
Nusa Tenggara Barat, aspirasipublik.com – Penyelenggaraan Phoenix FA Berlangsung dari tanggal 2 sampai 5 April di Bali sukses mencuri perhatian di ajang Bali7s 2026 dengan meraih posisi runner-up pada kategori U-10. Meski harus mengakui keunggulan SSB Negaroa FA Bali dengan skor 1-0 di partai final, pencapaian ini menjadi prestasi luar biasa bagi akademi sepak bola yang baru berdiri kurang dari satu tahun.Pertandingan final berlangsung sengit di bawah terik matahari Bali. Anak-anak Phoenix FA menunjukkan permainan penuh semangat, disiplin, dan determinasi tinggi. Meskipun hasil akhir tidak berpihak, perjuangan mereka di lapangan mendapat apresiasi dari pelatih, orang tua, hingga para pendukung yang hadir.

Perjalanan Phoenix FA di Bali7s 2026,Phoenix FA merupakan akademi sepak bola usia dini yang berdiri pada 17 Agustus 2025. Didirikan oleh Husni Thamrin bersama Ketua Muhammad Sapoan, akademi ini memiliki visi untuk mengembangkan potensi anak-anak daerah agar mampu bersaing di level yang lebih tinggi,Berlokasi latihan di Lapangan Umum Jembatan Kembar Timur, Phoenix FA dibina oleh tim pelatih berpengalaman seperti Sudiyanto, Oky Ananda, Bayu Mahendri, Yeyen, Aldy Kurniawan, dan Imran. Fokus utama pembinaan tidak hanya pada teknik, tetapi juga pembentukan karakter, kerja sama tim, dan mental bertanding.Pada ajang Bali7s 2026, Phoenix FA langsung mengirimkan lima tim di berbagai kategori usia, yakni U-10, U-12, U-14, U-16, dan Pro. Keikutsertaan ini menjadi pengalaman internasional pertama bagi mereka.
Menariknya, Phoenix FA datang tanpa target tinggi.“Kami hanya ingin anak-anak mendapatkan pengalaman dan bermain lepas,” ujar Ketua Phoenix FA, Muhammad Sapoan.Namun justru tanpa tekanan tersebut, tim U-10 tampil impresif dan berhasil melaju hingga babak final Cluster Gold, yang merupakan level tertinggi dalam kompetisi tersebut.

Hasil Final Bali7s 2026,Di partai final, Phoenix FA U-10 menghadapi tim kuat SSB Negaroa FA Bali. Pertandingan berlangsung ketat dengan kedua tim saling menyerang dan bertahan dengan disiplin tinggi. Phoenix FA sempat menciptakan beberapa peluang emas, namun satu gol dari lawan menjadi penentu kemenangan.Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap 1-0 untuk kemenangan SSB Negaroa FA Bali.
Meski gagal meraih juara, Phoenix FA berhasil keluar sebagai runner-up Bali7s 2026, sebuah pencapaian yang melampaui ekspektasi awal tim.“Alhamdulillah, ini hasil yang sangat kami syukuri. Anak-anak sudah memberikan yang terbaik dan mampu melampaui target kami,” tambah Sapoan.
Dukungan dan Harapan ke Depan,Kesuksesan Phoenix FA tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk PT RABER MITRA AGENCY, CV Ketoke Jaya Mandiri, serta Pemerintah Desa Lembar Selatan.Selain itu, sejumlah sekolah juga memberikan izin dan dukungan kepada para pemain, di antaranya SDN 1 Lembar Selatan, SDN 3 Lembar Selatan, SDN 4 Lembar Selatan, MI Al Azimmiyah Puyahan, SDN 2 Labuan Tereng, SMPN 1 Lembar, SMPN 5 Lembar, SMPN 1 Gerung, hingga SMAN 1 Lembar.Dukungan tersebut menjadi faktor penting dalam perjalanan Phoenix FA hingga mampu tampil di level internasional.

Phoenix FA Siap Bangkit dan Lebih Kuat,Keberhasilan meraih runner-up di Bali7s 2026 menjadi langkah awal bagi Phoenix FA untuk terus berkembang. Selain membawa pulang trofi, tim juga mendapatkan pengalaman berharga yang akan menjadi bekal di kompetisi selanjutnya.Dengan semangat dan kerja keras yang terus dijaga, Phoenix FA optimistis dapat kembali ke ajang yang sama di masa depan dan meraih hasil yang lebih tinggi.Seperti filosofi namanya, Phoenix FA akan terus bangkit, tumbuh, dan terbang lebih tinggi di dunia sepak bola usia dini Indonesia. (DF Watimena@RR Watimena)






