May 19, 2022

Momentum Peringatan 40 Hari Wafatnya Drs. H. Yunus, SH Berjalan Baik dan Lancar, Hendaknya Menjadi Makhluk Dicintai Allah

1 min read

Jakarta, aspirasipublik.com – Hidup manusia di dunia ini ibarat uap yang sebentar ada lalu lenyap begitu saja. Selama hidup hendaknya menjadi manusia yang terbaik melakukan amal sholeh dan dicintai oleh Allah. Sebab, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.

Pada momentum “Peringatan 40 Hari Wafatnya Drs. H. Yunus, SH” yang diselenggarakan secara daring dan luring, ceramah tausiyah disampaikan oleh Prof. Dr. H. Ahmad Thib Raya, M.A dan pembacaan ayat suci Al-Quran dipimpin oleh Ust. Ikhsan di Taman Meruya Ilir, Jakarta Barat, Kamis, 20/01/2022.

Ahmad Thib menyampaikan bahwa kematian adalah sebuah keniscayaan dan kepastian. Setiap jiwa yang hidup mengalami kematian dan ajal menjemputnya.

“Kehidupan di dunia adalah ujian. Yang paling banyak amalnya mendapatkan kedudukan yang tinggi dihadapan Allah SWT dan rasul-Nya” ujar Ahmad Thib.

Karena kehidupan adalah ujian, hendaknya yang dikaruniakan umur panjang diisi dengan amal-amal sholeh.

Harta, jabatan, kedudukan tinggi juga ujian manusia. Hendaknya manusia mengabdi dan beribadah melakukan amal sholeh.

Ketika manusia meninggal dunia, maka terputus sudah amal jariahnya kecuali tiga perkara yakni: sedekah jariyah, ilmu bermanfaat dan doa anak yang sholeh.

Sementara, Dr. Hj. Tintin Surtini, SH., MH., MKn istri almarhum menyatakan keteladanan yang diajarkan akan terus dilakukan sebagai amanah. Kedua cucu almarhum Rafi Athaya Hadi dan Nabila Syafiqa Hadi turut menyampaikan kata sambutan. Mereka menyampaikan sangat kehilangan kakeknya dan kakeknya mereka sudah anggap seperti ayah sendiri. Sebab, sejak kecil Rafi dan Nabila diasuh oleh kakeknya. (EZL)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.