Dr. Amin Adab Bangun, M.Si., Ak. CA. Kepala Auditorat II B pada Auditorat Keuangan Negara II BPK RI Pusat, Raih Gelar Doktor Ilmu Pemerintahan ke 145

Jakarta, aspirasipublik.com – Semangat dan ketekunan Dr. Amin Adab Bangun, MSi., Ak. CA. Kepala Auditorat II B pada Auditorat Keuangan Negara II BPK RI Pusat dalam proses tahapan Ujian Pra Kualifikasi Khusus/Prelim, Pra kualifikasi doktor, ujian proposal disertasi, seminar hasil penelitian, yang dilanjutkan dengan ujian tertutup, Hingga hari ini tanggal 20 agustus 2021 merupakan hari yang bersejarah karena hari ini resmi menyandang gelar Doktor Ilmu pemerintahan yang ke 145 dengan predikat Sangat Memuaskan.

Pelaksanaan promosi sidang terbuka promosi Doktor yang dilakukan di gedung pasca sarjana IPDN cilandak, dengan tetap melakukan protokol kesehatan guna mencegah penularan covid -19 sesuai peraturan pemerintah.

Untuk promotor dan penguji ada yang hadir langsung dan ada yang melalui daring , Sidang yang dipimpin Direktur Pasca Sarjana  Prof. Dr. H. Wirman Syafri, M.Si mewakili atasnama  Rektor IPDN Dr. Hadi Prabowo.MM dan Didampingi Wakil Direktur Pasca sarjana       Prof. Dr. Muh. Ilham, M.Si. dan Dr. Ika Sartika, Mt; Serta Ketua  Prodi Pasca Sarjana Dr. Mansyur Achmad, M.Si. Sekaligus sebagai penguji .

Tim Promotor yang terdiri atas: Prof. Dr. H. Ermaya Suradinata, SH, MH, MS. (Hadir langsung)., Dr. Musa Yosef, SIP, MAK. (Melalui Daring)., Dr. Irawan, SE, MM. (Hadir Langsung) .penelaah/penguji yang terdiri atas: Dr. Hadi Prabowo, MM; (Rektor IPDN)., Prof. Dr. H. Wirman Syafri, M.Si; (Dir Pasca Hadir langsung memimpin jalannya sidang terbuka mewakili atasnama Rektor IPDN)., Prof. Dr. Sadu Wasistiono, MA;(Melalui Daring)., Prof. Dr. Tjahya Supriatna, SU;(Melalui Daring)., Prof. Dr. Muh.Ilham, M.Si; (Hadir Langsung )., Dr. Mansyur Achmad, M.Si. (Hadir Langsung)., Dr. Ika Sartika, MT; (Hadir langsung wakil Direktur pasca bidang Administrasi).,  Dr. Etin Indrayani, Mt. (Melalui Daring)

Riwayat singkat Dr. Amin Adab Bangun, MSi., Ak. CA. dilahirkan di Berastagi, Kabupaten Karo Sumatera Utara tanggal 10 Juli 1969, merupakan putra dari pasangan pensiunan guru SMP dan SD, yaitu Ngoge Bangun (Alm) dan Maria Br. Sembiring. Dr. Amin Adab Bangun, MSi., Ak. CA. menikah dengan Sanpriska Br Ginting. A.Md. dan telah dikarunia 2 orang putera.

Pendidikan formal tingkat Sekolah Dasar, SMP dan SMA diselesaikan di Kabupaten Karo, sedangkan untuk Pendidikan Sarjana diselesaikan di Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi Universitas Sumatera Utara di Medan dan lulus tahun 1996. Setelah bekerja selama 5 tahun di BPK RI, tahun 2004, berkesempatan mengenyam pendidikan S-2 pada Program Pasca Sarjana Jurusan Ilmu Ekonomi Universitas Gajah Mada Yogyakarta dalam program beasiswa tugas belajar dan lulus pada akhir tahun 2005.

Karir sebagai PNS dimulai sejak tahun 1998 sebagai Auditor Ahli Pratama pada BPK RI, dan setelah menjalani pengabdian di beberapa daerah selama 21 tahun, saat ini dipercaya menduduki jabatan setingkat Eselon II sebagai Kepala Auditorat II B pada Auditorat Keuangan Negara II BPK RI Pusat yang bertanggungjawab atas pemeriksaan pada Kementerian Keuangan.

Disertasi Dr. Amin Adab Bangun, MSi., Ak. CA.  yang berjudul ”Pengaruh Pengawasan, Kepemimpinan dan Kompetensi Aparatur terhadap Efektivitas Pengelolaan Aset pada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara” secara konseptual bersumber dari fenomena pengelolaan aset negara dan daerah yang belum optimal, yang ditunjukkan dengan banyaknya permasalahan terkait aset daerah yang mengemuka di masyarakat bahkan dalam upaya penyelesaiannya sampai ke ranah hukum. Permasalaha terkait aset daerah sebagian besar bersumber dari penatausahaan yang tidak efektif dalam aspek bukti kepemilikan, pemanfaatan aset daerah yang idle dengan pihak ketiga, pinjam pakai aset daerah, kerja sama operasional, tukar guling (ruislaag) dan kurangnya akuntabilitas pencatatan serta keberadaan/kehilangan aset daerah. Permasalahan pengelolaan aset daerah yang belum efektif juga tergambar dari hasil pemeriksaan BPK RI dimana sebagian opini BPK selain WTP pada LKPD disebabkan permasalahan yang signifikan pada akun aset.

Strategi pengelolaan aset daerah yang efektif tetap menjadi hal yang penting untuk dikembangkan karena aset tetap daerah merupakan sumber daya terbesar yang dimiliki oleh daerah, dan akan terus meningkat karena adanya tambahan aset dari realisasi Belanja Modal APBD dan APBN setiap tahunnya, serta dari sumber sah lainnya. Peningkatan jumlah aset daerah secara terus menerus tanpa dikendalikan dengan sistem dan strategi yang tepat akan menimbulkan potensi penyalahgunaan aset daerah serta pemanfaatan aset yang tidak mensejahterakan rakyat. Jumlah aset daerah yang semakin besar tersebut hanya dapat dikelola secara efektif jika pemimpin melalui kebijakannya menerapkan strategi yang tepat didukung dengan mekanisme pengawasan dan aparatur yang kompeten.

Desain penelitian dibentuk berdasarkan metode ilmiah serta sesuai dengan metode penelitian yang dipilih. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian campuran (mixed method) yang menggabungkan antara pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan karakteristik permasalahan, penelitian dilakukan dengan pendekatan The Explanatory Sequantial Design, yaitu model penelitian yang diawali dengan pengumpulan data kuantitatif kemudian  dilanjutkan dengan pengumpulan data kualitatif untuk membantu menjelaskan dan menguraikan hasil yang diperoleh dengan pengolahan data kuantitatif. Untuk mengukur besarnya pengaruh variabel pengawasan, kepemimpinan, dan kompetensi aparatur terhadap efektivitas pengelolaan aset dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan alat analisis SEM (Structural Equation Models), selanjutnya untuk menemukan model strategi untuk mencapai efektivitas pengelolaan aset yang optimal dilakukan pendekatan kualitatif dengan alat analisis ASOCA (Ability, Strength, Opportunities, Culture, dan Agility).

Data sekunder didapatkan melalui studi kepustakaan atas publikasi dan laporan-laporan terkait pengelolaan asset daerah, sedangkan data primer melalui kuisioner yang dibagikan kepada pengelola asset daerah dan observasi dalam rangka mamahami subyek dan obyek penelitian.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Dr. Amin Adab Bangun, MSi., Ak. CA., telah berhasil mengungkap bahwa:

1.Kepemimpinan berpengaruh secara signifikan terhadap Pengawasan dan Pengawasan tersebut berpengaruh terhadap Efektivitas Pengelolaan Aset. Namun Kepemimpinan tersebut tidak memberikan pengaruh secara langsung kepada Efektivitas Pengelolaan Aset melainkan berpengaruh melalui Pengawasan.

2. Kompetensi Aparatur berpengaruh secara langsung terhadap Efektivitas Pengelolaan Aset namun tidak berpengaruh terhadap Hal ini menunjukkan bahwa kempetensi aparatur yang terlibat dalam pengelolaan aset daerah berpengaruh terhadap efektivitas pengelolaan aset, namun aparatur yang kompeten saja tidak cukup untuk melaksanakan pengawasan yang efektif, dibutuhkan kepemimpinan yang kuat untuk memberdayakan aparatur tersebut untuk mengoptimalkan pengawasan.

3. Hasil Uji Confirmatory Factor Analysis (CFA) mengungkapkan bahwa:

a. Pengawasan dapat optimal melaui tindakan pembandingan dimana hasil pembandingan merupakan dasar bagi tindakan perbaikan.

b. Kepemimpinan akan optimal jika Perilaku Kepemimpinan Memprakarsai struktur (initiating structure) yang mengutamakan struktur pada tata kelola dan penyelesaian tugas yang menyangkut aset. Perilaku kepemimpinan initiating structure sering disebut task orientation leader karena memfokuskan kepemimpinan pada struktur organisasi dan standard operating procedure (SOP).

c. Kompetensi Aparatur dapat dioptimalkan dengan menambah Kompetensi Teknis melalui pelaksanaan Pelatihan teknis fungsional mengenai tata kelola asset.

e. Efektivitas Pengelolaan Aset dapat dioptimalkan dengan meningkatkan Akuntabilitas hukum dan kejujuran yaitu aset harus dilaporkan secara jujur baik keberadaan aset maupun kondisi aset.

4. Analisis ASOCA mengungkap strategi untuk optimalisasi Pengelolaan Aset Daerah, antara lain:

a. Kepala Daerah mengangkat Kepala OPD yang mempunyai perilaku initiating structure dan wawasan kebangsaan yang luas dalam mengelola aset. Dengan pengetahuan wawasan kebangsaan yang luas, pengelolaan aset digunakan untuk mendorong akuntabilitas hukum dan kejujuran dalam bentuk pelaporan aset secara jujur baik keberadaan aset maupun kondisi asset.

b. Pimpinan pengelolaan aset harus mengembangkan SOP dalam pengelolaan aset daerah. Pemimpin yang mempunyai prilaku initiating structure diharapkan dapat merancang SOP yang dapat digunakan oleh Kepala OPD tersebut sebagai alat untuk membandingkan realisasi dengan rencananya sehingga dapat dilakukan langkah perbaikan proses pengelolaan aset daerah.

c. Pembandingan standar dengan realisasi kerja dalam pengelolaan aset perlu dilakukan secara berkala sekaligus menentukan langkah perbaikan yang perlu dilakukan serta sebagai dasar pemberian reward and punishment.

d. Kepala OPD harus mengomunikasikan penyimpangan standar dan realisasi kepada pelaksana pengelolaan aset sehingga pengelola dapat mengetahui langkah perbaikan yang perlu dilakukan.

e. Pemimpin harus cerdas dalam mengarahkan bentuk dan substansi pelatihan teknis (workshop) yang diberikan kepada pengelola aset daerah, sehingga memberikan kontribusi yang nyata dalam efektivitas pengelolaan aset. Pelatihan teknis pengembangan SOP juga perlu diberikan kepada pengelola mengingat proses pengelolaan aset tetap akan terus berkembang.

Konsep baru yang bisa diambil dari hasil penelitian ini adalah adanya pengaruh langsung variabel kompetensi aparatur terhadap efektivitas pengelolaan aset sedangkan kepemimpinan memberikan pengaruh apabila dilakukan pengawasan sebagai sarana untuk pembandingan dan perbaikan masalah terkait pengelolaan aset. Hal tersebut menunjukkan bahwa apabila pemerintah daerah kekurangan aparatur yang kompeten dalam pengelolaan aset, maka pemimpin dapat memilih antara penguatan kompetensi pada APIP dalam pelaksanaan pengawasan atau pada unit pengelolaan aset di BKAD. Kondisi keharusan memilih antara penguatan pengawasan atau peningkatan kompetensi aparatur tersebut dikenal dengan trade-off antara optimalisasi pengawasan atau kompetensi aparatur pengelola aset, yang peneliti sebut dengan “Bangun’s Control and Competency Trade-Off Model” atau “Bangun’s Coco Trem”. Model tersebut menunjukkan bahwa walaupun pemimpin memilih antara mengorbankan optimalisasi pada aspek pengawasan atau peningkatan kompetensi, maka efektivitas pengelolaan aset secara signifikan tidak akan berubah. Hal tersebut dikarenakan instrumen standardized procedures (SOP), records, dan reports sebagai input bagi efektivitas pengelolaan aset daerah tetap muncul sebagai efek perilaku kepemimpinan initiating structure yang didukung dengan penerapan langkah strategis yang tepat.

Nasehat Akademik yang disampaikan oleh Ketua Promotor        Prof. Dr. H. Ermaya Suradinata, SH, MH, MS kepada Dr. Amin Adab Bangun, MSi., Ak. CA. dengan prestasi studi ini, dan dengan ilmu yang saudara dapatkan selama mengikuti perkuliahan di Program Studi Ilmu Pemerintahan, kini saudara dihadapkan pada tantangan yang lebih besar dan sekaligus tuntutan profesi yang lebih berat. Artinya, langkah panjang saudara di dunia keilmuan untuk mendarmabaktikan ilmu pemerintahan tersebut bagi kepentingan masyarakat, bangsa dan negara. Kami berharap dan berpesan kepada saudara agar dapat membuktikan segenap kemampuan profesional saudara di berbagai bidang, serta berperan aktif dalam pengembangan ilmu pemerintahan pada khususnya. Jauhkanlah rasa bangga yang berlebihan dan berujung pada kesombongan, gunakanlah ilmu padi yang semakin berisi akan semakin merunduk, jadilah insan profesional yang bertaqwa, berguna bagi masyarakat, bangsa dan negara. (Oberlian Sinaga & JSRW)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *