Taufik SH., MH.: Sudah Lakukan Perdamaian Perkara Dinaikkan

Bekasi, aspirasipublik.com – Sidang lanjutan perkara pemalsuan yang menyeret Kepala Desa Taman Rahayu, Kecamatan Setu AW dan tiga pejabat Pemerintahan desa lainnya kembali digelar, Selasa (4/5/2021)

Sidang ketiga itu, menghadirkan dua Aparatur Sipil Negara (ASN) yang juga mantan Camat Setu yakni Surya Wijaya dan Iman Santoso, Kepala Desa Tamansari Jahi Hidayat dan Kepala KUA Kecamatan Setu, Zainal Arifin.

Dalam sidang itu disorot keberadaan buku letter c Desa Tamansari yang tidak berada di arsip Pemerintahan Desa Tamansari.

Desa Taman Rahayu merupakan pemekaran dari Desa Tamansari sekitar tahun 1984.

Jahi Hidayat mengatakan sejak awal dirinya menjabat sebagai Kepala Desa pada tahun 2012 buku letter C tidak diserahkan oleh Mantan Kepala Desa Tamansari Alm. Gedoy dalam serah terima jabatan dan semasa hidupnya pada saat ditanyakan olehnya Alm. Gedoy selalu beralasan buku C Tamansari tersebut hilang namun tidak pernah dibuat Surat Keterangan Hilang di Kantor Polisi dan tidak ada acara serah terima dari Alm. Gedoy kepada Kepala Desa Tamansari Jahi Hidayat.

“Sejak saya menjabat memang tidak diserahkan. Saya sudah tanyakan  katanya hilang,”kata Jahi dalam persidangan.

Namun Faktanya, letter c itu ada ditangan Alm. Gedoy dan disita oleh Kepolisian saat Alm. Gedoy masih hidup. Diketahui Gedoy meninggal dunia pada 2018 lalu saat kasus itu berlangsung.

Kuasa Hukum AW, Taufik Hidayat Nasution, SH., MH., dalam pres realesenya menegaskan sidang ini membuka fakta, yakni buku letter c tidak berada di Pemdes Tamansari dan *sesungguhnya telah ada perdamaian antara AW dkk dengan Pelapor Gunawan als, Kiwil pada tanggal 31 Mei 2019 dikuatkan dengan bukti kwitansi penerimaan uang sebesar Rp600 juta yang tanda tangani dan diakui dihadapan Majelis Hakim oleh Pelapor Gunawan als. Kiwil dan Sdr. Nanta Johan serta telah Ada pencabutan oleh Pelapor pada tanggal 29 Mei 2019 akan tetapi mirisnya perkara tetap naik ke persidangan.*

“Ini sangat-sangat mengejutkan, buku jantung desa ditangan kekuasaan mantan kades Letter C itu buku jantung desa,” ucap Penasehat Hukum Taufik Hidayat Nasution SH, MH usai sidang kepada awak media,

Di katakan Taufik, Diketahui, buku letter c disita oleh Kepolisian sebagai alat bukti ditangan Alm Gedoy,” Ada hubungan apa Saudara Gunawan dan Almarhum Gedoy?,”???

Seharusnya buku letter C gugur sebagai alat bukti, karena bukan diambil dari pemerintahan resmi menjabat saat itu jelas nya.

Ia juga menegaskan bahwa *opini pembebasan tanah seharga 16 milyar tidak benar opini tersebut mengarah kepada  penyebaran  berita bohong atau  HOAX,”Tidak ada uang ganti  rugi, yang ada tanah diganti dengan tanah* sesuai dengan UU No. 41 tahun  2004 dan Peraturan Pemerintah RI No. 25 Tahun 2018 tentang Ruislag (tukar guling) tanah wakaf”

Taufik melanjutkan, AW, berinisiatif mewakafkan tanah itu ke desa untuk *kepentingan umum pemakaman Dan masyarakat di 2 desa yg keluarganya dimakamkan di TPU Mbah Wardi tersebut*,”Kalau kades itu dapat uang ganti rugi itu tidak benar, itu ditegaskan oleh Mantan Kepala KUA,” terangnya. (sg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: