September 27, 2022

Anies Baswedan Maju Capres Dinilai Dilematis, Begini Pendapat Pengamat Politik dan Budaya

3 min read

Foto: David Darmawan Pengamat Politik dan Budaya

Jakarta, aspirasipublik.com – Anies Baswedan eks Menteri Pendidikan dan Budaya (Mendikbud) menjelang pemilihan umum (Pemilu) 2024 mendatang, dinilai banyak dilema, untuk maju calon Presiden (Capres) 2024

Oleh karenanya, sang pengamat Politik dan Budaya (PolBud), David Darmawan yang cukup lebih dikenal sebagai Ketua umum organisasi kemasyarakatan Betawi Bangkit (Betawi B@nkit) yang juga Pendiri Perusahaan CEO PT. Socentix, mencoba untuk mengurai kondisi yang ada sesuai dengan apa yang terjadi dan kemungkinan yang akan terjadi.

“Bila melihat elektabilitas nya baik di media begitu juga di lembaga survey nama Anies cukup tenar,” pungkas David pria berdarah betawi yang mengecap pendidikan dari luar negeri Eropa dan AS, Jakarta, rabu,(11/5/2022).

Sebab, lanjut tokoh yang juga Pendiri dan Dirut PT Agraris Betawi Global ini juga menerangkan, bahwa pencapresan Anies menurutnya mengalami dilema, diantaranya seperti, partai apa yang akan smengusung sebab aturan tentang syarat ketentuan ambang batas pencalonan presiden (Presidential Threshold/PT 20%).

Namun ia pun meyakini bahwa Anies Baswedan sang Gubernur DKI Jakarta ini paham betul perihal ini, begitu juga mengenai saingan bertarung merebut kursi Presiden RI 2024-2029, yang mana para saingan nya cukup sangat berat.

Apalagi bila yang maju saingan kandidat nya tersebut seperti, Ketum Partai Gerindra, Prabowo dan Jokowi seperti yang sudah viral di berbagai media di deklarasikan relawan Sekber mendukung pasangan tersebut agar maju Capres dan Cawapres.

Dalam hal ini saja sudah salah satu opsi yang dilema, dan katanya juga, Apakah Anies Baswedan akan nekat untuk maju Capres, bila kondisi tandingan nya seperti itu.

“Hal ini beda dengan era Pilpres yang dialami oleh Pakde Jokowi 2014 lalu, yang mana beliau kala itu status cuti Gubernur DKI Jakarta, bila pun tidak menang beliau akan tetap menjadi gubernur kembali, karena cuti” ungkapnya.

Intinya, jelas dia lagi menambahkan, bahwa lawan bertarung nya dinilai tokoh-tokoh yang kuat dan hebat dan perihal ini dia anggap wajarlah sangat berat dan dilematis bagi Anies Rasyid Baswedan bila maju menjadi Calon Presiden, meskipun mendapatkan dukungan partai pengusung dan memenuhi syarat PT 20%

“Kuatir nya lagi, Presiden tidak jadi, gubernur apalagi, karena tidak mungkin mencalonkan dua posisi sekaligus. Yah, kalau saya rasa sih cukup banyak harus dipertimbangkan pak Anies untuk capres. Beliau juga saya rasa paham itu, semoga langkah yang tepat dan terbaik yang di jalankan beliau, jangan terlena dengan dorongan para fans, relawan pendukung nya yang tidak cermat membaca secara seksama, kudu ada hitung-hitungan nya yang pasti” paparnya.

Lalu smbungnya juga menjelaskan, bila membandingkan Anies Baswedan dengan tokoh-tokoh yang diusung akan maju bakal Capres, menurutnya posisi Anies sungguh dilematis.

“Karena bila beliau maju Cagub lagi untuk menjabat dua periode seperti nya cukup potensi bahkan bisa 90% menang sebab sang Petahana, tapi kalau untuk pilpres yang dipilih seluruh masyarakat Indonesia, berapa besar kemampuan suara yang bisa di raih, soalnya perihal Pilpres sudah jelas harus menarik simpati seluruh rakyat Indonesia yang memilih bukan DKI Jakarta saja,” terangnya.

Dia juga membandingkan dengan tokoh lainnya, seperti hal nya bila dibandingkan dengan Ganjar Pranowo Gubernur Jawa tengah, yang sudah digadang-gadang pendukung dan relawan nya agar maju Capres dan juga perlu diingat status nya sudah menjabat dua periode sebagai Gubernur Jawa tengah dan tidak bisa lagi maju untuk Cagub.

Begitu juga bila dibandingkan seperti dengan Menteri BUMN Erick Tohir, atau pun Menteri kordinator ekonomi Airlangga Hartarto, Moeldoko Kepala Staf Presiden(KSP) dan tokoh-tokoh bakal Capres lainnya. “Kalau saya sih dalam hal ini ada rumus yang saya yakini bahkan bisa membantu membuat beliau bahkan bisa berpotensi meraih kursi presiden maupun Wapres, baik dalam hal mengenai untuk dipinang partai-partai dan juga mengenai layaknya berpasangan dengan siapa dan lainnya, karena politik adalah strategi mensiasati untuk mensejahterakan dan mencerdaskan kehidupan anak bangsa, namun semua itu ada jalan dan rumusan nya,” tutup sang Pemerhati Polbud ini mengakhiri penjelasannya. (Bar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.