Dr. Andi Fitri Rahmadany, M. S.IP., M.Tr.IP. Staf di Institut Pemerintahan Dalam Negeri. Wanita Termuda Usia 28 Tahun Raih Gelar Doktor Ilmu Pemerintahan (IPDN) ke 143 dengan Predikat Cumlaude

Jakarta, aspirasipublik.com – Pada hari ini bertepatan tangal 13 Agustus 2021 di kampus IPDN Cilandak Jakarta Selatan Dr. Andi Fitri Rahmadany, M.S.IP., M.Tr.IP. Staf di Institut Pemerintahan Dalam Negeri. Usia 28 Tahun Raih Gelar Doktor Ilmu Pemerintahan (IPDN) ke 143 dengan Predikat cumlaude.

Sidang yang dipimpin Direktur Pasca Sarjana Prof. Dr. H. Wirman Syafri, M.Si mewakili atasnama  Rektor IPDN Dr. Hadi Prabowo, MM. dan Didampingi Wakil Direktur Pasca sarjana Prof. Dr. Muh. Ilham, M.Si. serta Ketua Prodi Pasca Sarjana Dr. Mansyur Achmad, M.Si. Sekaligus sebagai penguji .

Untuk keluarga dan sahabat yang hadir dibatasi hanya boleh maksimal 10 orang diatur dengan jarak kursi satu setengah meter jadi semua yang hadir tetap memperhatikan Standar Kesehatan sesuai aturan pemerintah dan ketentuan yang berlaku pada kampus IPDN dengan mematuhi protokol kesehatan guna memutus mata rantai covid 19, dengan mengunakan masker, sarana alat untuk cuci tangan disiapkan dan pemeriksaan suhu tubuh sebelum masuk ruangan sidang.

Penyelenggaraannya yang berlangsung cukup lama sekitar 3 Jam Dalam mempertahankan Disertasinya   Dr. Andi Fitri Rahmadany, M.S.IP., M.Tr.IP, berjudul: “Adaptasi Teknologi Pelayanan Mobile Government di Provinsi Jawa Barat (Studi Penyelenggaraan Pelayanan Publik di Kota Bandung)” Untuk promotor dan penguji ada yang hadir langsung dan ada yang melalui daring Tim Promotor yang terdiri atas: Prof. Dr. Tjahya Supriatna, SU (Hadir langsung)., Dr. Sampara Lukman, MA. (Melalui Daring)., Dr. Kusworo, M.Si (Hadir langsung).,

Tim penelaah/penguji yang terdiri atas: Dr. Hadi Prabowo, MM (Rektor IPDN)., Prof. Dr. H. Wirman Syafri, M.Si (Direktur Pasca sarjana IPDN) Memimpin jalanya sidang terbuka., Prof. Dr. Ngadisah, MA (Hadir langsung )., Prof. Dr. Muh. Ilham, M.Si (Wakil Direktur Pasca sarjan IPDN) Hadir langsung., Dr. Detti Mulyati, SH., MH., CN . Wakil Rektor (Hadir langsung)., Dr. Mansyur Achmad, M.Si (Kap Prodi Pasca sarjana IPDN) Hadir Langsung., Dr. M. Irwan Thahir, M.Si. (Hadir langsung)., Dr. Udaya Madjid, M.Pd .(Hadir Langsung).

Riwayat singkat Dr. Andi Fitri Rahmadany, M.S.IP., M.Tr.IP. dilahirkan di Gowa, 26 Februari 1993. merupakan putri ke dua dari pasangan Ir. Andi Mahmud, MM dan Drs. Jumiati A. Mahmud. Dr.Andi Fitri Rahmadany, M.S.IP., M.Tr.IP  merupakan istri dari Bagus Pramono Rusadi, S.STP, M.Tr.IP.

Pendidikan formal Sekolah Dasar diselesaikan di SD Inpres 065 Polewali (2006), SMP Negeri 1 Polewali (2008), dan pendidikan Sekolah Menengah Atas diselesaikan di SMA Negeri 1 Polewali (2011). Pendidikan Sarjana diselesaikan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) (2015), sementara pendidikan Magister diselesaikan Program Pascasarjana Institut Pmerintahan Dalam Negeri” (2018) Jurusan Magister Terapan Ilmu Pemerintahan. Karir dalam dunia kerja di Pemerintahan dimulai sejak tahun 2015 sebagai Staf di Institut Pemerintahan Dalam Negeri hingga saat ini.

Disertasi Dr. Andi Fitri Rahmadany, M.S.IP., M.Tr.IP yang berjudul “Adaptasi Teknologi Pelayanan Mobile Government di Provinsi Jawa Barat (Studi Penyelenggaraan Pelayanan Publik di Kota Bandung)” secara konseptual berasal dari tuntutan untuk menghadapi era revolusi industri 4.0 dan pemanfaatan potensi dari pesatnya perkembangan teknologi perangkat bergerak (mobile) yang menawarkan banyak manfaat dalam meningkatkan kualitas pelayanan pemerintah. Adaptasi pelayanan mobile government oleh masyarakat sebagai pengguna serta kemampuan pemerintah sebagai penyedia layanan dalam menyediakan aplikasi atau sistem teknologi mobile government yang bersinergi dengan baik, menjadi kunci sukses implementasi pelayanan mobile government. Kemampuan memprediksi dan memahami adaptasi masyarakat terhadap teknologi pelayanan mobile government memperbesar peluang penyedia pelayanan publik untuk memberikan pelayanan mobile government secara efektif dan efisien yang mudah diadaptasi oleh masyarakat sebagai pengguna pelayanan.

Penelitian ini mempunyai perbedaan yang spesifik dengan penelitian terdahulu. Temuan penelitian yang diperoleh diharapkan dapat memperkaya kajian teoritis dan dukungan empiris di bidang pemerintahan khususnya teori penerimaan teknologi mobile government yang diperkaya sehingga memunculkan teori adaptasi teknologi pelayanan mobile government. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa penelitian ini memiliki orisinalitas yang tinggi dan dapat dipertanggungjawabkan.

Desain penelitian dibentuk berdasarkan metode ilmiah serta sesuai dengan metode penelitian yang dipilih. Pada dasarnya metode penelitian merupakan cara ilmiah yang digunakan untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu., penelitian ini akan dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif lewat penyajian deskriptif melalui pendekatan eksploratif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode kualitatif yakni dengan wawancara, dokumentasi dan observasi dengan analisis data dibantu dengan perangkat lunak Nvivo 12 serta uji validitas data kualitatif menggunakan teknik triangulasi.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Dr. Andi Fitri Rahmadany, M.S.IP., M.Tr.IP, telah berhasil mengungkap bahwa:

  1. Rendahnya adaptasi masyarakat terhadap pelayanan mobile government karena penyebab internal seperti kendala pada kompatibilitas perangkat dan integrasi aplikasi, rendahnya kualitas pelayanan dan SDM pengelola, rendahnya literasi digital masyarakat dan kepercayaan pada keamanan aplikasi. Kemudian, penyebab ekseternal karena tiadanya regulasi, rendahnya political will dan determinasi kepemimpinan, adanya stigma terhadap kualitas pelayanan dan minimnya kepercayaan masyarakat terhadap keamanan aplikasi, rendahnya kesadaran akan tanggung jawab sebagai warga negara dan masih nyaman dengan pelayanan konvensional, serta kurangnya sinergitas kemitraan dan keterlibatan swasta dalam mendukung layanan mobile government.
  2. Faktor pendukung dan penghambat adaptasi masyarakat terhadap teknologi pelayanan mobile government yaitu :
    1. Ekpektasi masyarakat terhadap kinerja teknologi pelayanan mobile government (dengan indikator dalam menghadirkan kemudahan akses layanan, kecepatan pelayanan, produktivitas dan kesempatan mendapatkan pelayanan lebih baik dari konvensional) didukung oleh aspek perangkat teknologi yang telah tersedia, dimana penetrasi dan kepemilikan perangkat mobile semakin massif. Sedangkan faktor penghambat bersumber dari aplikasi yang sering mengalami gangguan teknis dan kurang terintegrasi dengan server data base, serta rendahnya responsivitas SDM pengelola pelayanan yang kurang tanggap dalam memproses pelayanan.
    2. Ekpektasi usaha masyarakat terhadap teknologi pelayanan mobile government (dengan indikator sistem/teknologi yang mudah dipelajari, sistem/teknologi mudah dimengerti, sistem/teknologi mudah digunakan, dan sistem/teknologi  mudah untuk terampil dalam penggunaannya) didukung oleh aspek aplikasi pelayanan mobile government yang menyediakan petunjuk penggunaan dan bantuan teknis. Sedangkan faktor penghambat bersumber dari rendahnya literasi teknologi dan literasi kewarganegaraan masyarakat, serta minimnya sosialisasi dan edukasi yang dilakukan pemerintah untuk membuat masyarakat memahami penggunaan teknologi pelayanan mobile government.
    3. Pengaruh sosial masyarakat (dengan indikator melalui pihak-pihak yang memberikan pengaruh dan praktik mempengaruhi) dalam beradaptasi terhadap teknologi pelayanan mobile government, didukung oleh aspek tingginya penggunaan internet dan akses terhadap media sosial. Sedangkan faktor penghambat terdapat pada kurangnya peran pemerintah untuk mempengaruhi masyarakat, dan kurangnya partisipasi masyarakat untuk ikut mempengaruhi masyarakat lain agar mau menggunakan teknologi  pelayanan mobile government.
    4. Kondisi yang memfasilitasi adaptasi masyarakat terhadap teknologi pelayanan mobile government (dengan indikator kepemilikan sumber daya, kepemilikan pengetahuan pendukung, kompatibilitas teknologi, dan ketersediaan bantuan teknis) didukung aspek infrastruktur teknologi yang tersedia cukup memadai. Sedangkan kondisi memfasilitasi masyarakat terhambat oleh aspek kurangnya keandalan aplikasi yang sering mengalami gangguan teknis, rendahnya literasi teknologi dan litersi kewarganegaraan masyarakat.
  3. Model adaptasi teknologi yang sesuai adalah model yang mempertimbangkan karakteristik pelayanan publik dan sektor privat, serta dinamika kondisi dan situasi masyarakat di Kota Bandung adalah model Adaptasi Teknologi Pelayanan Mobile Government (ATPMG) yang dimodifikasi dari konsep UTAUT, terdiri dari dimensi ekpektasi kinerja (performance expectancy), ekpektasi usaha (effort expectancy), kondisi pemfasilitasi (facilitating condition), intervensi hegemonis (hegemonic intervention) motivasi untuk berpartisipasi (motivation to participate), dan ekspektasi integrasi (exectacy integration).

Konsep baru yang ditemukan dalam penelitian ini adalah pengembangan dan modifikasi model Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) dari Venkatesh. Pengembangan tersebut adalah model Adaptasi Pelayanan Mobile Gvernment (ATPMG) yang memfokuskan konsep baru pada enam dimensi yaitu ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha, kondisi pemfasilitasi, hegemoni intervensi, motivasi berpartisipasi dan ekpektasi integrasi. Model ATPMG dapat menjadi masukan dalam menganalisa adaptasi penggunaan teknologi pelayanan mobile government bagi masyarakat Kota Bandung.

Hasil penelitian ini diharapkan memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu pemerintahan, sekaligus sebagai salah satu referensi dalam memperkaya khasanah keilmuan dan sekaligus menjadikan rujukan studi bagi mahasiswa yang terkonsentrasi pada objek penelitian yang sama.

Hasil penelitian diharapkan dapat dijadikan masukan untuk menentukan ciri khas dan standar penyusunan Disertasi Ilmu Pemerintahan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri yang menonjolkan temuan penelitian dan konsep baru (teori baru) sebagai hasil yang distandarkan.Selain itu, hasil penelitian yang tersusun menjadi suatu konsep baru diharapkan dapat menjadi acuan studi oleh peneliti-peneliti lain yang terkonsentrasi pada objek penelitian yang sama namun berbeda sudut pandang dalam menganalisis objek penelitian tersebut.

Pesan promotor Prof. Dr. Tjahya Supriatna, SU   kepada Dr. Andi Fitri Rahmadany, M.S.IP., M.Tr.IP dengan prestasi studi ini, dan dengan ilmu yang sadara dapatkan selama mengikuti perkuliahan di Program Studi Ilmu Pemerintahan, kini saudari dihadapkan pada tantangan yang lebih besar dan sekaligus tuntutan profesi yang lebih berat. Artinya, langkah panjang saudari di dunia keilmuan untuk mendarmabaktikan ilmu pemerintahan tersebut bagi kepentingan masyarakat, bangsa dan negara. Kami berharap dan berpesan kepada saudari agar saudari dapat membuktikan segenap kemampuan profesional saudari di berbagai bidang, serta berperan aktif dalam pengembangan ilmu pemerintahan pada khususnya. Jauhkanlah rasa bangga yang berlebihan dan berujung pada kesombongan, gunakanlah ilmu padi yang semakin berisi akan semakin merunduk, jadilah insan profesional yang bertaqwa, berguna bagi masyarakat, bangsa dan negara.Kami keluaga besar Aspirasi Publik mengucapakan selamat atas prestasi  Dr. Andi Fitri Rahmadany, M.S.IP., M.Tr.IP .Sebagai Doktor Perempuan termuda diusia 28 tahun. (Oberlian Sinaga @JSRW)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *