANGGANO (Alm) dan Ibu SAURA MAKASSAR. Pendidikan formal Sekolah Dasar diselesaikan di SD Negeri 71 Ambon Tahun  1992, SMP Negeri 3 Ambon tahun 1995, dan pendidikan Sekolah Menengah Atas diselesaikan di SMK Negeri 1 Ambon tahun 1998. Pendidikan Diploma 4 diselesaikan di Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung tahun 2007, sementara pendidikan Magister diselesaikan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri tahun 2014 dengan konsentrasi Pendidikan Administrasi Pemerintahan Daerah. Karier Dr. Maryam Tranggano, S.ST. M.Si. dalam dunia kerja di Pemerintahan dimulai dengan mengabdi pada Pemerintah Kabupaten Buru Provinsi Maluku, dan dipercaya menduduki jabatan sebagai Kepala Seksi Kelembagaan Kepahlawanan Kesetiakawanan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Buru. Karier selanjutnya diamanahkan menjalankan tugas sebagai Kepala Sub Bidang Administrasi Umum Bidang Administrasi Umum dan Keuangan pada Program Pascasarjana Institut Pemerintahan Dalam Negeri berdasarkan Surat Keputusan Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri Nomor 821.2-134 Tahun 2017 tanggal 3 Maret 2017.

Disertasi Dr. Maryam Tranggano, S.ST. M.Si., yang berjudul “Analisis Kebijakan Pemberdayaan Masyarakat Adat Terpencil di Kabupaten Buru Provinsi Maluku” secara konseptual dianalisis menggunakan teori Implementasi Kebijakan Van Metter dan Van Horn untuk memperoleh model implementasi kebijakan pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil di Kabupaten Buru guna menyelesaikan persoalan kesenjangan dan keterbelakangan sosial di Kabupaten Buru. Penelitian ini mempunyai perbedaan yang spesifik dengan penelitian terdahulu. Temuan penelitian yang diperoleh Promovenda diharapkan dapat memperkaya kajian teoritis dan dukungan empiris di bidang pemerintahan khususnya teori implementasi kebijakan dalam penyelenggaraan program pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil yang diperkaya dengan aspek kontinuitas dalam impelementasi kebijakan, khususnya pada aspek kearifan lokal yang berpengaruh terhadap proses implementasi dimaksud. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa penelitian ini memiliki orisinalitas yang tinggi dan dapat dipertanggungjawabkan.

Desain penelitian dibentuk berdasarkan metode ilmiah serta sesuai dengan metode penelitian kuantitatif, lewat penyajian deskriptif melalui pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi dengan uji validitas data kualitatif menggunakan teknik triangulasi yang dilakukan oleh peneliti. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Dr. Maryam Tranggano  ini menghasilkan

  1. Implementasi Kebijakan Pemberdayaan KAT di Dusun Wanfudinar, Desa Waeflan, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru secara keseluruhan telah berjalan dengan baik, sehingga dapat memberikan perubahan dalam kehidupan sosial Warga KAT di lokasi tersebut, diantaranya yaitu tersedianya kebutuhan dasar warga KAT, sarana prasarana yang dapat dimanfaatkan oleh warga KAT, Perubahan pola pikir dan perilaku warga KAT yang lebih baik dan lebih berkembang dan Peningkatan pengetahuan dan keterampilan warga dalam hal bercocok tanam; dan perubahan pola pikir dan perilaku warga KAT yang lebih baik dan lebih berkembang.
  2. Faktor pendukung dan penghambat implementasi pemberdayaan KAT di Kabupaten Buru adalah sebagai berikut:
  3. Faktor Pendukung Internal:
  • Regulasi sebagai Dasar Hukum Implementasi Pemberdayaan KAT
  • Sinergitas Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah
  1. Faktor Pendukung Eksternal:
  • Potensi Wilayah Yang Luas
  • Kesadaran Masyarakat untuk Menerima dan Mendukung Program Pemberdayaan KAT
  1. Faktor Penghambat Internal:
  • Keterbatasan Anggaran
  • Belum Optimalnya Peran Tenaga Pendamping
  1. Faktor Penghambat Eksternal:
  • Kesulitan Akses Menuju Lokasi
  • Minimnya Partisipasi Masyarakat dan Dunia Usaha.
  1. Permasalahan yang dihadapi warga KAT sangat kompleks, sehingga membutuhkan strategi yang tepat dalam implementasi pemberdayaan KAT. Strategi tersebut dapat dirumuskan menggunakan analisis ASOCA (Ability, Strength, Opportunity, Culture, Agility). Selanjutnya untuk mengoptimalkan pencapaian tujuan implementasi pemberdayaan KAT peneliti merumuskan model yang dapat diterapkan dalam proses implementasi pemberdayaan KAT. Model tersebut mensyaratkan 3 (tiga) aspek yang harus dimiliki dan diwujudkan oleh implementor, yaitu understanding, commitment, dan synergy. Selanjutnya implementor dapat menerapkan Dimensi Manage, Acceptable, Review, Yield, Accountability dan Measurable untuk mewujudkan tujuan (goals) pemberdayaan, yaitu kesejahteraan dan kemandirian warga KAT.

Hasil penelitian ini diharapkan memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu pemerintahan, sekaligus sebagai salah satu referensi dalam memperkaya khasanah keilmuan dan sekaligus menjadikan rujukan studi bagi mahasiswa yang terkonsentrasi pada objek penelitian yang sama. Hasil penelitian diharapkan dapat dijadikan masukan untuk menentukan ciri khas dan standar penyusunan Disertasi Ilmu Pemerintahan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri yang menonjolkan temuan penelitian dan konsep baru (teori baru) sebagai hasil yang distandarkan. Konsep baru yang ditemukan dalam penelitian ini adalah pengembangan model manajemen strategis yang dikemukakan oleh Van Metter dan Van Horn. Pengembangan tersebut memfokuskan konsep baru pada pentingnya komitmen dan sinergi para stakeholder guna menjamin keberhasilan implementasi kebijakan pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil di Kabupaten Buru.

Pesan Promotor kepada Dr. Maryam Tranggano, S.ST.M.Si., dengan prestasi studi ini dan dengan ilmu yang saudara dapatkan selama mengikuti perkuliahan di Program Studi Ilmu Pemerintahan, kini saudari dihadapkan pada tantangan yang lebih besar dan sekaligus tuntutan profesi yang lebih berat. Artinya, secara keilmuan, Saudari dituntut untuk secara berkelanjutan mendarmabaktikan ilmu pemerintahan tersebut bagi kepentingan masyarakat, bangsa dan negara. Kami berharap dan berpesan kepada saudari agar dapat membuktikan segenap kemampuan professional saudara di berbagai bidang, serta berperan aktif dalam menyatukan ilmu pemerintahan yang telah dimiliki sebelumnya untuk pengembangan ilmu pemerintahan pada khususnya. Jauhkanlah rasa bangga yang berlebihan yang dapat berujung pada kesombongan, gunakanlah ilmu padi yang semakin berisi semakin merunduk, dan jadilah insan profesional yang bertakwa dan berguna bagi Agama masyarakat, bangsa, dan negara. (Oberlian Sinaga dan JSRW)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *