August 13, 2022

Sambut 2022, Sekda NTB Sampaikan Beragam Prestasi NTB Gemilang

5 min read

Mataram, aspirasipublik.com – Selama tahun 2021, banyak prestasi yang diraih Pemerintah Provinsi NTB. Tidak hanya itu, capian program unggulan juga terus menunjukan progres yang baik. Sehingga hal ini dapat menjadi modal untuk terus menggesa berbagai capian lain di tahun 2022 mendatang.

Hal tersebut disampaikan Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, yang diwakili Sekda Drs. H. Lalu Gita Ariadi, saat menghadiri dan menjadi narasumber pada acara dialog dalam membahas capaian program kerja selama tahun 2021 dan memberikan optimisme dalam menyambut tahun 2022, Rabu (29/12/2021) di Studio II TVRI NTB.

“Memaparkan prestasi dan capian ini penting, sebagai momentum untuk evaluasi dan menggenjot berbagai program kedepan, agar kita dapat optimis menyambut tahun 2022, dengan capian yang lebih baik lagi,” kata Miq Gite sapaan akrab Sekda.

Menurutnya, ditengah keterbatasan dan berbagai cobaan, seperti musibah gempa dan Covid-19, yang melanda NTB, sejak Gubernur Zul dan Ummi Rohmi dilantik tahun 2018 lalu, justru NTB meraih dan mengukir banyak prestasi.

Diantaranya, peringkat 3 Nasional Provinsi Informatif pada Keterbukaan Informasi Publik 2021. Meraih Harmony Award dari Kementerian Agama, NTB juga memperoleh Capai Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) 10x Berturut-Turut dari BPK RI.

Tidak berhenti disitu, Pemprov NTB meraih BKN Award 2021 dan yang terbaru, Pemprov NTB raih Pemda Terinovatif 2021 oleh Kemendagri RI dan diterima langsung oleh Gubernur NTB.

Selain itu juga keberhasilan NTB yang mampu menanggulangi Covid, dari sektor kesehatan dan ekonomi, sangat diapresiasi oleh Pemerintah Pusat.

Misi NTB Gemilang dengan Program Unggulan Terus Bergeliat

Perlahan tapi pasti, Misi NTB Gemilang dengan berbagai program unggulan terus bergeliat, Dibeberapa sektor bahkan menunjukan hasil yang signifikan.

Pada indeks resiko bencana pada tahun 2018-2020 mengalami penurunan. Hal ini juga ditandai dengan  berkurangnya daerah yang termasuk kategori tinggi dari 5 daerah menjadi 3 daerah yaitu Lobar, Loteng dan  Sumbawa.

Langkah yang ditempuh, membentuk 80  Sekolah/Madrasah  Aman Bencana, membentuk  199 (Desa/Kelurahan Tangguh Bencana (DESTANA), mengembangkan  aplikasi SIAGA sebagai  Sistem Informasi  Kebencanaan, Membentuk Forum  Pengurangan Risiko  Bencana (FPRB), menyusun Rencana  Kontinjensi  Penanggulangan  Bencana dan penyusunan Dokumen  Kajian Risiko Bencana.

Sedangkan pengembangan infrastruktur dan konektivitas di NTB, Hingga tahun 2020 Kemantapan jalan mengalami peningkatan maupun pembangunan sepanjang 60,425 km. Konektivitas penambahan 11 rute baru, 4 Rute sektor laut,7 Rute sektor darat. Infrastruktur SDA, seperti rehab/peningkatan Jaringan pada 26 Daerah Irigasi (DI) Provinsi dengan panjang ± 33.406 meter, rehab Jaringan Irigasi desa pada 210 lokasi/desa, bangun/rehab 704 embung.

Dalam meningkatkan Keterbukaan Informasi Publik. Aplikasi NTB CARE sebagai pengaduan masyarakat, hingga menerima 1.042 aduan yang telah ditindaklanjuti sebanyak 498 aduan (57%). Aplikasi SIAGA, Tangguh bencana  laporkan bencana, info cuaca, info bencana,  peta lokasi penting, berita, edukasi bencana merupakan portal inovasi saat pandemi. Seperti laporan kasus harian, ketersediaan Bed Rumah Sakit,  oksigen dan call center 24 jam.

Sedangkan revitalisasi Posyandu keluarga, hingga terus meningkat, dari tahun 2019 dan 2020 ada 1.050, kemudian melonjak pesat pada tahun 2021 sebanyak 7.581 posyandu keluarga.

Program beasiswa 1000 cendikia, menunjukan progress yang bagus juga. Tahun 2018-2021, terus meningkatkan kemampuan berbahasa  asing masyarakat NTB yang nantinya akan  dibutuhkan untuk mengembangkan potensi  diri baik dalam dunia Pendidikan, Ekonomi,  Sosial, dan Professional.

Hingga tahun 2021  Pemprov NTB telah mengirim banyak mahasiswa untuk kuliah diberbagai kampus ternama di luar negeri. Hingga tahun 2021 ada 595 awardee yang telah kuliah diluar negeri. Baik di Asia, Eropa, dan berbagai belahan dunia lainnya.

Sedangkan, untuk lingkungan, Pemprov. NTB merehabilitasi lahan dan perhutanan sosial. Pada tahun 2021, kegiatan rehabilitasi lahan ada 4.550 Ha Luar Kawasan hutan dan 4.550 Ha Dalam Kawasan hutan. Upaya yang dilakukan dengan pembibitan sebanyak 331.000 Bibit, Pembangunan Guilty Plug sebanyak 270 Unit, pembangunan dam penahan ada 6 Unit. Sehingga perhutanan sosial mencapai 18 %, dengan target 319.000 Ha dan realisasi 70.357,77 Ha, Dalam Kawasan hutan.

Pengurangan dan penanganan sampah di NTB, terus menunjukan hasil. Pengurangan sampah mampu mencapai  7,19 persen. Ini berkat terbentuknya 372 unit bank sampah, 100 unit sumur biopori, lubang biopori 574 unit, 26 unit TPS3R, pengelolaan SRT 1 unit, BSF Mandiri 11 unit, pengeloaan SRT 1 unit, sekolah adiwiyata 1 unit.

Kemudian pada sector ekonomi kemasyarakatan, pertumbuhan UMKM di NTB terus mengalami kemajuan. Pada tahun 2019 tumbuh 48.091 UMKM, pada 2020 48.091, namun tahun 2021 UMKM/IKM di NTB melonjak hingga 103.284 UMKM. Tidak hanya itu dari hulu hingga hilirisasi juga disiapkan Pemprov NTB. Adanya NTB MALL sebagai marketplace produk lokal mampu memperluas pemasaran produk IKM dan UMKM lokal melalui digital marketing. Hal ini penting dilakukan untuk menjawab tantangan di masa pandemi Covid-19. Bahkan Per November 2021, Omset NTB Mall telah mencapai Rp 2.795 Miliar.

Hingga Desember 2021 NTB Mall Telah melibatkan 3.020 UMKM Di NTB dengan lebih  dari 4.450 produk. Melakukan ekspor produk ke Taiwan dan Eropa.  Sedang dalam progress ekspor ke Timur Tengah dan Amerika. Jumlah UKM/IKM yang terlibat dalam JPS Gemilang tahap 3, ada 4. 673 IKM/UKM yang tumbuh dan muncul ditengah kelesuan ekonomi, akibat pandemi. Misalnya, UMKM/IKM Beras ada 139, Garam 10, Ikan Kering 95, Minyak Kelapa 67, Abon 102, Gula Aren 17, Susu Kedalai 138, Kopi 147, The Kelor 35, Serbat Jahe 22, Dedungki 1021, Masker 84, Sabun 18, Kue Kering 546, Goodybag vinyl 1921, dan UMKM/IKM Kemasan Kertas sebanyak 311 buah.

Tidak sampai disitu, Pemprov. NTB juga memberikan stimulus ekonomi  berupa mesin buatan local, dengan memberdayakan IKM , untuk memproduksi mesin yang dapat meningkatkan kapasitas usaha dan produknya.

Sedangkan Sekolah Perjumpaaan, Desa Bersinar dan Bale Mediasi, dalam 3 tahun terakhir mengalami kemajuan. Capaian pembangunan sebagai ukuran keberhasilan dapat dilihat dari menurunnya indeks kriminalitas dan indeks pemberdayaan gender serta meningkatnya persentase partisipasi politik dan penurunan konflik sosial di NTB.

Keberhasilan ini juga ditunjang oleh beberapa program unggulan antara lain, Sekolah Perjumpaan telah terbentuk 60 komunitas. Komunitas sekolah perjumpaan yang terbentuk  dalam rangka pendidikan karakter menjadi  sarana dalam perkumpulan remaja, pemuka  masyarakat dan warga pada umumnya untuk  membahas dan menyelesaiakan permasalah  yang timbul dalam kehidupan bermasyarakat.

Program Desa Bersinar ada 14 desa/kelurahan  Bersinar (Bersih Narkoba) merupakan salah satu  upaya pencegahan dan penanganan penyalahgunaan  narkoba di Desa yang dikelola secara mandiri oleh  Pemerintah Desa bersama dengan masyarakat Desa,  dengan tujuan meningkatkan pendampingan masyarakat  serta meningkatkan SDM dan koordinasi para pemangku  kebijakan. Bale mediasi , terbentuk 1.162 unit,  sebagai wadah untuk menyelesaikan  berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat tanpa  harus berakhir di pengadilan.Penyelesaian konflik  dengan cara mediasi atau mengedepankan  musyawarah. Masyarakat yang mampu menyelesaikan  persoalan sendiri juga ikut merawat ketertiban dan  keamanan masing masing tanpa harus menggunakan  instrument hukum yang lebih tinggi.

“Kedepan, program yang masih belum maksimal, akan terus ditindak lanjuti agar dapat mencapai tujuan sesuai rencana,” tambah pria kelahiran Lombok Tengah ini.

Realisasi berbagai program unggulan terus bergeliat. Program Industrialisasi NTB yang menjadikan potensi daerah bernilai tambah, mampu berbicara banyak di daerah. “Setelah meresmikan IKM Teh Kelor, Bapak Gubernur juga meresmikan rumah produksi dan kemasan, seperti produk local Ayam Taliwang, Sate Rembige, Ayam Rarang dan olahan pangan lainnya. Bahkan kuliner ini dapat bertahan hingga 6 bulan-1 tahun sebagai oleh-oleh.

Menghadapi event MotoGP Maret 2022 dan berbagai event Nasional bahkan Internasional, NTB sudah siap. Gelaran WSBK tahun 2021 menjadi bukti mampu dan siap hadapi MotoGP. Tidak terlepas dari gelaran ini, tentu membawa dampak positif untuk masyarakat NTB. Peran UMKM terlibat. (Reza R. Watimena)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.