Pekerja Harus Menguasai Keterampilan & Siapkan diri untuk Wira Usaha Mandiri

Mataram, aspirasipublik.com – Pandemi ini membuat situasi sangat sulit, selain dari sisi kesehatan kita harus mengikuti Protokol Kesehatan (Prokes) dan disisi lain dari sisi sosial ekonomi semua sektor industri terpuruk, yang paling parah adalah sektor pariwisata.

“Jadi, harapan siswa untuk dapat langsung bekerja setelah mengikuti pelatihan ini sangat sulit. Tapi walau sulit gak boleh pesimis. Setelah keluar dari sini kalianlah yang akan membuka kesempatan kerja itu,” ujar Kadisnakertrans Prov. NTB I Gede Putu Aryadi, S.Sos, MH  pada acara Pembukaan Tahap Keempat Pelatihan Berbasis Kompetensi BLKDLN Provinsi NTB di Dasan Cermen Mataram, Senin 26 Juli 2021.

Dihadapan para peserta dari 6 kejuruan dan berasal dari seluruh Kabupaten/Kota se-NTB tersebut, Aryadi mengingatkan seluruh peserta pelatihan agar sedini mungkin menanamkan semangat juang untuk mau dan mampu mandiri.  “Ikutilah pelatihan kerja dengan niat tulus dan sungguh-sungguh untuk mencari ilmu dan menguasai keterampilan (skill) sesuai dengan kejuruan yang diikuti, sehingga siap kerja dan siap untuk mandiri,” tegas mantan Kadis Kominfotik NTB tersebut.

Ia juga mengingatkan bahwa untuk bisa menjadi mandiri maka mindset harus diubah. Sehingga setelah lulus pelatihan kerja jangan lagi mengharapkan dapat bekerja di dunia industri, tetapi memikirkan untuk menjadi wirausaha mandiri. “Setelah keluar dari sini harus mampu membuka usaha sendiri, tentu saja bekal pelatihan selama 33 hari tidak cukup. Dibutuhkan niat dan komitmen, harus punya modal, didukung peralatan/alat produksi, dan jaringan pemasaran,” terangnya.

Aryadi menambahkan, setelah pelatihan di BLK, nantinya perlu dilanjutkan dengan proses pemagangan di dunia industri dan pendampingan dalam bentuk pemberian skill manajemen Wirausaha Baru. Sedangkan, bagi peserta pelatihan yang belum bisa terserap di dunia kerja, maka pemerintah hadir untuk memfasilitasi mereka untuk mengembangkan wirausaha baru disektor formal dan informal. Melalui program PePADu, mereka akan difasilitasi bantuan peralatan/mesin produksi, dihubungkan dengan akses modal dan jaringan pemasaran.

Mengakhiri sambutannya, Mantan Kadiskominfotik Prov. NTB menekankan dalam menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi harus didukung oleh semangat yang kuat, attitude, dan kejujuran. “Orang jujur akan menang di situasi apapun. Yakin dan optimis masa depan kalian akan bagus kedepannya. Mudah-mudahan  dengan ikhtiar dan kejujuran  akan terwujud calon tenaga kerja profesional wirausaha mandiri yang sukses,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BLKDLN Prov. NTB Niniek Rahayu, S.Pd melaporkan pelatihan tahap keempat ini akan membuka pelatihan sebanyak 6 kejuruan dengan jumlah peserta pelatihan 96 siswa yang berasal dari seluruh kabupaten/kota se-NTB. Kejuruan tersebut antara lain Perawatan AC Residential, Pembuatan Design Grafis, Junior Administrative Assistant, menjahit Komponen Pakaian, Perawatan dan Perbaikan 10.000 Km Sepeda Motor, dan Mekanik Junior Mobil. Setelah mengikuti pelatihan, siswa akan mendapatkan serifikat pelatihan dan seritifikat uji kompetensi. (Reza R. Watimena)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *