Kehadiran Mobil Vaksinasi Keliling Tambah Capaian Vaksinasi Pelajar SMPN 290 Jakarta

Jakarta, aspirasipublik.com – Kehadiran Mobil Vaksinasi Keliling dari Yayasan Serviam menambah capaian vaksinasi di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 290 Jakarta. Capaian vaksinasi sekolah yang berlokasi di Jalan Rusun RT 02/RW 07, Kelurahan Marunda, Cilincing, Jakarta Utara kini telah menyentuh sembilan puluh persen dari total 549 pelajar.

Kepala Sekolah SMPN 290 Jakarta, Priyono mengatakan sebanyak 87 siswa mengikuti vaksinasi dosis pertama melalui Mobil Vaksinasi Keliling yang dihadirkan pemangku kepentingan (stakeholder) Yayasan Serviam, Kamis (12/8). Vaksinasi serupa akan kembali dihadirkan sebulan ke depan untuk melayani vaksinasi dosis pertama.

“Untuk hari ini ada 87 pelajar yang mengikuti vaksinasi melalui Mobil Vaksinasi Keliling. Vaksinasi digelar mulai pukul 08.00 sampai 11.30 WIB,” kata Priyono saat dikonfirmasi, Kamis (12/8).

Kehadiran Mobil Vaksinasi Keliling ini, dijelaskannya menambah capaian vaksinasi di sekolah yang dipimpinnya yang kini menyentuh angka Sembilan puluh persen atau sekitar 494 siswa.

Peserta vaksinasi kali ini merupakan pelajar yang sebelumnya tidak mengikuti sentra vaksinasi keliling yang telah digelar Puskesmas Kecamatan Cilincing di SMPN 290 Jakarta, Kamis (15/7) lalu.

“Jadi yang vaksin hari ini adalah pelajar yang belum mengikuti vaksinasi bulan lalu. Ada juga pelajar yang mengikuti vaksinasinya tidak di sini, melainkan di lingkungan rumah maupun tempat orang tuanya bekerja,” jelasnya.

Sosialisasi terus digencarkan kepada orang tua dan pelajar melalui kanal media sosial untuk turut menyukseskan program vaksinasi sebagai ikhtiar menciptakan kekebalan tubuh komunal (herd immunity) dalam pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Dipastikannya vaksinasi ini bukan salah satu syarat wajib bagi pelajar mengikuti sekolah tatap muka ke depannya.

“Pemahaman soal vaksinasi ini terus kami sosialisasikan kepada orang tua maupun pelajarnya itu sendiri. Saya berpesan agar mereka tidak mempercayai informasi hoax (bohong) soal vaksinasi karena manfaat vaksinasi sangat banyak ketimbang menciptakan kekebalan tubuh dari penyintas Covid-19,” tutupnya. (Eduardus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *