Cegah Klaster Baru, Tes Usap PCR Sisir Sekolah PTM di Jakarta Utara

Jakarta, aspirasipublik.com – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara akan memfasilitasi sekolah yang tengah melangsungkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas dengan tes usap Polymerase Chain Reaction (Swab PCR). Hal ini dilakukan dalam upaya mencegah terjadinya klaster baru penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di lingkungan sekolah.

Wakil Walikota Kota Administrasi Jakarta Utara, Juaini tak memungkiri jika nantinya terjadi penyebaran Covid-19 ditengah pelaksanaan PTM Terbatas di sekolah lantaran adanya aktivitas baik antar pengurus sekolah, guru, maupun pelajar. Untuk itu selain menerapkan protokol kesehatan ketat, tes usap PCR dirasa perlu dilakukan sebagai upaya pencegahan Covid-19 agar tidak menimbulkan klaster baru.

“Upaya-upaya pencegahan penyebaran Covid-19 harus tetap diutamakan demi keselamatan pengurus sekolah, guru, dan anak didik kita,” kata Juaini, saat ditemui di Ruang Pola, kantor Walikota Administrasi Jakarta Utara, Kamis (30/9).

Secara teknis, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Utara, Arif Wahyudi menerangkan tes usap PCR akan dilangsungkan secara acak dan berkesinambungan di sekolah yang menggelar PTM Terbatas.

Tes ini dilaksanakan oleh setiap Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan sesuai dengan lokasi sekolah tersebut.

“Dalam pengendalian Covid-19, selain kita menerapkan protokol kesehatan juga tetap melaksanakan 3T (Testing, Tracing dan Treatment). Untuk testing ini sendiri atau ACF (Active Case Finding) kami lakukan guna mendeteksi sejak dini apakah di sekolah itu ada potensi penularan Covid-19,” jelasnya.

Terkait dengan vaksinasi usia remaja (12 tahun sampai 18 tahun) ber-KTP DKI, dipastikannya sebanyak 126.299 orang telah divaksinasi dosis pertama dari target 168.385 orang. Sedangkan untuk dosis kedua, vaksinasi remaja dosis kedua telah diikuti 97.985 orang.

“Vaksinasi ini tidak untuk seseorang kebal terhadap Covid-19, tapi agar tidak berat jika terpapar. Untuk itu kami tetap melaksanakan tes swab PCR untuk mengetahui siapa yang terpapar dan tidak menyebar Kembali,” tutupnya. (EDUARDUS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *