June 25, 2022

Dr. Purnomo, AP., M.Si. ASN Pertama dari Kabupaten Administrasi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Kepulauan Seribu Raih Gelar Doktor Ilmu Pemerintahan ke 169 dengan Predikat Sangat Memuaskan

6 min read

Jakarta, aspirasipublik.com – Pada hari ini rabu, tanggal 18 Mei 2022 bertempat di Kampus IPDN Cilandak Jakarta selatan Dr. Purnomo, AP., M.Si. ASN Pertama dari Kabupaten Administrasi Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Kepulauan Seribu Raih Gelar Doktor Ilmu Pemerintahan ke 169 dengan predikat Sangat Memuaskan  dengan judul Disertasi “Pemberdayaan Masyarakat Nelayan Berbasis Kearifan Lokal Oleh Perangkat Daerah di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu Provinsi DKI Jakarta”. Ujian Promosi yang dilakukan selama 3 jam dari jam 09.00 sampai jam 12.00 Dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan pelaksanaan sidang dipimpin, oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Hyronimus Rowa, M.Si.didampingi Direktur Pasca Sarjana Prof. Dr. H. Wirman Syafri, M.Si.  mewakili atas nama rektor (IPDN) Dr. Hadi Prabowo, MM. Penguji dan promotor ada yang hadir langsung dan melalui Daring dan Tim Promotor yang terdiri atas :1. Prof. Dr. Dahyar Daraba, M.Si. (Promotor) Hadir langsung., 2. Dr. Irwan Tahir, AP., M.Si. (Co-Promotor) Hadir langsung.,3. Dr. Mansyur Achmad, M.Si. (Co-Promotor) Kaprodi pasca sarjana hadir langsung sekaligus membacakan pertanggungjawaban akademik.

Penelaah dan Penguji yang terdiri atas :1. Dr. Hadi Prabowo, MM. (Rektor IPDN)., 2. Prof. Dr. H. Wirman Syafri, M.Si. (Direktur Pasca Sarjana IPDN) hadir langsung., 3. Prof. Dr. Muh. Ilham, M.Si. melalui daring 4. Prof. Dr. Tjahya Supriatna, SU., hadir langsung 5. Prof. Dr. Sadu Wasistiono, M.Si., melalui daring 6. Prof. Dr. Mohammad Mulayadi, A.P., M.Si. (Eksternal)., hadir langsung 7. Dr. Hyronimus Rowa, M.Si. (Wakil Rektor Bidang Akademik memimpin jalannya sidang)., 8. Dr. Halilul Khairi, M.Si. melalui daring

Riwayat singkat Dr. Purnomo, AP., M.Si.. dilahirkan di Desa Kabat, Kecamatan Kabat Kabupaten Banyuwangi 23 Juni 1976 anak Kedua dari 4 (empat) bersaudara, Ayah, Drs. H. Masduki dan Ibu, Hj Safiyah. Promovendus, suami dari Ira Rachmawati, S.A.P  dan dikaruniai 2 orang putra/putri :1,Zaki Humam Akrom., 2.Arina Farosa Rachma.

Pendidikan Dr. Purnomo, AP., M.Si : SD Negeri Kabat III Tahun 1988, SMP Negeri Kabat, Tahun 1991 dan SMA Negeri 2 Banyuwangi, Tahun 1994. Melanjutkan pendidikan Diploma IV setingkat Starata 1 pada Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN), Tahun 1998 dan menyelesaikan S2 Magister Perencanaan dan Kebijakan Publik Universitas Indonesia, Tahun 2003.

Pengalaman bekerja di Pemerintahan dimulai sejak September 1998 di Kotamadya Jakarta Utara sebagai Staf Bagian Kepegawaian, pindah tugas ke Kantor Camat Cilincing staf Seksi Pemerintahan sampai Desember 1999, pindah tugas sebagai stag khusus Sekodya Jakarta Utara sampai Tahun 2001, Promosi Sekretaris Kelurahan Kebon Bawang, Wakil Lurah Kebon Bawan sampai Tahun 2007, Promosi Lurah Pademangan Barat Kecamatan Pademangan Kota Administrasi Jakarta Utara sampai Tahun 2011, pindah tugas Lurah Cilincing Kecamatan Cilincing sampai tahun 2013, pindah tugas Lurah Kapuk Muara Kecamatan Penjaringan Kota Adminstrasi Jakarta Utara sampai Tahun 2014, pindah tugas Lurah Pluit Kecamatan Penjaringan Kota Administrasi Jakarta Utara sampai dengan Tahun 2016. Promovendus pernah menjabat sebagai Camat Cilincing Kota Administrasi Jakarta Utara sampai Tahun 2019, sampai dengan saat ini menjabat sebagai Kepala Bagian Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat di Sekretariat Kabupaten Administrasi Jakarta Kepulauan Seribu.

Disertasi  Dr. Purnomo, AP., M.Si. yang berjudul  Pemberdayaan Masyarakat Nelayan Berbasis Kearifan Lokal Oleh Perangkat Daerah di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu Provinsi DKI Jakarta” dengan menggunakan teori Hakekat dan Makna  Ilmu Pemerintahan, Ali (2015), Hasan, Erliana (2011), fungsi Pemerintahan Rasyid (2000), teori pemberdayaan masyarakat, Poverty livelihoods: whose reality counts? Putiing the first last; Chamber, 2016; People Centered Development, Korten (1995), teori pembangunan berkelanjutan, peberdayaan masyarakat berkelanjutan; Roseland (2000), Klarin (2018), Pesurney (2017). Teori Todaro and Smith dalam Latopa and Saidu nilai-nilai yang dicari dalam pemberdayaan masyarakat yaitu kebebasan menghamba (freedom to servitude), harga diri (self-esteem), keberlanjutan (Sustainability).

Revolusi Industri 4.0 tengah melanda disusul Pandemi Covid-19, telah merubah tatanan, terjadi pergeseran  orientasi semula dikerjakan orang beralih dikerjakan dengan internet (internet of thing), muncul berbagai layanan menggunakan platform digital. Demikian juga dampak social distancing, istilah bekerja dari rumah sampai dirumahkan. Pengangguran makin bertambah tahun 2025 diprediksi berlangsung ledakan penduduk usia kerja sampai dengan tahun 2045, tentunya membutuhkan lapangan kerja lebih banyak lagi. Meskipun demikian beberapa Nelayan Kepulauan Seribu tetap malaut dan sukses menangkap ikan untuk menafkahi keluarganya. Berbekal kearifan lokal turun-temurun pengelolaan sumber daya perikanan, mereka memiliki hubungan sosial, hubungan kekerabatan maupun kelembagaan, jejaring sosial, sebagai modal sosial berpadu dengan ketersediaan ikan dan sumber daya kelautan yang melimpah sebagai modal alam, adalah model kemandirian yang harus tetap dijaga dan dilestarikan oleh perangkat daerah dengan memberikan peningkatan layanan publik, penyediaan barang publik meluaskan publik utility. Sehingga menguatkan masyarakat nelayan tetap bertahan dan berkembang.

Penelitian ini mempunyai perbedaan yang spesifik dengan penelitian terdahulu yang mengangkat kearifan lokal. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian deskriptif kualitatif, teori yang digunakan meliputi Teori Pemerintahan, Pemberdayaan, Sosiologi, Antropologi, Pendidikan; Belum pernah dilakukan penelitian sebelumnya terkait dengan Pemberdayaan Masyarakat Nelayan berbasis Kearifan Lokal di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu Provinsi DKI Jakarta, Ibukota Negara; Model Pemberdayaan yang dirumuskan adalah kemandirian Nelayan Sukses yang masih menerapkan kearifan lokal pengelolaan terhadap sumber daya alam sebagaimana yang dimaksud modal sosial dan modal alam, ditunjang dengan peningkatan layanan Publik oleh Perangkat Daerah di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, sebagai pengembangan dari teori model kemitraan Socio-Ecology-Centrisme menjadi Model Kemitraan Sosial-Ekologi-Sistemik-Holistik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan penyajian deskriptif melalui pendekatan eksploratif. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan pedoman wawancara, observasi, dokumentasi, aplikasi NVIVO. Sedangkan Teknik analisis menggunakan teori Miles dan Huberman lalu diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber, waktu, teori, metode. Lokasi penelitian di Kabupaten Adminstrasi Kepulauan Seribu.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Dr. Purnomo, AP., M.Si, telah berhasil mengungkap hal-hal sebagai berikut:

  1. Pemberdayaan Masyarakat Nelayan Oleh Perangkat Daerah di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu.
  2. Program fasilitasi aktivitas nelayan, pelatihan-pelatihan dan pemberian bantuan
  3. Kebijakan Pemprov DKI Proteksi kepada nelayan berupa pendampingan kewirausahaan melalui Jakpreneur, akses pemasaran kolaborasi Pemprov DKI dengan tokopedia, jejaring sosial, gerakan Jumat Beli Lokal, binaan Jakpreneur masuk e-Order realisasi belanja Perangkat Daerah melalui e Order, SPBU Apung di Pulau Pramuka, Keikutsertaan PBI BPJS Kesehatan, kemudahan akses BP Jamsostek melalui Perisai.
  4. Memberikan Apresiasi, penguatan mental dan spiritual para nelayan yang masih melaut, pengakuan kesetaraan dengan profesi lainnya, oleh Gubernur/Bupati/Camat/Lurah
  5. Bersama masyarakat nelayan terus memberikan pesan menjaga kelestarian ekologi melalui agenda konservasi, penanaman mangrove, penghijauan, pelepasan tukik
  6. Menetapkan penataan ruang wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, dengan zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil yaitu: Kawasan Pemanfaatan Umum, yang selanjutnya disebut KPU; Kawasan Konservasi, yang selanjutnya disebut KK; Alur Laut selanjutnya disebut AL.
  7. Nilai-nilai penyebab kemandirian Nelayan.
  8. Kebebasan menghamba (freedom to servitude, kerelaan bekerja keras untuk menafkahi keluarga, nilai ibadah kepada Alloh SWT, mengamanatkan keluarga tanggung jawab hamba beriman dan berTaqwa.
  9. Harga diri (Self Esteem), kemandirian bersama pengusahaan alam untuk dapat memenuhi kebutuhan keluarga. Bahkan dapat merekrut tenaga kerja, menajadi manajer, pimpinan perusahaan yang terus memanen ikan. Dengan tetap memperhatikan keberlangsungan ekosistem hayati dan berkelanjutan
  10. Keberlanjutan, berupaya menjaga kelestarian alam, keseimbangan ekologi dengan pemanfaatan sumberdaya alam secara baik, pengendalian diri dan bertanggung jawab untuk keberlangsungan hidup generasi berikutnya yang juga membutuhkan alam bersama ekosistemnya, oleh semua pihak dalam berbagai aktivitas
  11. Model Pemberdayaan Masyarakat Nelayan Yang Diusulkan

Nelayan yang masih eksis dan disiplin menerapkan kearifan lokal dalam pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan, karenanya sukses mendapatkan tangkapan ikan dan berpenghasilan cukup untuk menafkahi keluarga, sebagaimana yang dimaksud modal sosial dan modal alam, menjadi model pemberdayaan yang perlu diteladani dan dilestarikan agar semakin banyak nelayan sukses, kemandirian nelayan bersambut dengan peningkatan layanan publik dan pemenuhan kebutuhan barang publik oleh Perangkat Daerah di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, secara  sistemik melalui pengaturan baik berupa peraturan  daerah sampai SOP lapangan mengikat seluruh user dan owner, untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan (ekologi) dan holistik, semua hal tertangani secara bertahap, bertingkat dan berkelanjutan. Inilah model Pemberdayaan yang diajukan yaitu model kemitraan sosial ekologik sistemik holistik merupakan pengembangan dari pemberdayaan masyarakat pesisir model kemitraan socio-ecosentrisme

  • Manfaat dari penelitian ini adalah Manfaat teoritis hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan ilmu pemerintahan dalam kaitannya dengan pemberdayaan masyarakat; Manfaat praktis, Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi penerapan Model Pemberdayaan Masyarakat Nelayan Berbasis Kearifan Lokal Modal Sosial Dan Modal Alam Menuju Kemandirian untuk mendapatkan kehidupan yang layak

Nasehat Akademik disampaikan oleh Prof. Dr. Dahyar Daraba, M.Si. kepada Dr. Purnomo, AP., M.Si, Dengan prestasi studi ini serta dengan ilmu yang Saudara dapatkan selama mengikuti pendidikan pada Program Studi Ilmu Pemerintahan, mulai saat ini Saudara dihadapkan pada tantangan yang lebih besar sekaligus tuntutan profesi yang lebih berat, Saudara akan melalui langkah panjang di dunia keilmuan untuk mendharmabaktikan ilmu pemerintahan untuk kepentingan masyarakat, bangsa dan negara.  Kami berharap sekaligus berpesan kepada Saudara agar dapat membuktikan segenap kemampuan profesional Saudara diberbagai bidang dan berperan aktif dalam pengembangan ilmu pemerintahan pada khususnya.Jauhkanlah rasa bangga yang berlebihan, namun sebaliknya gunakanlah prinsif padi, semakin berisi semakin merunduk. Jadilah insan profesional yang selalu bertaqwa dan selalu bermanfaat bagi orang lain.

Bapak Bupati Kepulauan seribu Junaedi, S.Sos, M.Si Berserta SKPD   Turut hadir dan menyaksikan sidang promosi Dr. Purnomo,AP., M.Si., Ungkapnya “Saya Bangga dengan telah lahirnya doktor baru pertama kali di kepulauan seribu semoga dengan lahirnya Dr.Purnomo,AP.,M.Si. dari Ilmu Pemerintahan IPDN menjadikan motofasi untuk para ASN di Kabupaten Kepulauan seribu,“ (Oberlian Sinaga & JSR Watimena)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.